Kurikulum Disempurnakan

Jakarta, KOMPAS – Kurikulum 2013 yang akan berlaku serentak bagi semua jenjang pendidikan mulai tahun ajaran 2014/2015 tidak akan diubah atau dibongkar. Namun Kurikulum 2013 yang digagas sejak tahun 2013 itu akan disempurnakan. Itu sesuai dengan janji Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Teologi Sukses

Apa yang disebut “Teologi Sukses”, seringkali juga disebut “Teologi Keberhasilan” atau “Teologi Kemakmuran”, kiranya belum banyak bergema di lingkungan internal Gereja Katolik. Teologi ini lebih populer di kalangan Kristen non-Katolik, khususnya denominasi-denominasi baru. Namun, tidak dapat diandaikan bahwa semangat, daya tarik dan pengaruh teologi ini belum menyentuh lingkungan Katolik. Oleh karena itu, umat Katolik juga perlu mendapatkan informasi sekitar paham teologis ini. Dalam bahasa Indonesia terdapat sejumlah tulisan tentang teologi ini, a.l. Andi Halim, “Teologi Keberhasilan dan Kemakmuran”, dlm. Pelita Zaman, vol. 6, no. 1, 1991:23-33; Herlianto, “Teologi Sukses”, Sahabat Awam, no. 16, Bandung, 1990; Cornelius Kuswanto, “Teologi Kemakmuran-Menjatuhkan Iman, Teologi Salib-Menguatkan Iman”, dlm. Pelita Zaman, vol. 6, no. 1, 1991: 9-22. Di sini rujukan utama kita ialah buku Ir. Herlianto, M.Th., Teologi Sukses; Antara Allah dan Mamon, cetakan ke-5, (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2006). Teologi pada hakekatnya adalah refleksi iman. Pertanyaan mendasar yang perlu diajukan ialah, sejauh mana aliran teologis ini memiliki dasar-dasar refleksi iman yang sahih? Khususnya, sejauh mana teologi ini mempunyai landasan Kitab Suci yang benar?

Hari Studi Para Uskup: Mencari Bentuk Ideal Gereja Masa Kini

HAKIKAT dan model Gereja merupakan dua hal yang berbeda. HakIkat Gereja yang menjalankan perutusan dan misi menjadi hal yang sama untuk Gereja Katolik sedunia. Tetapi mengenai wajah atau model Gereja adalah khas/unik untuk setiap Gereja lokal. Maka yang menjadi sentral diskusi para uskup di hari yang ketiga ini adalah mencermati mengenai model Gereja ideal untuk Gereja Katolik Indonesia dan bagaimana itu diterapkan dalam konteks keuskupan.

Dinamika Hari Studi

Sejak hari pertama, para Bapak Uskup tanpa henti berkutat dalam berbagai sesi demi sesi dinamika hari studi. Tahun 2014 ini, tema hari studi yang digarap berpusat pada masalah teologi. Berkaitan dengan itu, para uskup dengan tekun mendengarkan masukan dari narasumber yang kompoten di bidangnya. Kegiatan hari studi para uskup ini dikemas secara dinamis, dimana para uskup tidak hanya menjadi pendengar yang pasif tetapi juga aktif bertanya dan terlibat dalam diskusi. Setiap sesi mengikuti dinamika yang sama: presentasi, tanya jawab, diskusi kelompok dan kemudian presentasi hasil diskusi kelompok.

Dua teolog, 2 suster, 1 pakar muslim dan Kelompok Sant’Egidio

Sinode Luar Biasa “Tantangan Pastoral Keluarga Dalam Konteks Evangelisasi”

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Ignasius Suharyo, PR menghadiri Sinode Luar Biasa “Tantangan Pastoral Keluarga Dalam Konteks Evangelisasi” di Roma pada tanggal 5-19 Oktober 2014. Berikut ini adalah catatan dan Kesan, Ketua Presidium KWI, peserta ex officio Sinode Luar Biasa tersebut.

Laporan (lengkap) Komisi Kateketik KWI Pada Sidang Sinodal KWI 2014

I.PENDAHULUAN

Sebagaimana dimaksudkan dalam Direktorium Anggaran Rumah Tangga KWI, tujuan dari keberadaan Komisi Kateketik KWI adalah membantu Waligereja membuat kebijakan dalam bidang katekese dan merencanakan, melaksanakan serta mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan kateketik pada tingkat nasional. Kemudian fungsinya: memantau dan mempelajari situasi masyarakat sebagai konteks katekese, menggalakkan kegiatan katekese, membangun kerjasama, mengadakan kunjungan ke daerah, memikirkan dan mengusahakan kesejahteraan para katekis, memprakarsai lokakarya dan pertemuan kateketik, penerbitan buku dan mendokumentasikan hasil-hasil kegiatan.

Sambutan Mgr. Ignatius Suharyo dalam rangka Ulang Tahun ke-90 KWI

Saudara-saudari terkasih,
Tahun 2014 ini Konferensi Waligereja Indonesia genap berusia 90 tahun.
Dalam rubrik “JEJAK” yang secara khusus dihadirkan kepada umat, terlebih para pembaca setia Mingguan Hidup Katolik, saya sebagai Ketua KWI ingin menyampaikan beberapa hal menggembirakan yang merupakan buah perjumpaan para Bapak Uskup (yang disebut “Waligereja”) di Indonesia ini.

Saya ingin mengungkapkan empat poin kegembiraan sehubungan dengan persaudaraan para Uskup, lalu hubungan KWI dengan saudara-saudari agama lain dan dengan Gereja lain, serta terakhir hubungan KWI dengan Pemerintah Indonesia. Mungkin dalam ungkapan kegembiraan ini terselib juga satu dua hal yang merupakan ungkapan keprihatinan.

Pages