Pesan Sidang KWI 2017: Panggilan Gereja Membangun Tata Dunia

Segenap umat Katolik yang terkasih,

Konferensi Waligereja Indonesia menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6-16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema “Gereja Yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia.” Tema tersebut diolah dengan mendengarkan masukan para narasumber, didalami dalam diskusi kelompok, dipaparkan dalam rapat pleno, dan dilengkapi dengan catatan dari pengamat proses. Dengan hari studi itu, kami semakin menyadari panggilannya untuk ikut membangun tata dunia serta mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk lebih memahami situasi kebangsaan saat ini, memperkuat suara kenabian Gereja di zaman sekarang, dan membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Pertemuan Komkat Regio Nusa Tenggara 2017: Mengembangkan Katekese Keluarga Di Regio Nusra Pada Era Digital

Komisi Kateketik Regio Nusa Tenggara ( KOMKAT NUSRA) mengadakan Pertemuan Tahunan XXXVI di Wisma Sharon- Keuskupan Larantuka selama lima hari, Selasa, 26 – Jumat, 30 Agustus 2017. Pertemuan ini diikuti oleh 30 peserta, utusan dari Keuskupan-keuskupan Se-Regio Nusra (Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Denpasar) . Hadir juga Sekretaris Eksekutif Komkat KWI Rm Leo Sugiyono, MSC dan staf Komkat KWI : Bapak Daniel Boli Kotan, Bapak A.Didiek Dwinarmiyadi,dan Ibu Chatarina Setyo Winarti.

Katekese Paus Fransiskus; Buah yang dihasilkan oleh konflik adalah kematian

Paus Fransiskus merayakan Hari Raya Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman, Kamis 2 November 2017, dengan memperingati semua orang yang meninggal dalam perang, seraya mengingatkan umat manusia agar tidak melupakan pelajaran masa lalu dan bahwa satu-satunya buah yang dihasilkan oleh konflik adalah kematian.
Paus mengungkapkan kata-kata peringatan yang keras kepada para penghasut perang dalam homili di Monumen Peringatan dan Pemakaman Perang AS Nettuno sekitar 50 kilometer selatan Roma.

Linda Bordoni dari Radio Vatikan melaporkan, dalam kesempatan itu Paus mengulangi lagi keyakinannya bahwa “peperangan menghasilkan tidak lebih dari kuburan dan kematian.” Paus juga menegaskan bahwa dia memilih berkunjung ke pemakaman perang sebagai pertanda bahwa “kini umat manusia sepertinya tidak belajar dari pelajaran masa lalu, atau tidak ingin mempelajarinya.”

Monumen itu adalah tempat peristirahatan terakhir bagi ribuan orang yang tewas dalam operasi militer yang dilakukan untuk membebaskan Italia (dari Sisilia ke Roma) dari Nazi Jerman. Kapel di pemakaman itu berisi daftar 3095 orang yang hilang.

Katekese Paus Fransiskus; Kehidupan Kristen Adalah Kisah Cinta dengan Tuhan

Seperti orang-orang kudus (suci) yang baru dalam Gereja Katolik, orang-orang Kristen dipanggil untuk menjalankan iman mereka sebagai kisah cinta dengan Tuhan yang menginginkan sebuah hubungan yang "lebih dari sekadar subyek setia dengan rajanya," kata Paus Fransiskus

Tanpa hubungan yang penuh kasih dengan Tuhan, kehidupan Kristen bisa menjadi hampa dan "sebuah etika yang tidak mungkin, kumpulan peraturan dan hukum untuk dipatuhi tanpa alasan yang bagus," kata paus pada misa 15 Oktober di Lapangan Santo Petrus. "Ini adalah bahaya: kehidupan Kristen yang menjadi rutinitas, berhubungan dengan 'normalitas', tanpa dorongan atau antusiasme, dan dengan ingatan singkat," katanya dalam Misa.

Pada awal Misa, Paus Fransiskus mengumumkan 35 orang kudus baru, termasuk: "Martir Natal," Brasil, sekelompok 30 imam, awam, wanita dan anak-anak yang terbunuh pada tahun 1645 saat gelombang penganiayaan anti-Katolik; dan "Anak Martir dari Tlaxcala," tiga anak yang termasuk orang pertama yang mengkonversi penduduk asli Meksiko dan dibunuh karena menolak untuk meninggalkan imannya.

Paus Fransiskus Menegaskan tentang Pentingnya Kerja Sama Internasional untuk memerangi pelecehan dan eksploitasi anak-anak secara online

Pada akhir pekan, 7 Oktober 2017, radio vatican menyampaikan sebuah laporan tentang audiensi umum Paus Fransiskus di alun-alun lapangan Basilika St.Petrus, Vatikan. Pada audensi tersebut, Paus Fransiskus mengumumkan akan diadakannya pertemuan pra-sinode untuk mendengarkan suara, keraguan dan kritik kaum muda, pembaruan tentang kerja sama internasional untuk memerangi pelecehan dan eksploitasi anak-anak secara online di sebuah kongres yang disponsori oleh Gereja. Gereja memusatkan perhatian pada isu berita palsu dalam pesan Hari Komunikasi sedunia. Kita, demikian radio Vatican melaporkan, akan merenungkan bagaimana orang-orang Kristen harus menanggapi, dan mendengar dari seorang saksi mata (Paus Fransiskus) yang hadir pada saat pembukaan Vatikan Kedua 55 tahun yang lalu. (Sumber Radio Vatican, diterjemahkan oleh Daniel Boli Kotan)

Sumber artikel dan gambar: http://en.radiovaticana.va/news/2017/10/06/vatican_weekend_for_october_7...

Paus Fransiskus Mengeluarkan Dekrit Penting bagi Gereja di Asia

Paus Fransiskus telah mengeluarkan sebuah dekrit yang meningkatkan wewenang gereja-gereja lokal dan dekrit itu memiliki arti khusus bagi gereja-gereja di Asia.
Dekrit atau motu proprio seperti yang lazim dalam bahasa gereja, memungkinkan gereja-gereja lokal di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sendiri dalam mengembangkan dan menyetujui teks-teks yang digunakan dalam perayaan sakramen.

Kontrol terhadap teks liturgis dan formula sakramen telah menjadi kontroversi bagi banyak gereja, termasuk konferensi para uskup di Asia seperti di Jepang.
Selama 20 tahun terakhir, Vatikan telah secara langsung menantang sebuah petunjuk khusus dari Konsili Vatikan II yang meminta proses revisi dan persetujuan teks-teks ini untuk mengikutsertakan gereja-gereja lokal dan dengan para ahli dalam bahasa setempat daripada pejabat Vatikan.

Peraturan Presiden RI No. 87 Tahun 2017 Tentang Pendidikan Karakter. Bagaimana Implementasinya di Sekolah Katolik?

Presiden RI Joko Widodo, pada hari Rabu, 6 September 2017 secara resmi mengumumkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter, menggantikan peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Perpres No.87 itu dikeluarkan setelah Permendikbud No 23/2017 tentang Hari Sekolah yang populer dengan sebutan 'full day school' ternyata mendapat banyak kritikan masyarakat, bahkan ada unjuk rasa beberapa kelompok masyarakat dibeberapa kota di Indonesia.

Dalam Perpres ini dijelaskan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan; "Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental"

Pembinaan Dosen Pendidikan Agama Katolik Di Perguruan Tinggi Umum (PTU)

Bidang Pendidikan Tinggi, Ditjen Bimas Katolik, Kemenag RI, bekerja sama dengan Komisi Kateketik KWI menyelenggarakan pertemuan dalam rangka pembinaan dosen Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum (PTU) di hotel Aston Banua, Banjarmasin. Pertemuan dilaksanakanpada tgl 19 s.d. 22 Juli 2017 ini, dihadiri 50 peserta (dosen) dari wilayah Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Kepala Bidang Pendidikan Tinggi, Ditjen Bimas Katolik, Dr. Aloma Sarumaha dalam sambutan pembukaan acara mengharapkan para peserta dalam pertemuan ini dapat mempertajam rumusan standar isi kurikulum Pendidikan Agama Ktolik yang telah disusun bersama di Jakarta dalam koordinasi Komkat KWI bersama Ditjen Bimas Katolik. P.FX.Adisusanto, SJ yang mewakili Komkat KWI dalam sambutan menjelaskan sejarah penyususunan kurikulum kuliah Pendidikan Agama Katolik di dari masa ke masa. Kita mesti mengikuti perkembangan zaman, baik dari segi isi maupun metode. Mgr Petrus Timang, Pr, Uskup Banjarmasin di awal presentasinya mengutip perumpamaan Yesus tentang gandum dan ilalang. Gereja yang sedang kita bangun, demikian Mgr Petrus Timang merupakan pohon yang besar dan rindang, maka kita perlu menjaganya dengan baik meski menghadapi banyak tantangan.

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS