Sinode Para Uskup Tentang Kaum Muda di Vatikan: Kami Tidak Percaya pada Tuhan “Google”

Foto: Paus Fransiskus bersama para uskup dalam Synode untuk Kaum Muda

Hari ini (Rabu 10/10/18) di Sinode Para Uskup tentang Pemuda sejumlah intervensi dilakukan yang menyoroti konteks sosial di mana kaum muda mencoba untuk menjalankan iman mereka.
Prefek Vatikan Dicavorery untuk Komunikasi, Mr Paolo Ruffini, memulai briefing pers Sinode hari ini dengan laporan yang menguraikan berbagai intervensi yang dibuat di ruang sidang umum Synod. Para uskup telah mulai mengerjakan bagian kedua Instrumentum Laboris, menganalisis konteks di mana orang muda menemukan diri mereka hari ini.

Mr Ruffini juga mengklarifikasi fakta bahwa para uskup Cina tidak akan tinggal untuk seluruh Sinode. Mereka sudah ada perjanjian sebelumnya sebelum mereka diundang ke Sinode.

Intervensi

Katekese Paus Fransiskus: Sambut Kehidupan sebagai Anugerah Tuhan

Paus Fransiskus menyapa para peziarah di Lapangan Basilika St Petrus saat audensi umum mingguan (Rabu 10/09/18). )

Paus Fransiskus berkatekese tentang Perintah Allah dalam Audiensi Umumnya hari Rabu (10/9/18). D hadapan ribuan umat dan para pengunjung lainnya di lapangan Basilika St Petrus, Vatikan, Roma, Paus Fransiskus menjelaskan bahwa menyambut hidup sebagai hadiah, Tuhan memperbaiki visi kehidupan yang ditafsirkan sebagai masalah yang harus dihilangkan. Demkian laporan yang disampaikan oleh Sr Bernadette Mary Reis, FSP, dalam vaticannews.va.

Pada audensi Umum itu , Paus Fransiskus merenungkan Perintah Allah Kelima: Anda tidak boleh membunuh. Ketika hidup disambut sebagai hadiah dari Tuhan, katanya, visi menafsirkan kehidupan melalui lensa menghilangkan masalah dapat diperbaiki.

Nilai hidup
Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan 11: 24-26 memberikan inspirasi untuk pernyataan Paus. Paus Fransiskus menegaskan kembali bahwa Perintah Kelima itu ringkas dan langsung ke intinya. Ini adalah "dinding pertahanan untuk nilai dasar dalam hubungan manusia: nilai kehidupan", katanya.

Persiapan USBN Pendidikan Agama Katolik Tahun 2019

Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di sekolah menjadi salah satu mata pelajaran yang diuji secara nasional atau disebut Ujuan Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pada tahun ajar 2017/2018, USBN Pendidikan Agama dilaksanakan pada jenjang Pendidikan SMP dan SMA, sementara untuk SD tidak jadi dilaksanakan karena masalah ketidaksiapan soal ujian dari beberapa agama yang lain. Untuk Agama Katolik sendiri pada saat itu sudah siap.

Bimtek Kurikulum 2013 di Kesuskupan Agats - Asmat, Papua

Komisi Kateketik Keuskupan Agats bekerja sama dengan Komisi Kateketik KWI, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 bertempat di aula SMP Katolik Yohanes Paulus, kota Agats, kabupaten Asmat, Propinsi Papua. Kegiatan berlangsung dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September. Peserta Bimtek sebanyak 42 orang guru mapel Pendidikan Agama Katolik. Para guru atau katekis ini datang dari berbagai desa di kabupaten Asmat menggunakan speedboat atau biasa sebut ojek fiber melalui sungai-sungai di Asmat.

Pertemuan Komisi Kateketik Regio Nusa Tenggara Ke XXXVII: “Spiritualitas Pewarta Sabda di Era Digital"

Komisi Kateketik Regio Nusa Tenggara (KOMKAT NUSRA) mengadakan Pertemuan Tahunan ke XXXVII di Katiku Loku- Sumba dari tanggal 21-24 Agustus 2018. Pertemuan ini diikuti oleh 112 peserta, terdiri dari Para Ketua dan utusan Komkat Keuskupan Se-Regio Nusra (Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula dan Keuskupan Denpasar) sejumlah 12 orang, sedangkan Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Ruteng berhalangan hadir. Komkat Keuskupan Weetebula selaku tuan rumah menghadirkan para Katekis sebanyak 88 orang dan dari unsur Kementerian Agama dari 4 Kabupaten sejumlah 12 orang. Dari Komkat KWI hadir Sekretaris Eksekutif Komkat KWI, Rm. Leo Sugiyono, MSC dan staf Komkat KWI: Bapak Agustinus Didiek Dwinarmiyadi dan Bapak Daniel Boli Kotan.

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS