Renungan Hari Minggu Paskah IV: Gembala yang Baik

Bacaan I : Kis 4:8-12a
Bacaan II : Yoh 3:1-2
Bacaan Injil: Yoh 10:11-18

Dalam dunia Islam ada ceritera-ceritera sufi yang menarik tentang kepemimpinan yang ideal. Salah satu ceritera tentang kepemimpinan ideal adalah ceritera tentang kepemimpinan khalifah Umar bin Khatab.

Diceriterakan bahwa khalifah Umar adalah seorang pemimpin yang sangat dekat dengan rakyatnya. Ia sering berkeliling negeri untuk melihat dan mendengar dari dekat mengenai keadaan rakyat dan umatnya.

Pada suatu malam ia berjalan-jalan di kota Baghdad. Pada suatu sudut jalan dipinggiran kota ia melihat sebuah gubuk reot. Dari luar gubuk itu dapat dilihat kelap-kelip cahaya api dari pertungkuan lewat celah-celah dindingnya. Sementara itu khalifah Umar mendengar tangis seorang anak kecil yang berkepanjangan, yang selalu diselingi oleh suara seorang wanita, mungkin ibu anak itu, yang berkata: “Sabar nak, sebentar lagi akan masak!”

Tags: 

Revisi Kurikulum 2013 Dimulai

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no. 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum 2013 yang diawali dengan surat edaran Mendikbud no. 179342/MPK/KR/2014, kepada seluruh kepala sekolah tanggal 5 Desember 2014. Alasannya adalah adanya banyak pro-kontra terhadap kurikulum 2013.

Oleh karena itu pada tahun pelajaran 2015 diberlakukan dua jenis kurikulum yaitu kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Pemberlakuan Kurikulum 2013 hanya pada sekolah sasaran pertama dan sekolah lain yang memenuhi kriteria. Dalam penarikan kurikulum 2013, Pusat Kurikulum dan Perbukuan melakukan evaluasi dan penyempurnaan seluruh bagian dari kurikulum 2013 dan menyiapkan sekolah untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 sebab didalam Permendikbud no.160 tahun 2014 mewajibkan pemberlakun kurikulum 2013 paling lama tahun ajaran 2019/2020.

Sejalan dengan hal ini, Badan Penelitian dan Pengembangan - Kemendikbud telah mengumpulkan semua masukan dari publik pemangku kepentingan dan mengelompokkannya dalam berbagai komponen pemetaan aspek penyempurnaan kurikulum 2013 yang dilaksanakan pada tahun 2015.

Buku Statistik Gereja menyebut jumlah umat Katolik meningkat

Menurut Annuarium Pontificium (Buku Tahunan Kepausan) 2015 dan Annuarium Statisticum Ecclesiae (Buku Tahunan Statistik Gereja) 2013 yang dikeluarkan di Vatikan tanggal 16 April 2015 pagi, masing-masing memperlihatkan beberapa aspek baru dalam kehidupan Gereja sejak Februari 2014 hingga Februari 2015, dan perubahan yang terjadi tahun 2013.
Statistik yang mengacu tahun 2013, menunjukkan dinamika Gereja Katolik di 2989 yuridiksi gerejawi di dunia. Dapat terlihat dalam periode ini satu keuskupan dan dua eparki (keuskupan untuk Katolik Timur) ditingkatkan menjadi tahta metropolitan. Juga didirikan tiga tahta episkopal baru, tiga eparki dan satu eksarkat episkopal agung (semuanya untuk Katolik Timur), serta satu prelatur teritorial ditingkatkan menjadi keuskupan, dan satu prefektur apostolik menjadi vikariat apostolik.
Sejak tahun 2005, jumlah umat Katolik di seluruh dunia meningkat dari 1.115.000.000 menjadi 1.254.000.000, meningkat 139 juta umat. Dalam dua tahun terakhir, umat Katolik yang dibaptis meningkat dari 17,3% menjadi 17,7%.

Paus imbau masyarakat internasional cepat selamatkan kaum migran

Paus Fransiskus mengimbau masyarakat internasional agar bertindak cepat dan tegas untuk menghindari lebih banyak tragedi yang mengorbankan kaum migran yang sedang mencari kehidupan yang lebih baik.

Jeritan sepenuh hati dari Bapa Suci kepada dunia itu disampaikan setelah terdengar berita tenggelam kapal nelayan yang membawa kaum migran di Laut Mediterania, tanggal 18 April 2015. Dikhawatirkan bencana itu menewaskan 700 orang. Polisi perbatasan Italia telah menyelamatkan 28 orang dan baru menemukan 24 mayat.

Setelah memberikan sambutan Regina Coeli (Ratu Surga) tangga 19 April 2015, Paus Fransiskus memimpin ribuan orang untuk berdoa Salam Maria bagi mereka yang mungkin meninggal itu di lepas pantai Libya itu.

“Mereka adalah pria dan wanita sama seperti kita, saudara-saudara kita yang sedang mencari kehidupan yang lebih baik, karena kelaparan, dianiaya, dilukai, dieksploitasi, para korban perang. Mereka sedang mencari kehidupan yang lebih baik,” kata Paus seraya mengungkapkan rasa sakit sepenuh hati dan berjanji mengingat para korban dan keluarganya dalam doa.

Paus lalu meminta masyarakat internasional untuk bereaksi “tegas dan segera” agar tragedi-tragedi seperti itu tidak terjadi lagi.

Mgr Pujasumarta ajak para imam menyukuri indahnya panggilan Tuhan

Bagi Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Pujasumarta, Tahun Hidup Bakti menjadi kesempatan untuk bersyukur atas panggilan Tuhan “yang boleh saya dengar, saya tanggapi, saya laksanakan, saya syukuri sampai sekarang.” Di saat yang sama, prelatus itu mengajak para imamnya untuk bersyukur atas anugerah imamat yang boleh tumbuh, boleh menjadi semakin kuat dalam diri mereka.

“Beberapa waktu terakhir ini saya merenungkan peristiwa-peristiwa yang telah saya alami berkaitan dengan sejarah kehidupan panggilan saya. Itu yang meneguhkan saya tetap setia,” ungkap Mgr Pujasumarta seraya menceritakan sejarah panggilan imamatnya dalam sebuah homili Misa di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Semarang baru-baru ini.

Menurut uskup agung itu, panggilan itu didengar lewat keluarganya yang menghidupi keluarga sebagai Gereja, karena orangtuanya menjadi pembina iman bagi anak-anaknya melalui peristiwa-peristiwa hidup sehari-hari. “Saya masih ingat, di masa kanak-kanak kami dibiasakan berdoa bersama setiap petang datang,” Mgr Pujasumarta memulai ceritanya.

Kongres pria-wanita hidup bakti di Roma kecam penganiayaan umat Kristiani

Pria dan wanita yang menjalani hidup bakti dari seluruh dunia mengecam penganiayaan terhadap umat Kristiani dan menyerukan tindakan nyata untuk membawa perdamaian. Kecaman dan seruan itu ditulis dalam pesan yang dikeluarkan para peserta Kongres Para Formator (pembina) Pria dan Wanita Hidup Bakti.
Sebagai pria dan wanita hidup bakti yang sedang menghadiri Kongres Para Formator di Roma sejak 7 hingga 11 April 2015, mereka merasa perlu untuk segera mengecam, “dengan suara Injil yang halus dan kuat” penganiayaan terhadap umat Kristiani yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Dalam pesan yang dikeluarkan di Roma tanggal 10 April 2015 itu, mereka mengungkapkan kedekatan dengan mereka yang sedang menderita karena iman mereka akan Yesus Kristus dan “kami mengungkapkan persekutuan kami dengan semua orang pria dan wanita hidup bakti di berbagai pinggiran dunia yang menderita karena mereka umat Kristiani dan karena mereka menjalani hidup bakti.”

Para peserta kongres itu juga memastikan akan tetap berdoa bagi mereka, seraya berterima kasih atas “kesaksian kesetiaan mereka terhadap panggilan atau misi mereka sebagai kaum hidup bakti dan atas kedekatan mereka selalu dengan orang-orang yang menderita.”

Pages