Kemendikbud Terus Membenahi Dokumen Kurikulum 2013

didikasmudi.jpg

Ganti menteri, ganti kurikulum? Tidak, untuk pemerintahan baru presiden Joko Widodo sekarang ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan tidak berencana menggantikan kurikulum, sebaliknya ia bersama tim kurikulum terus membenahi dokumen kurikulum 2013, baik dari segi standar isi, standar proses, standar penilaian serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum pendidikan nasional.

Cita-cita Kurikulum 2013 adalah bahwa dalam pengembangannya kelak dapat menghasilkan insan manusia Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, melalui penguatan sikap, keterampilan,dan pengetahuan yang terintegrasi. Oleh karena itu proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberkan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir berkaitan dengan pola pembelajaran, yaitu: (1) berpusat pada peserta didik; (2) pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat- lingkungan alam, sumber/media lainnya); (3) pembelajaran dirancang secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi, serta dapat diperoleh melalui internet); (4) pembelajaran bersifat aktif (peserta didik didorong untuk aktif mencari informasi melalui pendekatan saintifik); (5)belajar kelompok (berbasis tim); (6) pembelajaran berbasis multimedia; (7) pembelajaran berbasis pengguna (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik; (8) pola pembelajaran menggunakan ilmu pengetahuan jamak(multidisciplines); dan (9) pembelajaran yang mengembangkan cara berpikir kritis (high order thinking skills)

Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: (1) mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; (2) sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana, dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari kemasyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; (3) mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; (4) memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;(5) kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran; (6) kompetensi inti menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi inti; (7) kompetensi dasar dikembangkan berdasarkan prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal danvertikal).

Berkaitan dengan pembenahan dokumen kurikulum 2013, Kemendikbud telah mendapat banyak masukan selama satu tahun terakhir ini, baik dari masyarakat umum maupun para praktisi pendidikan serta para pemerhati ataupun orang-orang yang peduli dengan pendidikan di Indonesia. Berdasarkan masukan-masukan itu, balitbang Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengadakan rapat kerja dengan semua tim pengembang kurikulum 2013 untuk menyusun kembali silabus pendidikan sesuai tuntutan kebutuhan saat ini. Rapat kerja yang berlangsung di kantor Balitbang Puskubuk tgl. 6 s.d. 8 Januari 2016 ini menghasilkan silabus dengan format baru, meski dari segi isi tidak banyak mengalami perubahan.

Kurikulum Pendidikan Agama Katolik sebagai bagian dari kurikulum nasional ikut menyesuaikan format baru itu dengan sturktur; Pendahuluan yang berisi rasional kurikulum 2013, Kompetensi lulusan kelompok mata pelajaran di Pendidikan Dasar dan Menengah, Kompetensi Jenjang Kelompok mata pelajaran di Pendidikan Dasar dan Menengah, Kerangka Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran dan Penilaian, Kompetensi Dasar, Materi, dan Kegiatan Pembelajaran.

Rencananya bahwa setelah dokumen ini selesai maka menteri pendidikan dan kebudayaan akan mengesahkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) pada akhir bulan Januari 2016 ini, dan selanjutnya diimplementasikan ke sekolah-sekolah.

*****

Daniel Boli Kotan
Anggota tim pengembang Kurikulum 2013: Mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *