Katekese Paus Fransiskus; Kehidupan Kristen Adalah Kisah Cinta dengan Tuhan

Seperti orang-orang kudus (suci) yang baru dalam Gereja Katolik, orang-orang Kristen dipanggil untuk menjalankan iman mereka sebagai kisah cinta dengan Tuhan yang menginginkan sebuah hubungan yang "lebih dari sekadar subyek setia dengan rajanya," kata Paus Fransiskus

Tanpa hubungan yang penuh kasih dengan Tuhan, kehidupan Kristen bisa menjadi hampa dan "sebuah etika yang tidak mungkin, kumpulan peraturan dan hukum untuk dipatuhi tanpa alasan yang bagus," kata paus pada misa 15 Oktober di Lapangan Santo Petrus. "Ini adalah bahaya: kehidupan Kristen yang menjadi rutinitas, berhubungan dengan 'normalitas', tanpa dorongan atau antusiasme, dan dengan ingatan singkat," katanya dalam Misa.

Pada awal Misa, Paus Fransiskus mengumumkan 35 orang kudus baru, termasuk: "Martir Natal," Brasil, sekelompok 30 imam, awam, wanita dan anak-anak yang terbunuh pada tahun 1645 saat gelombang penganiayaan anti-Katolik; dan "Anak Martir dari Tlaxcala," tiga anak yang termasuk orang pertama yang mengkonversi penduduk asli Meksiko dan dibunuh karena menolak untuk meninggalkan imannya.

Paus Fransiskus Menegaskan tentang Pentingnya Kerja Sama Internasional untuk memerangi pelecehan dan eksploitasi anak-anak secara online

Pada akhir pekan, 7 Oktober 2017, radio vatican menyampaikan sebuah laporan tentang audiensi umum Paus Fransiskus di alun-alun lapangan Basilika St.Petrus, Vatikan. Pada audensi tersebut, Paus Fransiskus mengumumkan akan diadakannya pertemuan pra-sinode untuk mendengarkan suara, keraguan dan kritik kaum muda, pembaruan tentang kerja sama internasional untuk memerangi pelecehan dan eksploitasi anak-anak secara online di sebuah kongres yang disponsori oleh Gereja. Gereja memusatkan perhatian pada isu berita palsu dalam pesan Hari Komunikasi sedunia. Kita, demikian radio Vatican melaporkan, akan merenungkan bagaimana orang-orang Kristen harus menanggapi, dan mendengar dari seorang saksi mata (Paus Fransiskus) yang hadir pada saat pembukaan Vatikan Kedua 55 tahun yang lalu. (Sumber Radio Vatican, diterjemahkan oleh Daniel Boli Kotan)

Sumber artikel dan gambar: http://en.radiovaticana.va/news/2017/10/06/vatican_weekend_for_october_7...

Paus Fransiskus Mengeluarkan Dekrit Penting bagi Gereja di Asia

Paus Fransiskus telah mengeluarkan sebuah dekrit yang meningkatkan wewenang gereja-gereja lokal dan dekrit itu memiliki arti khusus bagi gereja-gereja di Asia.
Dekrit atau motu proprio seperti yang lazim dalam bahasa gereja, memungkinkan gereja-gereja lokal di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sendiri dalam mengembangkan dan menyetujui teks-teks yang digunakan dalam perayaan sakramen.

Kontrol terhadap teks liturgis dan formula sakramen telah menjadi kontroversi bagi banyak gereja, termasuk konferensi para uskup di Asia seperti di Jepang.
Selama 20 tahun terakhir, Vatikan telah secara langsung menantang sebuah petunjuk khusus dari Konsili Vatikan II yang meminta proses revisi dan persetujuan teks-teks ini untuk mengikutsertakan gereja-gereja lokal dan dengan para ahli dalam bahasa setempat daripada pejabat Vatikan.

Peraturan Presiden RI No. 87 Tahun 2017 Tentang Pendidikan Karakter. Bagaimana Implementasinya di Sekolah Katolik?

Presiden RI Joko Widodo, pada hari Rabu, 6 September 2017 secara resmi mengumumkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter, menggantikan peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Perpres No.87 itu dikeluarkan setelah Permendikbud No 23/2017 tentang Hari Sekolah yang populer dengan sebutan 'full day school' ternyata mendapat banyak kritikan masyarakat, bahkan ada unjuk rasa beberapa kelompok masyarakat dibeberapa kota di Indonesia.

Dalam Perpres ini dijelaskan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan; "Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental"

Pembinaan Dosen Pendidikan Agama Katolik Di Perguruan Tinggi Umum (PTU)

Bidang Pendidikan Tinggi, Ditjen Bimas Katolik, Kemenag RI, bekerja sama dengan Komisi Kateketik KWI menyelenggarakan pertemuan dalam rangka pembinaan dosen Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum (PTU) di hotel Aston Banua, Banjarmasin. Pertemuan dilaksanakanpada tgl 19 s.d. 22 Juli 2017 ini, dihadiri 50 peserta (dosen) dari wilayah Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Kepala Bidang Pendidikan Tinggi, Ditjen Bimas Katolik, Dr. Aloma Sarumaha dalam sambutan pembukaan acara mengharapkan para peserta dalam pertemuan ini dapat mempertajam rumusan standar isi kurikulum Pendidikan Agama Ktolik yang telah disusun bersama di Jakarta dalam koordinasi Komkat KWI bersama Ditjen Bimas Katolik. P.FX.Adisusanto, SJ yang mewakili Komkat KWI dalam sambutan menjelaskan sejarah penyususunan kurikulum kuliah Pendidikan Agama Katolik di dari masa ke masa. Kita mesti mengikuti perkembangan zaman, baik dari segi isi maupun metode. Mgr Petrus Timang, Pr, Uskup Banjarmasin di awal presentasinya mengutip perumpamaan Yesus tentang gandum dan ilalang. Gereja yang sedang kita bangun, demikian Mgr Petrus Timang merupakan pohon yang besar dan rindang, maka kita perlu menjaganya dengan baik meski menghadapi banyak tantangan.

Pesan Paus Fransiskus untuk Katekis, “Jadilah Pewarta yang Kreatif

Paus Fransiskus telah mengirimkan sebuah pesan ke Simposium Katekese Internasional yang sedang berlangsung minggu ini di Universitas Katolik Kepausan Argentina di Buenos Aires, bertemakan "Diberkatilah orang-orang yang beriman". Demikian laporan Radio Vatican (12/07/17).

Dalam pesan ke simposium tersebut, Bapa Suci mengingatkan bahwa "menjadi seorang katekis adalah panggilan pelayanan di Gereja, yang telah diterima sebagai pemberian dari Tuhan dan pada gilirannya harus ditransmisikan."

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa katekis berjalan dengan Kristus, oleh karena itu bukan orang yang memulai dari gagasan dan selera sendiri. Dia mencari Tuhan dan pencarian itu membuat hatinya berkobar.

Pater DR. Darmin Mbula, OFM; Upaya Sekolah Katolik Menangkal Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia

Pakar pendidikan Katolik di Indonesia saat ini tengah merancang sebuah pedoman yang baru bagi sekolah-sekolah untuk menangkal intoleransi dan radikalisme yang meningkat di sekolah. Panduan ini diharapkan siap dalam beberapa bulan ke depan dan diterapkan di sekolah-sekolah Katolik ketika tahun ajaran berikutnya dimulai. “Apa yang kami lakukan adalah tanggapan terhadap situasi saat ini, di mana radikalisme begitu kuat, termasuk di kalangan remaja,” kata Pastor Vinsensius Darmin Mbula, OFM, Ketua Majelis Pendidikan Katolik kepada ucanews.com, pada 10 Juli.

“Untuk membendung ini, kami yakin salah satu solusinya adalah melalui pendidikan,” katanya. Pastor Darmin merujuk pada sebuah survei Setara Institute tahun 2015 di 171 sekolah di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat yang mengungkapkan bahwa 9,5 persen siswa mendukung kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal, termasuk kelompok negara Islam yang disebut.

Katekese Paus Fransiskus; Amoris Laetitia (Sukacita kasih) dalam Keluarga

Paus Fransiskus menerbitkan Anjuran Apostolik terbaru, yang disebut Amoris Laetitia atau Sukacita Kasih. Dokumen itu menekankan pentingnya ikatan kasih sayang dalam membangun keluarga harmonis.

Paus menunjuk Uskup Agung Wina, Austria, yang orangtuanya bercerai, Kardinal Christoph Schönborn OP untuk mengumumkan anjuran apostlik itu di Vatikan pada Jumat, 8 April 2016 lalu.

Amoris Laetitia adalah rangkuman dan keputusan pada dua Sinode Para Uskup sedunia tentang keluarga di Vatikan pada 2013 dan 2015.
Dua sinode itu membahas berbagai topik sensitif soal keluarga dan perkawinan. Misalnya, sikap Gereja terhadap pernikahan pasangan yang bercerai dan isu pernikahan lagi, juga peran perempuan dan kaum awam dalam Gereja.

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS