
Pertemuan Kateketik Antar Keuskupan se-Indonesia (PKKI)

Sejarah lengkap dari PKKI I-XI dapat diperoleh dengan membeli buku “Katekese Umat Dari Masa Ke masa” yang telah di terbitkan oleh Penerbit Kanisius. (Katekese Umat dari Masa ke Masa: Jejak Pertemuan Komisi Kateketik Antar … – Google Books)
PKKI Pertama
Tahun 1976, tanggal 10-16 Juli, Panitia Kateketik (PanKat) MAWI (Majelis Agung Waligereja Indonesia) yang sekarang telah berubah namanya menjadi Komisi Kateketik Konferensi Wali Gereja Indonesia (KOMKAT KWI) menyelenggarakan Pertemuan Kateketik Antar Keuskupan se-Indonesia yang pertama atau yang disingkat PPKI I di wisma Syalom Sidanglaya Jawa Barat. Tema pokok pertemuan ini adalah “Arah Katekese Gereja Indonesia”. Para peserta berasal dari berbagai keuskupan serta Lembaga-lembaga Pendidikan Kateketik-pastoral se-Indonesia. Para peserta bersama-sama merumuskan arah katekese atau katekese macam apa yang bisa dikembangkan sesuai konteks Gereja Katolik Indonesia. untuk kemudian dikonkritkan dalam pertemuan Kateketik antar Keuskupan. Dalam pertemuan kateketik ini tercetuslah arah katekese di Indonesia ialah Katekese Umat, yaitu katekese sebagai komunikasi iman umat, katekese dari umat dan untuk umat, katekese yang menjemaat, yang berdasarkan pada situasi konkrit setempat menurut pola Yesus Kristus. Ketua PanKat MAWI Pada Waktu itu adalah Mgr. F.X. Hadisumarta. OCarm dan Sekertarisnya RP. Setyo Karjanam SJ.
PKKI II
PKKI II dilaksanakan di Wisma Samadi Klender-Jakarta, pada tanggal 29 Juni sampai 5 Juli 1980, di bawah koordinasi Mgr. Blasius Pudjoraharja dan Sekertaris PanKat Mawi adalah RP. Thomas Huber SJ. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari PKKI I yang telah menemukan arah katekese di Indonesia, yaitu Katekese Umat. Dengan tema pokok “Katekese Umat”, Peserta berusaha mendefinisikan Katekese Umat secara lebih dalam dan terperinci, tentang pengertian, isi katekese umat, tujuan, peserta dan fasilitator dalam katekese umat. peserta membuat rumusan dan Kesimpulan tentang tindak lanjut untuk pengembangan Katekese umat untuk gereja Katolik di Indonesia.
PKKI III
PKKI III diadakan di Pacet-Mojokerto-Jawa Timur pada tanggal 29 Januari – 5 Februari 1984. Pokok pembicaraan ialah “Usaha Pembinaan Pembina Katekese Umat” para peserta dari semua Keuskupan dan Lembaga Kateketik atau Pastoral di Indonesia membuat rumusan arah dasar katekese di Indonesia serta bagaimana usaha pembinaan Pembina katekese umat. untuk selanjutnya dikembangkan di tempat masing-masing guna terlaksananya Katekese Umat secara merata sampai ke kelompok umat dasar.
PKKI IV
PKKI IV diselenggarakan di Denpasar-Bali, 23-28 Oktober 1988 dengan tema “Membina Iman yang Terlibat dalam Masyarakat” Tema ini membawa suatu wawasan baru yang menantang suatu perubahan strategi dalam operasi katekis. Disadari bahwa Katekese dengan Gereja sentris seperti selama ini rupa-rupanya tidak lagi relevan namun belum berjalan secara optimal, namun pewartaan harus tetap berjalan. Situasi sosial Masyarakat terus berkembang maka petugas pastoral harus dibekali dengan profil katekis sebagai petugas pastoral abad dua puluh satu, seseorang yang menghayati Kristus sedemikian hingga dampaknya jelas dalam komunikasi dengan Masyarakat.
PKKI V
PKKI V dilaksanakan di Caringin – Bogor, 22-30 September 1992. Ketua Komkat pada masa ini adalah Mgr. F.X. Hadisumarta, OCarm dan sekertaris eksekutifnya ialah Sr, Maria Gabriela, Prr. Tema pokok Pertemuan kali ini ialah “Beriman Dalam Hidup Bermasyarakat: Tantangan Bagi Katekese” tema ini merupakan kelanjutan dari PKKI IV. Hal ini dianggap penting karena masalah-masalah yang digumuli adalah masalah actual yang terjadi dalam kehidupan menggereja dan bermasyartakat. Proses PKKI V ini adalah suatu proses untuk membuat katekese sungguh fungsional dalam pembentukan Gereja yang missioner di Indonesia. Kehadiran dan pembentukan missioner suatu Gereja lokal menjadi lebih kompleks. Namun apa yang dasariah dalam katekese tetap berlaku, yaitu: iman umat dibangun secara terarah, dalam perjumpaan dengan wahyu Ilahi di tengah situasi masyarakat yang kongkrit.
PKKI VI
Pada tahun 1996 PKKI VI terselenggara di Wisma Samadhi, Klender-Jakarta pada tanggal 1-10 Agustus. Tema PKKI VI ialah “Katekese Umat Dan Kerajaan Allah”. PKKI VI berbicara tentang “Menggalakkan (Visi DAN) Karya Katekese di Indonesia”. Ada banyak hal pokok yang dibicarakan dan dibahas dalam pertemuan tersebut, berkaitan dengan Katekese Umat. PKKI VI menyoroti tiga topik utama: Katekese yang membangun Jemaat dengan Orientasi Kerajaan Allah, Kitab Suci dalam KU-ANSOS dan Spiritualitas dan Ketrampilan Katekis untuk KU-ANSOS.
PKKI VII
PKKI VII dilaksanakan di Sawiran, Jawa Timur Tanggal 24 – 30 Juni 2000, dengan ketua Komisi Kateketik adalah Mgr. P.C. Mandagi, MSC dan sekertaris eksekutifnya adalah RD. Yoseph Lalu, Pr. Tema pokok PKKI VII adalah “Katekese Umat dan Kelompok Basis Gerejani”. PKKI VII ini dapat dipandang sebagai persiapan untuk menunjang “Pertemuan Gereja Katolik Indonesia, dengan tema “Memberdayakan Komunitas Basis Gerejani Menuju Indonesia Baru” yang berlangsung pada bulan Nopember 2005 dengan fokus pergumulan pada Kelompok Basis Gerejani pula. PKKI VII dan Pertemuan Gereja Katolik Indonesia diadakan dalam rangka perayaan tahun Yubelium 2000, momen Gereja Indonesia berbenah diri memasuki millenium baru.
PKKI VIII
PKKI VIII dilaksanakan di Wisma Misericordia Malang pada tanggal 22-28 Februari 2004. Tema Pokok dari pertemuan ini adalah “Katekese umat dan Kelompok basis Gerejani” pertemuan kateketik ini, mengajak peserta mencari jalan bagaimana Katekese Umat bisa membangun KBG yang lebih berdimensi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya, sehingga masyarakat kita dapat dibantu untuk bisa hidup lebih adil, damai dan sejahtera. Pertemuan PKKI VIII ini dikoordinasi oleh Mgr. Joseph Suwatan, MSC dan sekertaris eksekutif RD. Yoseph Lalu, Pr.
PKKI IX
Tahun 2008, bertempat di persekolahan Lokon Tomohon-Sulawesi Utara diselenggarakan PKKI IX, dengan Tema: ”Katekese dalam Masyarakat yang Tertekan”. Kegiatan berlangsung pada tanggal 17-23 Juni. Masyarakat Indonesia yang mengalami ketertekanan dalam banyak bidang kehidupan menjadi alasan bagi Gereja Katolik untuk melakukan katekese yang memberi peneguhan, pencerahan, serta keberanian untuk bertindak mengatasi ketertekanan itu. Tema besar tersebut secara khusus diolah dengan mendalami tiga bidang kehidupan, yaitu bidang kemanusiaan, politik, dan hukum. Pertemuan PKKI IX ini dikoordinasi oleh Mgr. Joseph Suwatan, MSC dan sekertaris eksekutif RP. F.X. Adisusanto, SJ.
PKKI X
Kegiatan PKKI X di selenggarakan Wisma Shalom, Cisarua, Bandung Barat, 10–16 September 2012 dengan tema: “Katekese Di Era Digital: Peran Imam dan Katekis Dalam Karya Katekese Gereja Katolik Indonesia di Era Digital”. Tema ini dicetuskan dalam Rapat Pengurus Lengkap Komkat KWI pada tanggal 5-7 Mei 2011 berdasarkan kesadaran bahwa saat ini Gereja Indonesia menghadapi situasi zaman baru, yaitu era digital. Situasi ini memengaruhi pola pikir, cara hidup dan pola relasi umat beriman, yang tentu saja juga melibatkan karya Katekese. Tujuan diangkatnya tema tersebut adalah agar para pelaku katekese, baik imam maupun katekis, menyadari berkembangnya sarana komunikasi digital dan pengaruhnya dalam budaya kehidupan masyarakat sehari-hari. Kesadaran tersebut diharapkan membawa pada gagasan, pemikiran serta perencanaan katekese yang tepat guna dalam menjawab kebutuhan Gereja Indonesia di era digital sekarang ini. Pertemuan PKKI IX ini dikoordinasi oleh Mgr. John Liku Ada dan sekertaris eksekutif RP. F.X. Adisusanto, SJ.
PKKI XI
PKKI XI terlaksana dibawah koordinasi dari Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM sebagai Ketua kosi Kateketik KWI dan sekertaris eksekutifnya RP. Leo Sugiytono, MSC. Pertemuan PKKI XII mengambil tema “Katekese Keluarga di Era Digital” yang berlangsung di Hotel Kenari Makassar pada Tanggal 29 Agustus – 2 September 2016. Tema ini diangkat sebagai dukungan dan keterlibatan Komisi Kateketik atas pilihan pastoral Gereja Indonesia Dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2015.
PKKI XII*
Pertemuan PPKI XII berlangsung di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, pada tanggal 9-14 September 2022, dengan tema ‘Beriman Tangguh dan Solider: membina murid-murid misioner”, dipimpin oleh Ketua Komkat Mgr. Dr. Paul Yan Ola, MSF dan sekertaris eksekutif RD. Fransiskus Emanuel Da Santo, Pr. Melalui pertemuan ini komkat-komkat keuskupan diajak untuk dapat melakukan evaluasi terhadapap hasil PKKI XI, saling berbagi pengalaman tentang beriman dalam tiga isu penting yakni moderasi beragama, budaya digital dan post pandemi covid 19 dan merencanakan Gerakan-gerakan dan kegiatan katekese yang mampu membina murid-murid yang misioner.
- Buku PKKI XII dapat diperoleh melalui penerbit kanisius di (Beriman Tangguh Dan Solider: Katekese Membina Murid-Murid Misioner – KanisiusMedia)
- Link Foto PKKI 12 (FOTO-FOTO PKKI XII – Google Drive)

