Negara terus ingin memperkuat kehadirannya dalam atau di tengah masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk masyarakat Katolik yang tengah mengikuti pendidikan di sekolah, khususnya siswa-siswi beragama Katolik. Kebutuhan akan pendidikan berkualitas menjadi instrumen untuk melahirkan generasi muda yang berkualitas yang memiliki kemampuan bersaing yang tinggi dan kompetitif serta ditunjang oleh karakter dan akhlak yang baik. […]
Category Archives: Pendidikan Agama Katolik
Pada hari Senin, 8 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan rapat koordanasi (rakor) untuk persiapan penyusunan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Wajib pada Kurikulum Pendidikan Tinggi yang terdiri dari mata kuliah Agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong hu chu), Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Rapat dilaksanakan secara daring dan luring. […]
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan rapat kerja (raker) secara daring untuk penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Khusus (= Sekolah Luar Biasa). Komkat KWI diundang untuk mengikuti kegiatan raker tersebut selama tiga periode kegiatan pada bulan Januari 2021 yaitu pada tgl. 10 s.d. 13, tgl. 21 s.d. 23 dan tgl. 27 s.d. […]
Pandemi Covid-19, sejak awal tahun 2020 telah mengubah secara drastis aktivitas di segala lini kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Guru-guru diharuskan merubah cara berpikir dan bertindak secara revolusioner dalam kegiatan pembelajaran yaitu dari cara konvensional menjadi digital. De facto, sebagian besar guru kita, termasuk guru pendidikan Agama Katolik belum bahkan tidak siap menggunakan teknologi digital […]
Isu hot yang berkembang saat ini dalam dunia pendidikan kita adalah tentang penyederhanaan kurikulum. Ada dua jenis penyederhanaan kurikulum yang sedang dipersiapkan yaitu penyederhanaan kurikulum masa normal yang disebut capaian pembelajaran dan penyederhanaan kurikukulum dalam rangka tanggap darurat bencana pandemi covid-19. Untuk mengetahui informasi lengkap, silakan click di sini. PENGEMBANGAN KURIKULUM PAK-2020
Membangun Budaya Baru Virus corona tipe baru (covid-19) sedang meruntuhkan segenap pranata kehidupan manusia. Negara yang dianggap sebagai institusi paling sistematis dalam mengurus kehidupan publik kalang kabut dihantam pandemi ini. Bahkan agama yang selalu menyediakan dirinya untuk menjawab segenap pertanyaan eksisteni manusia tak berkutik di hadapannya. Peradaban yang begitu mendewakan mobilitas, ambruk di bawah hukum […]
Direktorat jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kementerian Agama RI, mengadakan rapat koordanasi secara virtual bersama Komisi Kateketik KWI, dan tim penulis buku, penelaah dan pengolah buku Pendidikan Agama Katolik. Rapat virtual pada hari Selasa, 14 Juli 2020 dengan sarana Zoom Meeting itu berlangsung lancar dihadiri peserta sekitar 45 orang dengan moderator ibu Yustina Srini, Kepala Bidang […]
Komisi Kateketik KWI hari ini (Senin, 6 Juni 2020) menghadiri rapat Pembahasan Penyederhanaan Kurikulum Pendidikan Agama Katolik, yang diselenggarakan oleh Direktur Pendidikan Agama Katolik, Ditjen Bimas Katolik, Kementerian Agama RI di ruang sidang direktur, kantor Kemenag, jln. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari Komkat KWI hadir Rm. Festo, Pr, sekretaris Komkat KWI dan staf Komkat KWI Daniel […]
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun […]
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim berencana melakukan penyederhanaan kurikulum di semua jenjang pendidikan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas literasi siswa di Indonesia yang dinilai masih rendah versi PISA 2018. “Kita sudah sepakat menyederhanakan kurikulum, sehingga lebih mudah dipahami guru dan siswa, beban konten pelajaran harus turun, sehingga di masing-masing konten bisa mendalami kompetensinya, […]










