UNPREDICTABLE

blessedbeyou_1.jpg

Hari Minggu Adven I

Bacaan:
Yesaya 2:1-5
Roma 13:11-14a
Matius 24: 37-44

Tidak terasa, kita sudah berada di masa adven. Masa yang bagi kebanyakan umat Kristiani disebut sebagai masa untuk menyiapkan diri bagi kedatangan Kristus. Namun, bagaimana Kristus akan datang? Tidak bisa diduga! Hal ini tampak dalam bacaan Injil yang kita renungkan pada minggu I adven ini.

Secara sekilas dapat dilihat bahwa ada tiga kelompok orang yang mau disasar oleh Yesus dalam bacaan hari ini. Pertama adalah orang-orang yang digambarkan sebagai orang pada zaman Nabi Nuh, yang tidak percaya dan ditinggalkan. Kedua adalah kelompok yang percaya dan diselamatkan. Ketiga adalah Murid Yesus sendiri yang masih belum tahu tentang kedatangan itu sendiri. Yesus meminta mereka untuk selalu mempersiapkan diri agar siap dan pantas saat hari itu tiba dan mereka akan pantas untuk dimasukan dalam lingkaran keselamatan itu.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana cara mempersiapkan diri agar kita didapati pantas untuk ikut serta dalam karya keselamatan yang diwartakan Yesus? Yesus berpesan agar kita berjaga-jaga. Hal ini memiliki banyak tafsiran. Dalam konteks ini bolehlah kita memberikan penjelasan bahwa berjaga-jaga bisa diartikan sebagai melakukan hal yang baik di hadapan Alllah. Lebih sederhananya lagi, mengasihi semua orang tanpa pandang bulu. Kalau kita memiliki kesalahan, berinisiatif lah untuk meminta maaf terlebih dahulu. Kalau dulunya kita memasang tembok yang begitu tinggi dalam pergaulan, kali ini kita perlahan-lahan membangun relasi yang baik dengan banyak orang. Yesus mau agar kita selalu mempersiapkan diri.

Dengan mengatakan “berjaga-jaga” Yesus menegaskan bahwa hidup sebagai orang Kritiani bukan hanya temporal. Hidup sebagai orang Kristiani adalah hidup menurut teladan Kristus, sejak kita dipermandikan hingga pada akhirnya kembali menuju kepada-Nya. Jadi, kita tidak bisa dengan santai mengatakan: “ah, masih lama”. Kita lalu terbuai dan tenggelam dalam urusan duniawi kita sehari-hari. Bacaan kali ini menyadarkan kita kembali yang sempat santai atau lalai dalam mempersiapkan diri. Mempersiapkan diri karena Yesus akan datang di saat yang tiidak pernah kita duga.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menegaskan agar kita segera mempersiapkan diri. Paulus mengatakan bahwa waktu kedatangan itu belum pasti, bisa kapan saja dan tidak bisa diduga. Unpredictable. Untuk itu, di periode waktu yang kita ketahui sekarang ini, di momen saat ini kita dituntut untuk segera berubah dan mengenakan Kristus. Kita dituntut untuk menanggalkan segala perbuatan kegelapan dan segera mengenakan senjata terang. Mengenakan senjata terang bisa kita lakukan karena Kristus ada dalam diri kita. Senjata terang, perbuatan baik kita membuat kita pantas saat kedatangan Yesus di waktu yang tidak bisa kita duga itu.

Di saat yang tidak pernah kita duga berarti kapan saja, dimana saja, dan dalam kondisi apapun. Untuk itu, kita dituntut untuk selalu siap sedia. Dalam yesaya 2:1-5 Allah berfirman kepada Yesaya bahwa semua suku bangsa akan datang kepada-Nya dan pada saatnya Ia akan datang laksana hakim untuk mengadili semua suku bangsa dan membawa mereka semua menuju jalan damai, jalan Terang. Seruan ini juga kiranya diarahkan kepada kita saat ini, bahwa pada saatnya Allah akan datang membawa kita kepada jalan terang dan menyelamatkan kita. Kedatangan Allah ini hanya menuntut satu hal dari kita, SIAP. Siap karena Dia datang di saat yang tidak kita duga. Amin

(Ignasius Lede)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *