Renungan Hari Raya Minggu Paskah:  “Ia Harus Bangkit Dari Antara Orang Mati”

Bacaan: Kis. 10:34a. 37-43; Kol. 3:1-4 atau 1Kor 5: 6b-8; Yoh 20:1-9 atau Mrk 16:1-7.

Kristus bangkit, Alleluia!

“Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan!”. Demikian berita yang menggemparkan dan mengejutkan yang disampaikan Maria Magdalena di pagi buta itu setelah mereka ke kubur. Sebuat berita yang sesungguhnya. Bukan hoax atau omong kosong. Semua mereka, para murid itu terkejut, panik, bingung dengan pertanyaan yang tak terjawab, pergi untuk menyaksikan dan membuktikan apa yang disampaikan Maria Magdalena itu. Dan seperti yang disaksikan Petrus, ia masuk dan menyaksikan kubur kosong. Dan ketika murid kesayangan  Yesus melihat itu, dan percaya. Percaya adalah jawaban atas segala pertanyaan yang tak terjawab itu. Ia melihat dan percaya. Percaya justru mengungkapkan ketakberdayaan, keterkejutan akan suatu kepastian. Percaya yang bersumber pada Sabda Yesus sendiri bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Sabda Yesus dalam Kitab Suci, menjadi sumber untuk menemukan segala jawaban atas pertanyaan dan perssoalan hidup manusia; juga ketika kubur kosong, ketika jenazah Yesus tidak ada lagi di sana, Kitab Suci menunjukkan kepada kita bahwa Yesus bangkit! Ia harus bangkit dari antara orang mati. Dan kalau kita telah memperoleh jawaban itu dari Kitab Suci, maka seperti kesaksian murid yang dikasihi itu, kita pun percaya. Kita percaya pada Kristus yang bangkit. Sebab jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah iman kita. Kita bangga atas iman kita, iman akan Kristus yang bangkit. Namun tidak sebatas bangga. Sebab “Kamu telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita, maka hendaklah hidupmu yeyap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar didalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur” (Kol 2:6-7)

Yesus sungguh bangkit dalam hati dan hidup kita. Kebangkitan-Nya membaharui hidup kita. Hidup yang tertutup rapat oleh batu dosa dan keegoan kita, harus digulingkan dan disingkirkan agar Ia bangkit  juga dalam hati, dalam keluarga, dalam komunitas dan hidup kita, Cinta kasih-Nya lebih kuat dari dosa dan maut. Kita pun dipanggil untuk bangkit bersama-Nya. Paskah, Kebangkitan Kristus mengajak kita untuk melihat dan memaknai kebangkitan-Nya dengan cara yang benar. Maria Magdalena, melihat batu yang sudah terguling dan mewartakan bahwa “Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya”. Petrus ke kubur, ia masuk dan melihat secara langsung. Ia melihat kain kafan, kain peluh tidak pada tempatnya, dan tidak mengatakan sepatah-kata pun, ia diam. Murid yang lain yang dikasihi Yesus, ia “melihat dan percaya”.

Maka, bagaimana dengan kita yang merayakan Paskah Tuhan ini. Bagaimana kita memaknai pesan Paskah bagi kita masing-masing. Apakah seperti Maria Magdalena yang Cuma sebatas melihat batu yang sudah terguling dan mewartakan bahwa “Tuha telah diambil orang dari kubur-Nya”, atau seperti Petrus, Cuma bisa melihat keanehan tanpa kata; atau seperti murid yang dikasihi Yesus, kita melihat dan percaya? Hanya dengan cara pandang yang benar, kita mampu memaknai dan memahami peristiwa Paskah ini dengan benar, yaitu semoga kita melihat dan semakin percaya. Karena Ia harus bangkit dari antara orang mati. Selamat pesta Paskah!  Kristus bangkit, Alleluia ***

Ditulis oleh Rm. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr; Sekretaris Komkat KWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *