Rapat Kerja finalisasi silabus kurikulum pendidikan khusus (SLB) dilaksanakan di hotel Grand Serpong, Tangerang, Banten, tgl. 23 – 27 Februari 2016. Rapat yang dihadiri oleh para penelaah silabus kurikulum SLB ini dibuka oleh Direktur Pembinaan PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) Ditjen Pendikdasmen Kemendikbud, Sri Renani Pantjastuti, MPA. Dalam pengarahannya Sri Renani menjelaskan bahwa untuk […]
Category Archives: Pendidikan Agama Katolik
Materi dalam Pelajaran Agama Katolik umumnya diambil dari doktrin dan ajaran Gereja atau perikope-perikope Kitab Suci. Doktrin-doktrin dan perikope-perikope itu diproses dalam proses pembelajaran yang sedapat mungkin partisipatif dan eksploratif, supaya peserta didik dapat mengatahui dan memahaminya. Pengetahuan yang dicapai bukan saja bersifat reproduktif (mengulang apa dikatakan guru atau buku), tetapi juga produktif sebagai hasil […]
Dalam kehidupan bergereja dan karya pastoral, kita memiliki rupa-rupa corak perwataan yang dapat membuat Gereja kita bergerak maju dengan cepat. Kita memiliki rupa-rupa corak pewartaaan seperti: katekese, kotbah, homili, pendalaman dan sharing Kitab Suci, sampai kepada berteologi dan sebagainya. Dalam berkatekese saja, kita memiliki rupa-rupa pola, antara lain pola katekese pelajaran iman atau pelajaran agama, […]
Peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan no 53 tahun 2015 adalah panduan penilaian terbaru yang di syahkan Kemdikbud untuk revisi terhadap Permendikbud No 104 Tahun 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 53 Tahun 2015 yang terbit pada tanggal 11 Desember 2015 Tentang Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Pada Satuan Pendidikan […]
Ganti menteri, ganti kurikulum? Tidak, untuk pemerintahan baru presiden Joko Widodo sekarang ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan tidak berencana menggantikan kurikulum, sebaliknya ia bersama tim kurikulum terus membenahi dokumen kurikulum 2013, baik dari segi standar isi, standar proses, standar penilaian serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum pendidikan nasional. Cita-cita Kurikulum 2013 […]
Berbagai program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan diterapkan untuk menunjang pendidikan. Semua itu, agar berjalan sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Di antaranya, perbaikan Kurikulum 2013. Yang terpenting dari dunia pendidikan adalah peningkatan aktornya.Masyarakat melihat pendidikan lebih dari sekadar tanggung jawab pemerintah. Secara konstitusional tanggung jawab negara, tetapi moral tanggung jawab semua orang.
Penilaian merupakan masalah yang paling krusial di kurikulum 2013. Salah satu ide penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Namun perkembangan selanjutnya ditegaskan di permendikbud 104/2014 penilaian terdiri dari penilaian autentik dan non-autentik. Untuk mengetahui secara komprehensif semua guru perlu menelaah pedoman penilaian yang terdapat pada Permendikbud No. 104 tahun 2014 berikut ini. (DBK)
Pada akhir tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan menterinya kala itu Prof. Dr. Muhamad Nuh mengeluarkan beberapa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) dalam rangka penyempurnaan implementasi kurikulum 2013. Salah satu Permendikbud yang dimaksud adalah Permendikbud No.103 tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah. Isi dari Permendikbud tersebut antara lain […]
Tahap pertama dalam pembelajaran yaitu membuat desain perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pada kurikulum 2013 pedoman penyusunan RPP diatur menurut permendikbud No. 103 tahun 2014. Ada beberapa perubahan format RPP dari Permendikbud sebelumnya yang harus di perhatikan oleh guru, (termasuk guru mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti) […]
Kegiatan pembelajaran dan penilaian merupakan bagian tugas guru yang sangat penting dalam dunia pendidikan di sekolah. Dikatakan sangat penting, karena melalui kegiatan atau proses pembelajaran dan penilaian yang dirancang dengan baik oleh guru maka kompetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) yang diharapkan untuk dimiliki oleh para peserta didik akan tercapai. Sebaliknya, apa bila guru kurang mampu […]









