Katekese Paus Fransiskus: “Kedatangan Yesus Membawa Penghiburan kepada Dunia yang Haus”

REUTERS1877691_Articolo.JPG

Paus Fransiskus melanjutkan katekesenya pada tema “harapan Kristiani” saat audiensi umum hari rabu, mengatakan bahwa Kerajaan yang dibawa oleh Yesus pada kelahiran-Nya memanggil kita untuk bersukacita di dunia yang “merindu keadilan, kebenaran dan kedamaian”.

Paus Fransiskus memfokuskan refleksinya pada kata-kata dari Nabi Yesaya: “betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit, kaki orang yang mewartakan kabar baik” (Yesaya 52:7,9-10).
Paus Fransiskus menyampaikan kata-kata ini untuk membantu kita menyiapkan kedatangan perayaan natal dengan membuka diri kita pada harapan keselamatan.

Nabi Yesaya mengajak umat Allah untuk bersukacita, karena Allah sudah dekat, membawa pembebasan dari pembuangan dan janji pembaruan dan penebusan bagi orang beriman yang masih “tersisa” yang terus berharap pada sabda-Nya.

Paus Fransiskus menegaskan bagaimana Nabi berbicara “bukan pembawa pesan tetapi kaki dari pembawa pesan.”

Membandingkan hal ini dengan paralelya dalam Kidung Agung (Kidung Agung 2:8), “jadi pembawa pesan perdamaian juga berlomba untuk mewartakan pembebasan, akan keselamatan, dan menyatakan pemerintahan Allah.”

Paus Fransiskus mengatakan Kerajaan Allah berarti “Allah tidak mengabaikan umatNya dan tidak membiarkan mereka dikuasai oleh yang jahat, karena Dia adalah setia dan Rahmat-Nya lebih besar daripada dosa… dan pemenuhan cinta yang besar akan dengan jelas pada Kerajaan yang didirikan oleh Yesus, yaitu, Kerajaan pengampunan dan damai, yang akan kita rayakan pada Natal dan yang terwujud secara pasti dalam Paskah.”

“Hal ini” katanya, “adalah alasan dari harapan kita. Ketika semuanya tampak berakhir, di hadapan begitu banyak kenyataan negatif, iman tumbuh pelan dan pencobaan untuk mengatakan bahwa semua telah kehilangan makna, dibandingkan, (lihat pada) kabar baik yang dibawa oleh mereka yang berkaki cepat: Allah datang untuk menjadikan sesuatu baru, untuk mendirikan sebuah Kerajaan damai. Allah telah “melebarkan lengan-Nya” dan membawa kebebasan dan penghiburan.”

Paus Fransiskus mengatakan dengan dikuatkan oleh Janji ini, kita dapat menghadapi kesulitan-kesulitan dalam pengetahuan yang pasti bahwa pemerintahan Allah telah dimulai, dan kita sendiri dipanggil menjadi sukacita itu sendiri di dalam dunia yang “merindu keadilan, kebenaran, dan damai”.

Natal ini, katanya, semoga kita membuka hati kita pada pesan keselamatan yang dibawa oleh bayi Yesus, anak Allah yang menunjukkan kekuatan besarnya dengan merangkul yang paling kecil, yang lemah dan yang miskin.

“Hal ini,” dia menyimpulkan “adalah kejutan dari seorang anak Allah, dari Allah yang miskin, dari Allah yang lemah, dari allah yang meninggalkan kebesaran-Nya supaya hadir dekat dengan setiap kita. (Berita Radio Vatikan, Terj. Ignasius Lede)

Sumber: http://en.radiovaticana.va/news/2016/12/14/pope_at_audience_jesus%E2%80%99_coming_brings_consolation/1278916
Gambar: radiovaticana.va

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *