Paus Fransiskus mendesak warga Filipina pada Jumat untuk “menolak segala bentuk korupsi yang mana merampas sumber daya dari orang miskin”.
Dalam pertemuan dengan para pemimpin pemerintah, Paus mengatakan apa yang penting untuk pencapaian tujuan negara “adalah kewajiban moral untuk memastikan keadilan sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia”.
Bapa Suci mengingatkan para pemimpin pemerintahan untuk “berkewajiban mendengar jeritan orang miskin” dan “melepaskan ikatan ketidakadilan, penindasan, skandal, dan kesenjangan sosial”.
Dia mengatakan setiap orang harus menolak setiap bentuk korupsi dan membuat upaya bersama “menjamin setiap pria, wanita dan anak-anak dalam kehidupan masyarakat”.
“Reformasi struktur sosial yang melanggengkan kemiskinan dan mengesampingkan orang miskin, yang pertama dibutuhkan adalah perubahan pikiran dan hati,” tambahnya.
Korupsi di Filipina dianggap yang terburuk di antara negara-negara di Asia Tenggara, demikian sebuah studi Bank Dunia tahun 2008.
Tahun 2013, US Department of State Investment Climate Statement mencatat bahwa korupsi ada di semua tingkat pemerintah Filipina, terutama di kalangan pejabat tinggi pemerintah.
Kemarahan publik terhadap skema ‘pork barrel‘ pemerintah telah memicu protes besar-besaran dan penangkapan para pejabat pemerintah selama dua tahun terakhir.
Kelompok kaum muda memuji Paus Fransiskus yang menyampaikan pesan yang “padat dan tegas” untuk negara mereka.
“Kami memuji dan berterima kasih kepada Paus Fransiskus berbicara dengan tegas kepada para penguasa. Ia mengajarkan kami bagaimana benar-benar peduli terhadap negara dan rakyat,” kata Einstein Recedes, juru bicara dari Gerakan Mahasiswa Kristen Filipina.
Victor Villanueva, pemimpin sebuah kelompok Pemuda, mengatakan bahwa kata-kata yang tegas Paus Fransiskus menentang korupsi adalah “bukti bagaimana Bapa Suci benar-benar tahu penyakit masyarakat Filipina”. “Kaum muda Filipina menerima tantangan Bapa Suci. Kata-kata Anda memberikan kekuatan kepada kami untuk terus memerangi kemiskinan dan penindasan,” kata Terry Ridon, perwakilan dari biro kepemudaan di Kongres Filipina.
Paus Fransiskus tiba di Manila pada Kamis malam untuk kunjungan pastoral, yang pada Sabtu akan melanjutkan perjalanan ke Provinsi Leyte, Filipina bagian tengah, yang hancur oleh Topan Haiyan (Yolanda) tahun 2013.
“Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kedekatan saya kepada saudara-saudara saya yang mengalami penderitaan, kerugian dan kehancuran akibat Topan Yolanda,” kata Paus dalam pidatonya kepada pejabat pemerintah.
Paus Fransiskus mengungkapkan kekagumannya atas “heroik, keteguhan iman dan ketahanan yang ditunjukkan oleh begitu banyak orang Filipina” dalam menghadapi bencana alam.
Dalam konferensi pers di pesawat kepausan menuju Manila, Paus menyampaikan pesan utama perjalanannya adalah orang miskin, “mereka yang ingin melanjutkan hidup, masyarakat miskin yang menderita akibat Topan Yolanda, dan masih mengalami penderitaan”. “Saya pikir orang-orang miskin yang dieksploitasi, mereka yang menderita ketidakadilan, material, spiritual dan eksistensial,” tambahnya. Sebelumnya pada Kamis, kelompok masyarakat sipil menggelar protes untuk menarik perhatian Bapa Suci terkait “masalah sosial yang belum terselesaikan”.
Baby Reyes, juru bicara Rights Network, sebuah LSM yang bekerja untuk kesejahteraan para korban topan, mengatakan bahwa solusi pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan “kemungkinan kecil”.
Pada Jumat, Paus Fransiskus merayakan Misa yang dihadiri oleh para uskup, imam dan religius, di katedral Manila.
Paus mendesak Gereja di Filipina “untuk mengakui dan memerangi penyebab ketimpangan dan ketidakadilan yang merusak wajah masyarakat Filipina, yang jelas bertentangan dengan ajaran Kristus”. Paus Fransiskus mendesak para uskup, imam dan religius “untuk hadir dan tinggal di tengah-tengah masyarakat yang terbebani oleh kemiskinan dan korupsi”.
Paus akan bertemu para keluarga Filipina yang dikirim oleh masing-masing paroki selama pertemuan khusus di stadion olahraga pada Jumat sebelum terbang ke Provinsi Leyte pada Sabtu untuk bertemu dengan para korban Topan Haiyan.
********
Sumber artikel: ucanews.com/indonesia.ucanews.com
Sumber gambar: REUTERS © Stringer Philippines / Reuter

