Hari Minggu Biasa II:
Bacaan I :1 Sam 3:3b-10.19
Bacaan II :1 Kor 6:13c-15a.17-20
Bacaan Injil: Yoh 1:35-42
Beberapa tahun silam kita gempar, ketika membaca di Koran-koran peristiwa munculnya “Gereja Setan” di Manado dan mungkin dikota-kota besar lainnya di negeri kita ini. Gereja Setan ini mempunyai ritus atau upacara ibadah yang sensasional: ruangan ibadah dibuat remang-remang, ada lagu-lagu yang menghentak, ada acara meminum darah, menginjak gambar Kristus dan melakukan hubungan seks bebas dalam ibadah itu.
Kita mungkin heran dan sedih mengapa ada orang, khususnya orang-orang muda, yang bisa mengikuti gereja sesat seperti itu.
Beberapa gadis yang sudah sadar dan bertobat memang menyesali jalan hidup sesat yang pernah mereka lalui, tetapi mau buat apa semua sudah terjadi. Yang tersisa hanya sesal dan kehampaan hidup dengan masa depan suram.
*******
Di jaman yang penuh benturan budaya dan nilai-nilai ini, memang banyak orang yang mau mencari pegangan hidup, akhirnya terdampar pada tawaran dan ajaran yang menyesatkan. Tawaran dan ajaran-ajaran itu mungkin sensasional dan memberi kenikmatan sesaat, tetapi akhirnya bermuara pada bencana……..
Pada jaman kita ini memang muncul banyak nabi-nabi palsu dengan ajaran-ajaran yang palsu. Memang sungguh memprihatinkan bahwa selalu terdapat banyak orang yang mau mengikutinya…….
Untuk kita orang kristen, ajaran dan tokoh Yesus Kristus seharusnya bisa menjadi pegangan hidup bagi kita. Yesus Kristus pernah berkata: “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup!!” Siapa yang mengikuti Dia pasti selamat.
Hal itu paling nyata dalam kehidupan para rasul, yang pernah mengalami bagaimana mengikuti panggilan Yesus Kristus.
Injil hari ini menceriterakan bagaimana Yesus memanggil murid-muridNya dan bagaimana murid-muridNya mengikuti Dia. Injil mencatat:
Pada waktu itu Yohanes berdiri di tepi Sungai Yordan bersama dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikuti Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikuti Dia lalu berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya, Rabi (artinya Guru), dimanakah Engkau tinggal?Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya”. Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.
Salah satu kalimat yang menarik dari kutipan Injil di atas ialah pertanyaan Yesus kepada para calon pengikut-Nya: Apa yang kamu cari??
Murid-murid itu kemudian memang mengikuti Yesus, tetapi apakah mereka menemukan apa yang mereka cari??
Kita tahu bahwa para murid yang pernah di panggil dan kemudian mengikuti Yesus itu rela meninggalkan segala-galanya untuk mengikuti Dia. Hidup mereka berubah, mereka kemudian rela mempertaruhkan nyawanya. Mereka rupanya tidak pernah menyesali jalan hidupnya. Mereka telah menemukan makna hidupnya dan juga keselamatan.
***
Kisah panggilan di atas merupakan kisah panggilan yang memperlihatkan semua aspek yang berlaku untuk panggilan kita orang Kristen juga.
Pada tempat pertama Yohanes Pemandi menunjuk kepada Yesus. Proses panggilan pada umumnya dimulai oleh seseorang yang memperlihatkan Yesus kepada kita. Memang secara tidak langsung proses panggilan itu dimulai Allah sendiri, karena orang yang mengarahkan perhatian kita kepada Yesus sendiri juga sudah dipanggil dan ditugaskan Allah.
Setelah perhatian mereka diarahkan kepada Yesus, murid mulai berangkat dan mengikuti Yesus.Mula-mulanya dari jauh dan kelihatannya hati-hati. Dalam situasi yang begini Yesus mengambil inisiatif, berbalik kepada mereka dan menyapa mereka. Sekali lagi satu tanda, bahwa Allah berinisiatif dalam proses panggilan itu.
Yesus membuka proses bimbingan itu dengan sebuah pertanyaan: Apa yang kamu cari? Sebuah pertanyaan yang maha penting, yang perlu kita pertanyakan kepada kita sendiri: apa yang kita cari dalam hidup ini. Jawaban atas pertanyaan ini menentukan kebahagiaan dan keselamatan kita.Apa yang saya cari dalam segala kegiatan dan kesibukan hidup?
Kedua murid dalam Injil menjawab dengan bertanya tentang tempat tinggal Yesus.Mereka mencari Yesus, bergaul dengan Dia, hidup bersama Dia di tempat Dia tinggal.
Dan Yesus mengundang mereka datang dan lihat dan sesudah itu mereka tinggal bersama Yesus.Yesus tidak mengundang untuk suatu percakapan singkat dan dangkal di pinggir jalan.Ia mengundang para murid-Nya, kita semua, untuk tinggal bersama Dia agar kita mengenal cara hidup-Nya dan agar cara hidup-Nya menjadi cara hidup kita.
Setelah mereka tinggal bersama Yesus dan dalam pergaulan dengan Dia menjadi yakin bahwa mereka sudah menemukan Almasih dalam diri Yesus, maka mereka sendiri lagi menjadi pengantara bagi orang lain untuk dihantar kepada Yesus. Andreas pergi mendapatkan Simon saudaranya dan menghantar saudaranya itu kepada Yesus. Setelah kita menjadi akrab dengan Yesus, kita pun harus menghantar orang lain kepada Yesus, agar mereka bisa memperoleh keselamatan dari sumber yang sama, dari pergaulan dengan Yesus, Tuhan kita.nn
Sumber : Rm. Yosef Lalu, Pr dalam buku Homili Tahun B/ Komkat KWI

