Katekese Paus Fransiskus:   Jadilah Instrumen Penyembuhan Tuhan Seperti Para Rasul

Paus Fransiskus melanjutkan Audiensi Umum mingguannya dengan melanjutkan katekese tentang Kisah Para Rasul, ia menekankan tentang pentingnya  kepercayaan dan kesetiaan  kepada Tuhan, dan bertindak atas nama-Nya.  Demikian laporan  Francesca Merlo dari  Vatican News (7/8/19)

Dalam katekese tentang Kisah Para Rasul, Paus Fransiskus minggu ini memusatkan perhatian pada kisah penyembuhan pertama dalam Kisah Para Rasul (Kisah Para Rasul 3: 3-6): Penyembuhan Paralitik Petrus  dan Yohanes.

“Dalam Kisah Para Rasul”, kata Paus Fransiskus, “pemberitaan Injil tidak hanya mengandalkan kata-kata, tetapi juga pada tindakan nyata yang menjadi saksi kebenaran dari proklamasi”. Ini, kata Paus, adalah keajaiban dan tanda-tanda, yang “mengkonfirmasi” karya para Rasul, “menunjukkan bahwa mereka bertindak atas nama Kristus.”

Baik Perak Maupun Emas

Paus Fransiskus menjelaskan bahwa pengemis itu, dalam pertemuan para rasul, “tidak menemukan uang, tetapi nama yang menyelamatkan: Yesus Kristus orang Nazaret”.

Petrus  sebagai Gereja

Petrus  kemudian memerintahkan orang lumpuh untuk berdiri dan, dengan mengambil tangan kanannya, membantunya berdiri.

Melalui ini, kata Paus Fransiskus, Petrus  mempersonifikasikan Gereja, yang “melihat mereka yang berada dalam kesulitan, tidak menutup matanya, dan tahu bagaimana memandang kemanusiaan di wajah untuk menciptakan hubungan yang bermakna, jembatan persahabatan dan solidaritas alih-alih hambatan. ”

Bertindak Atas Nama Yesus

Paus Fransiskus kemudian melanjutkan perbandingannya, menjelaskan bahwa para rasul memandang pengemis itu dan berkata “lihat kami”. Mereka menjangkau dia, mereka mengangkatnya dan mereka menyembuhkannya. Ini, kata Paus, adalah apa yang Yesus lakukan dengan kita semua. Melalui masa-masa sulit, di saat-saat dosa, di saat-saat kesedihan, “Yesus berkata kepada kita, ‘Lihatlah aku: Aku di sini!'” Karena itu, kata Paus, “Mari kita ambil tangan Yesus dan membiarkan diri kita diangkat naik”.

Akhirnya, Paus menjelaskan bahwa Petrus dan Yohanes mengajar kita untuk tidak mempercayai cara yang digunakan untuk menyembuhkan, yang katanya, “juga bermanfaat”. Sebaliknya, percaya pada “kekayaan sejati yang adalah hubungan dengan Yang Bangkit.” “Janganlah kita lupakan”, pungkas Paus, “bahwa adalah tangan Yesus yang melalui kita sendiri membantu orang lain untuk bangkit”. (vaticannews/terj.Daniel B.Kotan).

*********

Sumber: artikel dan gambar: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2019-08/pope-Fransiskus-general-audience-catechesis-acts-apostles-paralytic.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *