Renungan Pekan Paskah ke VII: “Semoga Mereka Bersatu..”

Bacaan: Kis 7:55-60; Why 22:12-14,16-17,20; Yoh 17:20-26

oleh RD. Fransiskus Emanuel da Santo, PR

 Mengutip sebagian doa Yesus dalamInjil hari ini, mau mengatakan bahwa Yesus tetap bersatu dengan para murid, dan para murid diharapkan tetap bersatu yang mencerminkan persatuan mereka dengan Yesus Kristus sendiri. Persatuan merupakan cita-cita dan sekaligus perjuangan bagi kehidupan orang Kristen. Dalam persatuan itu kita mewujudkan kasih.

Arah doa ini ditentukan oleh arah kehidupan bersama Yesus Kristus. Doa ini menunjukkan beberapa keprihatinan yang mendalam. Keprihatinan itu antara lain, ialah kemuliaan Allah yang harus tercermin dalam perjuangan hidup Yesus. Selruh hidup Yesus mewujudnyatakan kemuliaan Allah. Hal kedua, yakni keprihatinan Yesus pada kehidupan para murid. Maka nerekalah yang bisa dipercaya untuk menyatakan kemuliaan Allah kepada dunia. Mereka telah menjadi bagian dalam kehidupan Yesus, tetapi mereka masih di dunia, karena itu pantas mendapatkan perhatian agar tidak menjadi duniawi, melainkan melaksanakan kehendak Yesus sepenuhnya. Dan keprihatinan terbesar adalah pada persatuan hidup. Persatuan itu menyangkut dua hal yakni, persatuan mereka yang percaya kepada Yesus dan itu punya arti bagi persatuan dalam seluruh “keluarga keselamatan” yang dibangun oleh Yesus. Perbedaan-perbedaan yang ada menuntut kerukunan dan persatuan. Dan dengan kekuatan dan rahmat Kristus kita diajak untuk mengatasi segala macam perpecahan yang bisa menjadi ancaman.

Tiga dimensi persatuan dan kesatuan  yang didoakan Yesus adalah, Persatuan dan kesatuan di antara para murid sendiri, persatuan dengan orang-orang lain dan persatuan dan kesatuan dengan Tuhan sendiri. Yang didoakan dan diharapkan dari Tuhan ini, tidak terlalu mudah untuk dicapai, namun kita semua dipanggil untuk tujuan yang satu dan sama, yaitu untuk Allah sendiri. Karena hanya dengan persekutuan dengan-Nya kita manusia mampu bersatu.

Semoga doa Yesus menjadi nyata dalam hidup kita sebagai umat beriman baik antar kita para murid-Nya, juga dengan orang lain dan dengan Tuhan sendiri. Persatuan dengan model persatuan antara Bapa, Putera da Roh Kudus. Bahkan Yesus berdoa agar dunia tau dan percaya bahwa Yesus dan Bapa itu satu, dan supaya mereka sempurna menjadi satu; dan bahwa Bapa mengasihi kita seperti Ia mengasihi Yesus. Doa yang penuh harapan ini agar kita tidak menyai-nyiakan iman  yang tumbuh dan berkembang dalam Dia. Semangat iman harus terus bertumbuh dalam semangat Yesus sehingga kita pun boleh mengalami kemuliaan seperti kemuliaan yang dialami oleh Yesus sendri.

Hari ini Gereja merayakan Hari Komunikasi se dunia ke-53. Gereja mengajak umatnya dan setiap orang yang berkehendak baik untuk terus membangun komunikasi yang jujur, terbuka dan saling menghargai. Dengan semangat “Kita adalah sesama anggota” (Ef 4:25), jejaring komunkasi dalam komunitas umat beriman sungguh-sungguh menjadi sebuah komunitas insani sejati. Paus Fransiskus berpesan, “Kita semua mengakui diri kita sebagai anggota dari tubuh yang satu dan sama dengan Kristus sebagai kepalanya. Dengan kita mengakui diri sebagai anggota tubuh yang sama, kita bisa memanang orang lain bukan sebagai pesaing namun sebagai pribadi setara. Tatapan merangkul Kristus kepada semua orang mengajarkan kita untuk saling peduli satu dengan yang lain”

Semoga kita semakin bersatu dalam Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Tuhan memberkati!

*******

RD. Fransiskus Emanuel da Santo, PR adalah imam asal Keuskupan Larantuka, kini berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif, Komkat KWI, Jakarta.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *