Renungan Minggu Biasa XX: “Kita Dipanggil Bukan Untuk Sukses, Melainkan Untuk Setia!”

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Bacaan:  Why 11:19a;12:1,3-6a; 1Kor 15:20-26; Luk 1:39-56

oleh: RD. Fransiskus Emanuel da Santo, PR

 

Kita umat katolik percaya bahwa Maria diangkat ke surga, karena kita percaya bahwa Maria dikandung tanpa cela. Maria dibebaskan oleh Allah dari dosa, maka ia tidak mengalami konsekuensi dosa dan kematian yang akan kita alami. Kita percaya bahwa berkat ketaatan dan kesetiaannya S.P. Maria pada akhir hidupnya di dunia ini diangkat dengan tubuh dan jiwa-nya kepada kemuliaan di surga.

Pada tahun 1950 Paus Pius XII menegaskan ajaran Gereja, bahwa “Maria sesudah menyelesaikan hidupnya di dunia ini, diangkat tubuh dan jiwanya kepada kemuliaan di surga” (Munificentissimus Deus, 1950).Kita gembira, hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dan diselenggarakan pada hari Minggu, sehingga lebih banyak umat dapat ikut merayakannya. Dalam perayaan ini kita akan merenungkan makna Maria diangkat ke surga yang sangat relevan, penuh arti bagi hidup kita.Kenaikan Bunda Maria ke surga merupakan sumber harapan dan kegembiraan. Hidup kita sebagai orang beriman merupakan cakrawala kebahagiaan abadi. Kematian kita nanti bukanlah akhir hidup kita, melainkan awal hidup baru, yang tak akan mengenal akhir!

Kita umat Katolik percaya, Maria diangkat ke surga, karena kita percaya, Maria dikandung tanpa noda. Maria dibebaskan oleh Allah dari dosa, maka ia tidak mengalami konsekuensi dosa dan kematian yang akan kita alami. Kita percaya, berkat ketaatan dan kesetiaannya Bunda Maria pada akhir hidupnya di dunia ini diangkat dengan tubuh dan jiwa-nya kepada kemuliaan di surga.

Dalam Injil Lukas kita mendengar ungkapan kegembiraan luarbiasa yang dialami Maria dan Elisabet. Kedua wanita itu berbagi rasa iman, harapan dan kebahagiaan. Elisabet perempuan tua, yang bersuami namun mandul, Maria perempuan muda yang bertunangan namun mengandung.Di sini tampaklah, Allah mampu membangkit hidup dari kandungan yang mandul, tetapi juga membangkitkan orang dari makam orang mati! Demikian Maria adalah suatu model bagi kita semua, dan kenaikannya ke surga mengingatkan dan meneguhkan keyakinan dan harapan kita!

Apa yang dialami Perawan dari Nasaret itu pada akhir perjalanan hidupnya juga akan dapat kita alami! Ada syaratnya! Yakni sejauh kita mau dan bersedia tetap taat dan setia seperti Maria! Pesan bacaan pertama yang mau disampaikan dalam perayaan Bunda Maria diangkat ke Surga hari ini adalah tanda agung karya Allah bagi manusia yang percaya kepada Yesus Kristus, Anak-Nya. Bunda yang kini diangkat ke surga, bukan hanya seorang ibu yang menikmati kemuliaan itu untuk dirinya, melainkan menjadi tanda cara Allah berkarya dan masih akan berkarya bagi manusia. Bunda Maria yang diangkat ke surga menjadi model bagi semua yang percaya kepada Yesus Kristus Anaknya. Orang yang percaya, berjuang seperti Bunda Maria, juga akan mendapatkan kemuliaan seperti yang dilukiskan di atas.

Selanjutnya, pesan bacaan kedua yang hendak disampaikan ialah bahwa kehidupan jemaat berlang­sung dalam satu ketegangan, karena kekuatan Allah itu sudah menjadi kenyataan, tetapi juga belum sampai pada kepenuhannya. Bunda Maria yang diangkat ke surga tentu sudah sampai pada kepenuhan itu. Ia menjadi model bagi perjuangan orang beriman kini, yang masih harus mengisi iman dengan perjuangan.

Maria sebagai ibu penebus, menjadi lambang kehadiran Allah dalam kehidupan jemaat beriman, bagai Tabut Perjanjian. Kehadiran Tabut itu mem­berikan sukacita besar, demikian juga Bunda Maria yang mengandung Anak-Nya berkat ke­kuat­an Roh Ku­dus. Kegem­biraan itu tidak hanya dirasakan Bunda Maria, tetapi juga diwar­takan kepada sau­darinya Elisa­beth. Maria bah­kan tinggal di rumah sauda­rinya dan menu­larkan kegem­biraan tersebut. Kehadiran Bunda Maria sebagai Tabut Allah yang baru, akhirnya juga menyebabkan Elisabeth mera­sakan kegem­biraan be­sar itu. Seperti halnya raja Daud me­lampiaskan ke­gembiraannya di depan Tabut Per­janjian. Kata-kata Eli­sabeth mencer­minkan kata-kata yang diucapkan Daud di depan tabut Perjanjian tersebut.

Bagi Bunda Maria sendiri, peristiwa itu me­ru­pakan alasan untuk bersyukur atas segala perbuatan Allah. Allah memper­hati­kan hambanya yang setia. Pujian Maria sesungguhnya merupakan pujian atas karya besar Allah yang terlaksana dalam sejarah kehidupan manusia, dan yang sepantasnya memang dikagumi. Kalau Bunda Maria yang kini diangkat ke surga dilukiskan dengan lukisan dari Perjanjian Lama, maka yang hendak diperhatikan ialah bagaiamana Allah setia pada janji-Nya dalam sabda maupun dalam karya-Nya. Bunda Maria yang kini diangkat ke surga menjadi semacam jaminan bagi semua orang beriman yang berjuang dalam naungan ibu itu, bahwa Allah juga tetap setia pada janji yang telah diucapkan bagi mereka.Pengangkatan Bunda Maria menjadi semacam arah atau orientasi bagi semua jemaat beriman agar bersama Bunda Maria berjuang melaksanakan karya penyelamatan Allah sehingga Allah memenuhi janji-Nya dalam kehidupan bersama.

Kisah tentang dua orang wanita, dalam Injil Lukas ini, Maria dan Elisabet, kedua-duanyasaling berbagi iman, harapan dan kebahagiaan sebagai seorang perempuan yangmempersiapkan diri menjadi seorang ibu. Elisabetsebagai orang berusia lanjut yang semula mandul, dan Maria seorang gadis bertunangan namun mengandung. Terungkaplahdalam ceritera itu betapa agung kuasa Allah untuk mengadakan dan memeliharakehidupan! Allah berkuasa membangkitkan hidup dari rahim yang mandul, tetapijuga dari makam-makam orang yang sudah mati. Dan perjalanan jauh Maria dariNasaret ke daerah pegunungan Yudea untuk mengunjungi Elisabet adalah jugagambaran kedatangan Kerajaan Allah.

Ada tiga makna dari ungkapan sambutan Elisabet. Yang pertama, Maria disebut sebagai wanita yang diberkati karena terpuji di antara segala wanita. Dialah satu-satunya wanita yang dipilih untuk mengandung Anak Allah, atau yang Kudus dari Allah. Yang kedua, diberkatilah juga buah rahimnya, yaitu Yesus. Yang ketiga, Maria disebut bahagia oleh Elisabet karena ia telah percaya akan kebenaran sabda Tuhan.

Bunda Maria diangkat ke Surga dengan jiwa dan raganya juga menjadi model bagi kita untuk berjalan menuju kepada Bapa. Kekudusan Bunda Maria menginspirasikan kita untuk berbuat baik, mewartakan kebahagiaan kepada sesama supaya setiap generasi manusia senantiasa mengenal Allah sebagai Bapa yang kekal, Bapa yang Mahabaik. Bunda Maria diangkat ke Surga menjadi ratu surga dan dunia. Dia mendoakan dan memimpin kita kepada Yesus Putranya.

Tentang Maria diangkat ke surga ini, Paus Benedictus XVI pernah berkata: “Denganmemandang Maria dalam kemuliaannya di surga, kita memahami, bahwa dunia inibukanlah tanahair kita yang definitif. Dan bila kita hidup sambil memperhatikanhal-hal abadi (surgawi), maka pada suatu saat kita akan mengambil bagian dalamkemuliaan yang sama, dan dunia kita ini akan menjadi makin indah. Bilademikian, kita jangan pernah kehilangan kejernihan hati dan damai kita,walaupun berada di tengah beribu-ribu kesukaran. Tanda berkilau-kilauan SantaPerawan yang diangkat ke surga akan bersinar lebih cemerlang, apabilabayangan-bayangan kesedihan,  penderitaandan kekerasan nampak di dalam cakrawala hidup kita. Hendaklah kita yakin, bahwadari atas Maria mengikuti tapak-tapak kaki kita dengan keprihatinan yanglembut, menyingkirkan kesuraman dalam saat-saat kegelapan dan kesedihan. Iamemberi kepastian dengan tangannya sebagai Ibu kita. Marilah terus kitalanjutkan hidup kita di bawah bimbingan Maria” (Castel Gandolfo, 16 Agustus 2006).

Mari kita percayakan diri kita selalu kepada Bunda Maria. Kita dipanggil bukan untuk sukses, melainkan untuk setia! Bunda Maria, doakanlah kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

*******

 RD. Fransiskus Emanuel da Santo, PR adalah imam asal Keuskupan Larantuka, kini berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif, Komkat KWI, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *