Mengapa Allah Mau Menjadi Manusia?

Kisah Natal: Seorang pria dan burung-burung

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sungguh-sungguh tidak percaya. "Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. "Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "
Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."

Kehadiran Bunda Maria di Meksiko gegerkan jutaan orang

Ratusan pengunjung berdatangan ke kota kecil Pocboc, Meksiko, untuk melihat pohon yang dipercaya memunculkan keajaiban Natal. Pasalnya, pada batang pohon terlihat penampakan sosok Bunda Maria.
Rupa pada batang pohon itu mirip dengan beberapa representasi Bunda Maria dengan posisi kepala sedikit miring ke samping.

“Saya bekerja di sini selama 18 tahun dan selalu mengambil rute ini, dan saya bisa meyakinkan bahwa gambar itu tidak ada sebelumnya,” kata Donna Lidia, wanita lanjut usia yang menemukan pertama kali sosok tersebut.

Donna mengaku memberi tahu tetangga mengenai kabar itu, kemudian kabar menyebar dengan cepat. Sekarang pengunjung menempatkan lilin dan bunga di kaki pohon untuk beribadah.
Meskipun banyak yang percaya bahwa gambar itu muncul tiba-tiba, ada pula yang menganggap sebagai pola lingkaran pohon alami.

“Bagi saya itu keajaiban. Saya percaya bahwa Tuhan mengutus memberikan berkat-Nya sehingga akan mengakhiri penderitaan,” kata Maria del Rosario, warga Pocboc yang lain.
Sebelumnya, November lalu, warga Polk City melaporkan telah menyaksikan rupa yang lebih besar dari Bunda Maria pada batang pohon di sepanjang jalan raya, demikian dilansir Foxnews, Selasa (16/12/2014). (Foxnews/okezone)

Panorama Kurikulum Pendidikan di Indonesia dari waktu ke waktu

Kurikulum merupakan dasar dan pedoman dalam menjalankan sistem pendidikan nasional. Sepanjang usia kenegaraan, Indonesia pun telah memiliki 10 kurikulum pendidikan.
Dikutip dari laman Ditjen Dikti Kemendikbud, Senin (15/12/2014), perubahan kurikulum itu terjadi pada 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 1999, 2004, 2006 dan 2013. Perubahan ini sendiri merupakan keniscayaan sebagai konsekuensi perubahan zaman. Faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut berasal dari internal Indonesia seperti sistem politik, sosial budaya, ekonomi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Selain itu, faktor eksternal seperti tingkat daya saing antarnegara juga turut menentukan arah kurikulum pendidikan nasional.

Sikap Gereja Katolik Tentang Hukuman Mati Terpidana Narkoba

Jakarta,HarianTerbit- Gereja Katolik Indonesia mengecam sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak grasi yang diajukan 64 terpidana mati kasus narkotika dan obat terlarang (narkoba). Pastor Siswantoko Pr dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan setidaknya ada lima alasan Gereja Katolik menolak hukuman mati. "Alasan pertama, siapa pun tidak punya hak mencabut nyawa orang lain karena hidup adalah anugerah dari Tuhan dan hanya Tuhan-lah yang berhak mencabutnya," kata Pastor Siswantoko yang akrab disapa Romo Koko dalam jumpa pers di kantor KWI, Cikini, Jakarta Pusat, Senin.

Keluarga adalah Istana Allah

Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga” merupakan tema Natal tahun 2014 ini: “Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku” (Imamat 26:12). Sebagai tempat perjumpaan dengan Allah, keluarga adalah tempat yang kudus, Istana Allah, Gereja sejati. Karena merupakan tempat kudus Allah, keluarga merupakan tempat penyembahan kepadaNya dan saluran berkat-Nya. Tuhan dalam Perjanjian Lama telah mengatakan tentang berkat di dalam rumah-Nya : “Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu” (Ulangan 12:7). Kasih dalam keluarga merupakan wujud nyata dari berjumpa dengan Allah karena Allah adalah kasih: “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia ”(1 Yoh 4:16). Kasih terungkap dalam tindakan saling memperhatikan, saling menolong, saling memaafkan, dan meneguhkan. Ketika kasih mewarnai keluarga, kehadiran Allah terjadi di tempat itu. Kehadiran Allah dalam kasih membuat anggotanya rindu untuk berjumpa satu sama lain setiap saat. Kerinduan untuk senantiasa berjumpa dalam keluarga menandakan kasih Allah telah hidup di dalamnya.

Momentum Revisi Serius Kurikulum 2013

JAKARTA, KOMPAS.com - Penundaan penerapan Kurikulum 2013 menjadi momentum untuk merevisi sungguh-sungguh kurikulum itu. Ibarat bangunan, struktur Kurikulum 2013 kurang kokoh meskipun visi kurikulum tersebut dinilai sudah tepat. Perbaikan diharapkan tidak hanya terkait implementasi, tetapi juga pada substansi.
Kekurangan dalam Kurikulum 2013 alias K-13 menunjukkan penyusunan yang terburu-buru dan paralel demi menyingkat waktu. Idealnya, butuh tiga hingga lima tahun untuk menggodok, mengevaluasi, dan memberlakukan sebuah kurikulum.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebelumnya memutuskan menerapkan Kurikulum 2013 di 6.221 sekolah. Sisanya kembali melaksanakan Kurikulum 2006. Dalam Peraturan Mendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013, yang ditandatangani pada 11 Desember 2014, disebutkan, satuan pendidikan dasar dan menengah dapat melaksanakan Kurikulum 2006 paling lama sampai tahun ajaran 2019/2020.

Pages