Pembinaan Dosen Pendidikan Agama Katolik Di Perguruan Tinggi Umum (PTU)

Bidang Pendidikan Tinggi, Ditjen Bimas Katolik, Kemenag RI, bekerja sama dengan Komisi Kateketik KWI menyelenggarakan pertemuan dalam rangka pembinaan dosen Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum (PTU) di hotel Aston Banua, Banjarmasin. Pertemuan dilaksanakanpada tgl 19 s.d. 22 Juli 2017 ini, dihadiri 50 peserta (dosen) dari wilayah Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Kepala Bidang Pendidikan Tinggi, Ditjen Bimas Katolik, Dr. Aloma Sarumaha dalam sambutan pembukaan acara mengharapkan para peserta dalam pertemuan ini dapat mempertajam rumusan standar isi kurikulum Pendidikan Agama Ktolik yang telah disusun bersama di Jakarta dalam koordinasi Komkat KWI bersama Ditjen Bimas Katolik. P.FX.Adisusanto, SJ yang mewakili Komkat KWI dalam sambutan menjelaskan sejarah penyususunan kurikulum kuliah Pendidikan Agama Katolik di dari masa ke masa. Kita mesti mengikuti perkembangan zaman, baik dari segi isi maupun metode. Mgr Petrus Timang, Pr, Uskup Banjarmasin di awal presentasinya mengutip perumpamaan Yesus tentang gandum dan ilalang. Gereja yang sedang kita bangun, demikian Mgr Petrus Timang merupakan pohon yang besar dan rindang, maka kita perlu menjaganya dengan baik meski menghadapi banyak tantangan.

Pesan Paus Fransiskus untuk Katekis, “Jadilah Pewarta yang Kreatif

Paus Fransiskus telah mengirimkan sebuah pesan ke Simposium Katekese Internasional yang sedang berlangsung minggu ini di Universitas Katolik Kepausan Argentina di Buenos Aires, bertemakan "Diberkatilah orang-orang yang beriman". Demikian laporan Radio Vatican (12/07/17).

Dalam pesan ke simposium tersebut, Bapa Suci mengingatkan bahwa "menjadi seorang katekis adalah panggilan pelayanan di Gereja, yang telah diterima sebagai pemberian dari Tuhan dan pada gilirannya harus ditransmisikan."

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa katekis berjalan dengan Kristus, oleh karena itu bukan orang yang memulai dari gagasan dan selera sendiri. Dia mencari Tuhan dan pencarian itu membuat hatinya berkobar.

Pater DR. Darmin Mbula, OFM; Upaya Sekolah Katolik Menangkal Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia

Pakar pendidikan Katolik di Indonesia saat ini tengah merancang sebuah pedoman yang baru bagi sekolah-sekolah untuk menangkal intoleransi dan radikalisme yang meningkat di sekolah. Panduan ini diharapkan siap dalam beberapa bulan ke depan dan diterapkan di sekolah-sekolah Katolik ketika tahun ajaran berikutnya dimulai. “Apa yang kami lakukan adalah tanggapan terhadap situasi saat ini, di mana radikalisme begitu kuat, termasuk di kalangan remaja,” kata Pastor Vinsensius Darmin Mbula, OFM, Ketua Majelis Pendidikan Katolik kepada ucanews.com, pada 10 Juli.

“Untuk membendung ini, kami yakin salah satu solusinya adalah melalui pendidikan,” katanya. Pastor Darmin merujuk pada sebuah survei Setara Institute tahun 2015 di 171 sekolah di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat yang mengungkapkan bahwa 9,5 persen siswa mendukung kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal, termasuk kelompok negara Islam yang disebut.

Katekese Paus Fransiskus; Amoris Laetitia (Sukacita kasih) dalam Keluarga

Paus Fransiskus menerbitkan Anjuran Apostolik terbaru, yang disebut Amoris Laetitia atau Sukacita Kasih. Dokumen itu menekankan pentingnya ikatan kasih sayang dalam membangun keluarga harmonis.

Paus menunjuk Uskup Agung Wina, Austria, yang orangtuanya bercerai, Kardinal Christoph Schönborn OP untuk mengumumkan anjuran apostlik itu di Vatikan pada Jumat, 8 April 2016 lalu.

Amoris Laetitia adalah rangkuman dan keputusan pada dua Sinode Para Uskup sedunia tentang keluarga di Vatikan pada 2013 dan 2015.
Dua sinode itu membahas berbagai topik sensitif soal keluarga dan perkawinan. Misalnya, sikap Gereja terhadap pernikahan pasangan yang bercerai dan isu pernikahan lagi, juga peran perempuan dan kaum awam dalam Gereja.

Katekese Paus Fransiskus: Doa Orang-orang Kudus Menopang Iman Kita

Paus Fransiskus beraudensi umum hari ini (Rabu, 21/6/17) di halaman Basilika St. Petrus, kota Vatikan . Sebagaimana biasanya, Sri Paus dalam audensi umum yang dihadairi para peziarah dan pengunjung yang datang dari seluruh dunia, menyampaikan katekese atau pengajaran iman kristen kepada para peziarah itu.

Saudara dan saudari terkasih, demikian Paus menyapa umatnya. “Dalam katekese kita tentang harapan Kristen, sekarang marilah kita melihat orang-orang kudus (orang suci), kepada "mereka yang telah pergi sebelum kita ditandai dengan tanda iman".

Surat kepada orang-orang Ibrani berbicara tentang orang-orang kudus seperti "sekumpulan besar awan dari saksi-saksi iman” yang mendukung kita dalam perjalanan peziarah kita melalui kehidupan sekarang ini. Dalam sakramen baptisan, pernikahan dan pentahbisan, kita berdoa Litani para Orang Suci untuk meminta pertobatan dan pertolongan mereka dalam panggilan tertentu yang telah kita terima.

Katekese Paus Fransiskus: Kemunafikan menghancurkan komunitas Kristen

Bahasa kemunafikan, yang menjerat orang lain melalui pujian, memiliki kekuatan untuk menghancurkan komunitas-komunitas Kristen, kata Paus Fransiskus
Seperti orang-orang Farisi yang berbicara kepada Yesus dengan kata-kata pujian yang menenangkan, demikian pula orang-orang Kristen yang terlibat dalam kemunafikan berbicara dengan lembut namun “secara brutal menghakimi seseorang,” kata paus dalam Misa pagi pada 6 Juni.

“Kemunafikan bukanlah bahasa Yesus. Kemunafikan bukanlah bahasa orang Kristen. Orang Kristen tidak bisa menjadi orang munafik dan orang munafik tidak bisa menjadi orang Kristen. Ini sangat jelas,” kata paus.

“Orang-orang munafik bisa membunuh sebuah komunitas,” kata Paus Fransiskus seperti dilaporkan Catholic News Service.
Orang munafik selalu mulai dengan adulasi atau pujian yang berlebihan, tidak mengatakan kebenaran, melebih-lebihkan, bahkan menumbuhkan kesia-siaan.
Paus Fransiskus bahkan menegaskan bahwa kemunafikan adalah cara iblis untuk berbicara dan iblislah yang menempatkan “lidah bercabang” ke dalam sebuah komunitas untuk menghancurkannya.

Sambut Hari Kebangkitan Nasional, KWI Mengajak Umat Hindari SARA

Menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 20 Mei, Konferensi Waligereja Indonesia menyampaikan keprihatinan atas kondisi bangsa saat ini dan meminta warga negara Indonesia, khususnya umat Katolik, untuk merenungkan makna kemajemukan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Para uskup juga meminta umat Katolik untuk melawan segala bentuk provokasi suku, agama, ras, dan golongan (SARA).

Ketua KWI Mgr. Ignatius Suharyo dalam pernyataan yang disampaikan bersama Sekjen KWI Mgr. Antonius S. Bunjamin OSC, menegaskan kembali bahwa kemerdekaan yang diraih 72 tahun lalu adalah hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, agama, ras, dan golongan yang secara monumental telah bersatu dan mengokohkan niatnya dalam Sumpah Pemuda (1928).

Akan tetapi, para uskup prihatin menyaksikan dan mengikuti apa yang terjadi akhir-akhir ini di mana cita-cita Indonesia Raya dicederai oleh mereka yang entah secara nyata maupun tersembunyi melakukan petualangan politik yang merongrong Pancasila sebagai Dasar Negara.

Katekese Paus Fransiskus, Merenungkan Misteri Salib menuju Perayaan Paskah

(Radio Vatikan) Paus Fransikus pada hari Rabu ini (12/4/17) mengajak umat Kristiani untuk merenungkan makna salib dan merayakan tri hari suci menuju perayaan pesta Paskah.

Melanjutkan katekesenya tentang harapan Kristen, Paus menyapa orang banyak yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk audensi umum mingguan.

Selama Pekan Suci ini, demikian Paus dalam katekesenya, harapan kristen itu terlihat pada misteri Salib. Tidak seperti harapan duniawi, yang gagal membawa kepuasan abadi. Harapan Kristen kita didasarkan pada kasih Allah yang kekal, terungkap dalam misteri kematian Kristus, dan Ia naik ke kehidupan baru. Yesus, dalam berbicara atau pengajaran-Nya menyinggung juga tentang kematian . Ia menggunakan ceritera tentang benih yang harus jatuh ke tanah dan mati, untuk menghasilkan buah. Kematian dan kebangkitan-Nya menyelamatkan menunjukkan bahwa kasih Allah yang memberi diri, dan Allah dapat mengubah kegelapan menjadi cahaya, dosa ke dalam pengampunan, kekalahan menjadi kemenangan kekal.

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS