Peran Katekese Umat dan Peran Pelajaran Agama Katolik

Dalam kehidupan bergereja dan karya pastoral, kita memiliki rupa-rupa corak perwataan yang dapat membuat Gereja (Umat Allah) bergerak maju dengan cepat. Corak pewartaaan itu  misalnya: katekese, kotbah, homili, pendalaman dan sharing Kitab Suci, sampai kepada berteologi dan sebagainya. Dalam berkatekese juga  terdapat rupa-rupa pola, antara lain pola katekese pelajaran iman atau pelajaran agama, yang umumnya dijalankan di sekolah-sekolah atau diparoki-paroki, misalnya dalam rangka persiapan penerimaan sakramen-sakramen. Sementara itu kita memiliki pula pola katekese sebagai komunikasi iman yang di kembangkan sejak PKKI pertama (1977) di Sandanglaya. Untuk menjelaskan hal tersebut, kami mengangkat kembali tulisan Rm. Yosef Lalu, Pr (alm) untuk dijadikan bahan refleksi dan pergumulan kita dalam mengembangkan pendidikan iman melalui pendidikan agama Katolik di sekolah.

Hak Kaisar dan Hak Allah

Renungan Hari Minggu Biasa XXIX
Bacaan I :Yes 45:1.4-6
Bacaan II :Tes 1:1-5.
Injil : Mat 22:15-21)

Negeri kita sering dilanda kerusuhan bernuansa isyu agama. Tentu kita masih ingat kerusuhan yang pernah terjadi di Poso, Ambon, serta beberapa tempat di pulau Jawa dan sebagainya. Kerusuhan dengan isyu agama sering bisa berlangsung sangat keji dan lama. Kerusuhan seperti yang terjadi di Ambon telah menjelma menjadi perang antar agama. Korban sudah berjatuhan hampir setiap saat. Orang-orang kristen dengan pita merah di kepala bertuliskan laskar Kristus, maju membakar rumah-rumah dan membunuh sesama saudara yang beragama Islam sambil menyerukan nama Kristus. Bahkan di Maluku Selatan orang-orang katolik yang diprovokasi untuk berperang, menghadap pastor untuk meminta berkat bagi alat-alat perang mereka.

Tags: 

Penjelasan Mengenai Salam Malaikat menurut St. Thomas Aquinas

By Kenny Ang

Berikut ini adalah terjemahan karya St. Thomas Aquinas, yang berjudul Expositio Salutationis angelicae (Penjelasan mengenai Salam Malaikat) dari Bahasa Latin ke Bahasa Indonesia. Karya ini mengandung sebuah katekesis yang sangat indah mengenai bagian pertama doa Salam Maria (mulai dari ‘Salam Maria penuh rahmat’ sampai ‘terpujilah buah tubuhmu Yesus’).

Pendahuluan
Salam tersebut mengandung tiga bagian. Sang Malaikat mengucapkan sebuah bagian, yang berbunyi salam Maria, penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita. Bagian lain diucapkan oleh Elisabet, bunda Yohanes Pembaptis, yang berbunyi terpujilah buah tubuhmu. Gereja menambahkan bagian ketiga, yang berbunyi Maria, karena Malaikat tidak mengucapkan “salam Maria,” melainkan “salam penuh rahmat.” Dan akan menjadi jelas bahwa nama ini—Maria—cocok dengan pernyataan Malaikat, menurut interpretasi [Gereja].

Pekan Studi Katekese Pastoral di STIPAS Palangkaraya

Bertempat di Aula Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS), Palangkaraya, hadir kurang-lebih 250, guru dan calon guru agama Katolik (katekis) mengikuti pekan Katekese Pastoral. Para peserta tersebut sebagian besar adalah calon wisudawan-wisudawati dan sebagian lainnya adalah para alumni STIPAS yang sudah berkarya di seluruh wilayah keuskupan Palangkaraya, para mahasiswa/i di lembaga pendidikan tersebut serta para ketua Komisi Kateketik Regio Kalimantan. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 s.d. 11 Oktober 2014, diawali dengan retret (2 hari sebelumnya) untuk para calon wisudawan/i, dilanjutkan dengan workshop tentang kurikulum 2013 dan katekese era digital. Puncak dari acara ini adalah wisudah sarjana baru katekis.

Mgr. Sutrisno, pada kotbah misa pembukaan serta pada acara seremonial pembukaan workshop menandaskan bahwa pekan studi katekese - pastoral ini hendaknya dijadikan momentum yang sangat penting untuk merefleksikan perjalanan karya kita sebagai katekis, atau calon. Hendaknya setiap peserta saling menguatkan satu dengan yang lain melalui sharing pengalaman berpastoral.

Halaman