Barnabas Sarikromo; Katekis Pertama di Pulau Jawa

Sejarah keberadaan Sendangsono tak bisa dilepaskan dari sosok bernama Barnabas Sarikromo. Keberadaan pribumi Jawa yang dianggap sebagai katekis pertama itu nampak pada kuburannya yang terletak paling menonjol di komplek kuburan yang menyatu di peziarahan itu.
Siapakah Sarikromo, dan apa peranannya dalam sejarah misi Katholik di pulau Jawa itu?

PERTAPA YANG TEKUN.

Akhir abad 19, di dusun Kajoran, Desa Semagung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Jogyakarta, tersebutlah seorang tokoh pertapa sakti bernama Sarikromo. Sebagai seorang abangan (tidak menganut ajaran salah satu agama) Sarikromo gemar berguru kepada banyak orang pintar untuk menimba Ilmu kebatinan, yang mengarah pada sejatining urip (hidup sejati) menurut versi dan pengertian masyarakat desa saat itu. Salah satu cara yang ditempuh untuk mencapai kesempurnaan ilmu tersebut, dilakukan dengan cara laku tapa (bersemedi) di tempat-tempat sepi yang oleh kebanyakan orang dianggap wingit (angker).

Panggilan Gereja Berkatekese Sesuai Tuntutan Zaman

Artikel tentang "Panggilan Gereja Berkatekese Sesuai Tuntutan Zaman" ini telah dipresentasikan oleh ketua KomKat KWI, Mgr. John Liku Ada' pada pertemuan para dosen Kateketik STFT, STIPAS, dan Prodi Kateketik pada Universitas Katolik dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan se-Indonesia pada bulan Oktober 2014 di puri Avia - Bogor. Mgr. John, yang juga sebagai Uskup Agung Keuskupan Agung Makasar menegaskan bahwa pertemuan para dosen pemangku matakuliah kataketik merupakan salah satu tindak-lanjut dari amanah “Pesan Pastoral Sidang KWI 2011 tentang Katekese” dan “Hasil Akhir dan Rekomendasi PKKI X, 2012” yang bertemakan “KATEKESE DI ERA DIGITAL; Peran Imam dan Katekis dalam Karya Katekese Gereja Katolik Indonesia di Era Digital”.

Dalam pengantar makalahnya , Mgr. John menandaskan bahwa sebelum kita bicara mengenai arah dasar katekese, kita secara sepintas akan belajar dari sejarah menyangkut problem insignifikansi internal dan irrelevansi eksternal Gereja. Selanjutnya, pada langkah berikut kita akan mencoba belajar dari empat tahap pembinaan iman Gereja Perdana. Akhirnya, tidak dapat tidak kita harus berbicara mengenai peran imam dan katekis dalam karya katekese. Berikut artikel selengkapnya! (Admin)

Tags: 

Renungan Hari Minggu Prapaskah III: KENISAH

Bacaan I : Kel 20:1-7
Bacaan II : 1 Kor 1:22-25
Bacaan Injil : Yoh 2:13-25

Akhir-akhir ini, kalau kita mendengar bahwa ada kerusuhan merebak di suatu tempat di Tanah Air ini dan kita mendengar ada gereja yang di bakar atau di lempari atau dirontokkan, hati kita merasa galau dan sedih. Bukan karena bangunan-bangunan gereja itu telah menjadi puing, tetapi terlebih karena kita merasa bahwa ada sekelompok umat kristiani yang disimbolkan oleh gereja itu, telah menjadi sasaran kebencian dan penghinaan.

Tentu saja kita merasa lebih sedih dan galau lagi kalau dalam kerusuhan itu ada anggota umat kita yang dibantai atau diperkosa secara keji seperti yang terjadi pada tanggal 14-15 Mei dua tahun lalu di Jakarta itu. Kita merasa gereja dan umat Allah diporakporandakan dan dicemarkan secara keji.

Tags: 

Paus Fransiskus kembali ke Vatikan setelah menjalani latihan rohani

Paus Fransiskus menyelesaikan Latihan Rohani atau Retret Prapaskah di pagi hari tanggal 27 Februari 2015 bersama bersama dengan anggota-anggota Kuria Romawi.
Pada akhir retret itu, Bapa Suci mengucap syukur untuk lima hari retret itu. “Atas nama semua orang, dan saya sendiri, saya ingin bersyukur kepada Bapa, untuk karya-Nya di antara kita di sini selama Latihan Rohani,” kata Paus.

“Memang tidak mudah memberikan Latihan Rohani untuk para imam! Meski sedikit rumit, kita semua telah mampu menanam benih. Semoga Tuhan membuat benih-benih yang Dia berikan kepada kita ini bertumbuh. Dan saya berharap agar saya, dan saya berharap kita semua keluar dari sini dengan sepotong kecil jubah Elia, di tangan dan di dalam hati. Terima kasih.”

Latihan Rohani berlangsung lagi tahun ini di rumah retret Casa Divin Maestro, yang terletak di kota Ariccia, Roma. Retret ini dipimpin oleh Pastor Bruno Secondin, yang memberikan renungan dengan tema “Pelayan-Pelayan dan Nabi-Nabi dari Allah yang hidup.”

Bapa Suci meninggalkan rumah retret itu setelah Misa pagi dan sarapan. Paus kembali ke Vatikan bersama anggota Kuria Romawi dengan menaiki bus yang membawa mereka ke sana di hari Minggu, 22 Februari 2015.

Pelayanan Katekese Dalam Gereja Partikular Dan Para Pelaksananya

Gereja sebagai tempat berkatekese. Berkaitan dengan hal tersebut kami (redaksi/admin) mengutip secara utuh artikel-artikel dari dokumen Gereja; “Petunjuk Umum Katekese” yang dikeluarkan oleh Kongregasi untuk Imam pada tahun 1997 di Vatikan. Angka-angka pada awal paragraf merupakan nomor-nomor artikel dokumen sesuai aslinya. Kutipan dokumen ini mulai artikel 217 s.d. 232.

Tags: 

Renungan Hari Minggu Prapaskah II: Yesus di atas gunung

Bacaan I : Kej 22:1-2a.9a.10-13.15-18
Bacaan II : Rom 8:31b-34
Bacaan Injil : Mrk 9:2-10

Tiga penginjil sinopsis mengisahkan tentang Yesus yang nampak mulia di atas gunung Tabor. Peristiwa itu rupanya sangat mengesankan. Petrus, Yohanes dan Yakobus menyaksikan bagaimana wajah Yesus berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Mereka menyaksikan Yesus berbincang-bincang dengan tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Musa dan Elia. Mereka merasa seperti di surga, sehingga Petrus dalam ketidak-sadarannya memohon kepada Yesus supaya mereka tetap tinggal di atas gunung Tabor itu dalam keadaan mulia dan bahagia. Petrus mengusulkan supaya ia dan kedua murid lainnya mendirikan tiga kemah di atas gunung itu, satu untuk Tuhan, satu untuk Musa dan satunya untuk Elia. Ia sampai lupa bahwa mereka juga membutuhkan kemah-kemah!

Apakah Tuhan meluluskan permintaan Petrus??

Ternyata tidak!

Tags: 

Pages