Katekese Umat dan Pelajaran Agama Katolik Saling Melengkapi (bag.2 dari 2 tulisan)

  • Posted on: 4 February 2016
  • By: administrator

Materi dalam Pelajaran Agama Katolik umumnya diambil dari doktrin dan ajaran Gereja atau perikope-perikope Kitab Suci. Doktrin-doktrin dan perikope-perikope itu diproses dalam proses pembelajaran yang sedapat mungkin partisipatif dan eksploratif, supaya peserta didik dapat mengatahui dan memahaminya. Pengetahuan yang dicapai bukan saja bersifat reproduktif (mengulang apa dikatakan guru atau buku), tetapi juga produktif sebagai hasil eksplorasi peserta didik sendiri. Dalam Pelajaran Agama Katolik (PAK) dibutuhkan ketajaman penalaran.

Peran Katekese Umat dan Peran Pelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah (bag.1)

  • Posted on: 3 February 2016
  • By: administrator

Dalam kehidupan bergereja dan karya pastoral, kita memiliki rupa-rupa corak perwataan yang dapat membuat Gereja kita bergerak maju dengan cepat. Kita memiliki rupa-rupa corak pewartaaan seperti: katekese, kotbah, homili, pendalaman dan sharing Kitab Suci, sampai kepada berteologi dan sebagainya.

Dalam berkatekese saja, kita memiliki rupa-rupa pola, antara lain pola katekese pelajaran iman atau pelajaran agama, yang umumnya dijalankan di sekolah-sekolah atau diparoki-paroki, misalnya dalam rangka persiapan penerimaan sakramen-sakramen. Sementara itu kita memiliki pula pola katekese sebagai komunikasi iman, yang di kembangkan sejak PKKI pertama (1977) di Sandanglaya.

Selengkapnya baca tulisan Rm. Yosep Lalu, Pr (alm) tentang "Peran Katekese Umat dan Peran Pelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah" yang kami angkat dalam dua edisi terbitan (Daniel B.Kotan - editor).

Ekaristi, Roti Harapan, Roti untuk Kaum Miskin, Roti Dialog, Roti untuk Misi

  • Posted on: 2 February 2016
  • By: administrator

Selain menyamakan Kongres Ekaristi Internasional ke-51 di Cebu, Filipina, dengan perjumpaan para murid perdana dengan Kristus yang Bangkit, pernyataan akhir kongres yang dikeluarkan oleh Uskup Agung Cebu Mgr Jose Palma, tanggal 30 Januari 2016, juga berisi bagian-bagian dengan judul “Roti harapan,” “Roti untuk Kaum Miskin,” “Roti Dialog” dan “Roti untuk Misi” yang dibacakan dalam bahasa Perancis, Spanyol, Inggris dan Cina.

Peserta menyatakan bahwa sebagai murid-murid Tuhan Yesus Kristus, yang berkumpul untuk merayakan Kongres Ekaristi Internasional itu sejak tanggal 24 hingga 31 Januari 2016 itu “sekarang menghidupkan kembali pengalaman indah dua murid dari Emaus.”
Mereka juga yakin bahwa Roh Kudus mengutus mereka untuk pergi memberitakan kisah Yesus. “Kongres ini sama dengan pertemuan murid-murid perdana ketika mereka dengan sukacita berbagi cerita-cerita tentang bagaimana masing-masing mereka berjumpa dengan Tuhan yang Bangkit dalam Injil dan dalam Pemecahan Roti,” lanjut pernyataan seraya menjelaskan satu per satu roti itu.

Paus Fransiskus Minta Maaf Atas Perilaku Katolik Yang Belum Cerminkan Nilai-Nilai Injil

  • Posted on: 29 January 2016
  • By: administrator

Dalam doa malam ekumene di Basilika Kepausan Santo Paulus di Luar Tembok 25 Januari 2016, yang menandai berakhirnya Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani, Paus Fransiskus meminta maaf atas perilaku umat Katolik terhadap umat Kristen dari Gereja-Gereja lain.

Dalam Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman (Belas Kasihan) ini, kata Paus, “marilah mengingat bahwa tak seorang pun bisa mengupayakan persatuan sejati umat Kristiani tanpa sepenuhnya mempercayakan diri mereka kepada belas kasihan Bapa. Yang terpenting, marilah meminta pengampunan atas dosa perpecahan kita, yang merupakan luka terbuka di Tubuh Kristus.” Sebagai Uskup Roma dan Pastor Gereja Katolik, lanjut Paus, “saya ingin meminta belas kasihan dan pengampunan atas perilaku umat Katolik terhadap umat Kristen dari Gereja-Gereja lain yang belum mencerminkan nilai-nilai Injil.”

Selain itu, kata Paus, “saya mengajak semua saudara-saudara Katolik untuk memaafkan umat Kristen lain yang mungkin telah menyakiti hati mereka baru-baru ini atau di masa lalu. Kita tidak bisa menghapus apa yang telah terjadi tetapi hendaknya kita tidak membiarkan berat kesalahan masa lalu terus mencemari hubungan kita. Kerahiman Allah akan memperbaharui hubungan kita.”

Workshop Kurikulum 2013 di STP St. Bonaventura Medan

  • Posted on: 26 January 2016
  • By: administrator

Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Medan bekerja sama dengan Komisi Kateketik KWI, Jakarta mengadakan workshop Kurikulum 2013 bagi para mahasiswa di kampus tersebut.
Rektor STP St. Bonaventura, Fr. Tugas Ginting,OFMConv.,S.Pd, MA.Pas dalam sambutan pada pembukaan workshop menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi para mahasiswa calon katekis dalam tugas mengajarnya di sekolah. Mahasiswa harus memiliki dasar pemahaman yang baik tentang kurikulum 2013, khususnya untuk matapelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Karena itu kehadiran narasumber dari Komkat KWI sebagai penyusun kurikulum nasional merupakan berkat bagi STP, karena itu mahasiswa hendaknya memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini.

Kegiatan workshop berlangsung dari tgl. 25 s.d 27 Januari 2016 di kampus STP Bonaventura Delitua Medan. P. Leo Sugiyono MSC dan Bp. Daniel Boli Kotan yang hadir sebagai narasumber memberikan materi seputar kurikulum 2013, yaitu tentang filososi kurikulum 2013, desain kurikulum, penilaian hasil belajar dan penyusunan rencana pembelajaran. Peserta dibagi dalam sepuluh kelompok untuk menyusun RPP dan selanjutnya dipresentasikan dalam pleno.

Pages