Kontekstualisasi Berkatekese

Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM (Ketua Komkat KWI)

Konstektualisasi Katekese adalah usaha – usaha menghidupkan pribadi Yesus Kristus dan ajaran-Nya (mengaktualkan Yesus Kristus), bagaimana membuat orang sekarang ini menyakini bahwa Yesus membawa kebenaran, kebaikan dan keindahan hidup kepada semua manusia sepanjang masa (kita dan bangsa Indonesia). Permasalahan yang dihadapi sekarang“Apakah umat Katolik sebagai pelaku aktif Katekese mau membangun hidupnya untuk tujuan mewujudkan hidup bangsa dan masyarakat Indonesia berdasarkan kepercayaan akan Yesus Kristus”?. Untuk itu dalam rubrik kali ini akan sekilas melihat tentang Katekese Kebangsaan sebagai Konstualisasi Katekese untuk menjawab permasalahan tersebut.

Soal Berkatekese

Katekese Paus Fransiskus: Kekudusan Berarti Mencintai

Tuhan memanggil semua orang Kristen menjadi orang suci – bukan menjadi orang kudus yang pasif, tetapi orang-orang nyata yang menyediakan waktu berdoa dan menunjukkan perhatian penuh kasih kepada orang lain dengan tindakan yang paling sederhana, kata Paus Fransiskus dalam dokumen barunya tentang kekudusan.
“Jangan takut pada kekudusan. Itu tidak akan menghilangkan energi, vitalitas, atau kegembiraan Anda,” tulis Bapa Suci dalam Gaudete et Exsultate (Bersukacita dan bergembiralah), nasehat kerasulannya tentang “panggilan menuju kekudusan di dunia saat ini.”

Paus Fransiskus menandatangani ekshortasi apostoliknya pada 19 Maret, bertepatan dengan Pesta Santo Joseph, dan Vatikan merilisnya pada 9 April.
Banyak bagian dari dokumen itu ditulis dengan kata ganti orang kedua, berbicara langsung kepada individu yang membacanya.
“Dengan anjuran apostolik ini saya ingin menekankan terutama pada panggilan untuk kekudusan yang Tuhan sampaikan kepada kita masing-masing, panggilan yang dia juga alamatkan, secara pribadi, kepada Anda,” tulisnya pada bagian awal.

Katekese Paus Fransiskus pada Pesan Paskah 2018 bagi Kota dan Dunia (Urbi et Orbi)

Saudara dan saudari terkasih, Selamat Hari Paskah!

Yesus bangkit dari kematian!

Pesan ini bergema di Gereja di seluruh dunia, bersama dengan nyanyian Alleluia: Yesus adalah Tuhan; Bapa telah membesarkannya dan dia tinggal selamanya di tengah-tengah kita.
Yesus telah menubuatkan kematian dan kebangkitan-Nya dengan menggunakan gambaran (analogi-red) gandum. Dia berkata: “Kecuali sebutir gandum jatuh ke bumi dan mati, itu tetap sendirian; tetapi jika ia mati, ia menghasilkan banyak buah ”(Yoh. 12:24). Dan inilah tepatnya yang terjadi: Yesus, biji gandum yang disemai oleh Allah di dalam alur-alur bumi, mati, dibunuh oleh dosa dunia. Dia tinggal dua hari di dalam makam; tetapi kematiannya mengandung kasih Tuhan dalam segala kekuatannya, dilepaskan dan dimanifestasikan pada hari ketiga, hari yang kita rayakan hari ini: Paskah Kristus Tuhan.

Pesan Paskah, Paus Fransiskus 2018: Doakan Perdamaian di Korea dan Suriah

Pada Minggu (1/4/2018), umat Kristen di seluruh dunia memperingati kebangkitan Yesus Kristus, tak terkecuali pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus.
Setiap tahun, puluhan ribu orang memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dan jutaan orang menyaksikan pidatonya yang disiarkan langsung ke seluruh dunia. Setiap tahun pula, Paus memberikan pesan Paskah yang disoroti global.

Pesan Paskah tahun ini, Paus Fransiskus tak hanya mendesak agar konflik di Suriah dapat segera diakhiri. Dia juga mendoakan perdamaian di Semenanjung Korea yang saat ini mengalami perkembangan menuju ke arah yang lebih baik.

"Diskusi yang sedang berjalan dapat memajukan perdamaian dan harmoni di kawasan itu," ucapnya.

"Semoga mereka yang bertanggung jawab dapat bertindak dengan kebijaksanaan dan ketajaman untuk medukung kebaikan rakyat Korea dan membangun kepercayaan dengan komunitas internasional," katanya.

Seperti diketahui, sejak perhelatan Olimpiade Musim Dingin pada Februari lalu, hubungan antara Korea Selatan dan Utara mulai menemui titik terang.

Minggu Palma: Mengenangkan Sengsara Tuhan

Pada Hari Minggu Palma ini, kita bersukacita untuk merayakan suatu peristiwa penting: Yesus memasuki kota Yerusalem dengan jaya! Minggu Palma menjadi tanda dimulainya Pekan Suci, yaitu pekan yang penuh dengan kesengsaraan dan penderitaan. Arak-arakan Yesus memasuki kota Yerusalem hanyalah bagian kecil yang mengawali kisah sengsara-Nya.

Sebuah Kisah Kehidupan

Tags: 

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS