Workshop Kurikulum 2013 Tingkat SMP Guru Agama Katolik Se-Propinsi Kalimantan Tengah Di Palangka Raya

Bimas Katolik, Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Tengah menyelanggarakan workshop selama empat hari (25 s.d. 28 Mei) di hotel Shinta Barito, Palangkaraya. Kegiatan workshop dibuka oleh Pembimas Katolik, bp. Wilhelmus Ndoa dan dihadiri sekitar 70 guru SMP mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Dalam pengarahannya, bp. Wilem menjelaskan tentang bagaimana comitmen Bimas Katolik Kalteng untuk meningkatkan guru pendidikan agama Katolik menghadapi pemberlakuan Kurikulum 2013 melalui workshop. Karena itu, demikian Pak Wilem, para guru yang datang dri berbagai kabupaten/kota di Kalteng hendaknya menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyerap apa saja yang disampaikan para narasumber.

Para narasumber yang hadir dalam workshop ini adalah tim kuriulum nasional Pendidikan Agama Katolik dari Komkat KWI, P. Leo Sugioono, MSC dan Bp. Daniel Boli Kotan. Berkaitan dengan spiritualitas guru, materinya disampaikan oleh Rm. Frans Djanu, Ketua Komkat Keuskupan Palangkarya, sekaligus Ketua STIPAS Keuskupan Palangkaraya. Sementara materi secara umum berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam pendidikan keagamaan disampaikan oleh Kepala Kanwil Agama Kalteng, bp. H. Abdul Halim H. Ahmad. Lc, MM.

Imam Besar Al-Azhar, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib : Agama-Agama Harus Bekerja Bersama untuk Perdamaian Dunia

Kantor berita Vatikan merilis konperensi pers pertemuan Imam Besar Al-Azhar Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib dengan Paus Fransiskus. Radio Vatikan dalam siarannya memberitakan bahwa Imam Besar Al-Azhar, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib, setelah bertemu dengan Sri Paus Frannsiskus mengatakan bahwa sekarang waktunya telah tiba bagi "wakil dari agama-agama ilahi" untuk secara kuat dan konkret mengubah umat manusia menuju kasih dan damai sehingga manusia dapat menghindari krisis besar yang menimbulkan penderitaan manusia sekarang ini.

Kepada perwakilan dari Radio Vatikan dan surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano hari Senin (23/5) Imam Besar dari Mesir itu menyampaikan kesannya bahwa Paus Fransiskus adalah orang yang sangat cinta damai, seorang yang mengikuti ajaran Kristen, yang merupakan agama cinta dan perdamaian, orang yang menghormati agama lain. Paus Fransiskus, menurut Imam besar dari Mesir itu adalah seorang yang juga menguduskan hidupnya untuk melayani orang miskin dan melarat, dan yang mengambil tanggung jawab untuk orang-orang pada umumnya; ia adalah seorang pertapa, yang telah meninggalkan kesenangan fana kehidupan duniawi. Semua ini adalah kualitas hidup paus Fransiskus dan oleh karena itu kami ingin bertemu beliau dalam rangka untuk bekerja sama bagi kemanusiaan dalam bidang yang lebih luas karena kita memiliki banyak kesamaan.

Untuk informasi yang lebih lengkap silahkan membaca naskah asli dari hasil konperensi pers imam besar Al-Azhar yang dirilis oleh Kantor Berita Vatikan dan disiarkan oleh radio Vatikan (23/5/16) pada halaman di bawah ini. (Daniel B. Kotan).

Paus Fransiskus Beraudensi dengan Imam Besar Al Azhar Mesir, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib; Dialog Antar Katolik - Islam untuk Perdamaian dan Keadilan di Dunia

Paus Fransiskus menerima Imam Besar Al-Azhar Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib di Vatikan.

Radio Vatikan memberitakan bahwa pada hari senin (23/5/16) Paus Fransiskus menerima Imam besar Al-Azhar, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib.

Direktur Kantor Berita Vatikan Pater Federico Lombardi SJ mengatakan bahwa pertemuan sekitar 30 menit itu "penuh persahabatan". Imam besar Mesir didampingi oleh delegasi penting, seperti: Dr. Abbas Shouman, Wakil Al-Azhar; Dr. Mahmaoud Hamdi Zakzouk, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar dan Direktur Pusat Dialog Al-Azhar; Hakim Mohamed Mahmoud Abdel Salam, penasihat Imam besar; Dr. Mohie Afifi Afifi Ahmed, sekretaris jenderal Akademi Penelitian Islam; Duta Besar Mahmoud Abdel Gawad, Penasehat Diplomatik ; Mr. Tamer Tawfik, dan Mr Ahmad Alshourbagy, Sekretaris Kedua. Delegasi didampingi oleh Duta Besar Republik Mesir untuk Tahta Suci, Mr. Hatem Seif Elnasr.

Pater Lombardi menyatakan bahwa Pertemuan Paus dan Imam besar Mesir ini dalam rangka silahturahmi dan dialog antara Gereja Katolik dan Islam.Keduanya membahas tentang komitmen bersama baik dari pemerintah maupun setiap agama besar untuk perdamaian di dunia, penolakan kekerasan dan terorisme, situasi umat Kristen dalam konteks konflik dan ketegangan di Timur Tengah dan perlindungan terhadap mereka (sumber Vatican Radio - English Section, translated by Daniel B. Kotan)

Selengkapnya silakan membaca artikel dari berita radio vatican berikut ini..

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS