Renungan Minggu Paskah ke V : “Supaya Kamu Saling Mengasihi”

Bacaan: Kis 14:20b-26; Why 21:1-5a; Yoh 13:31-33a.34-35

by RD. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr

Hukum baru yang dibawa oleh kehidupan Kristus adalah mengasihi Allah dan manusia. Perintah itu merupakan perintah baru sejauh kasih Allah dihadirkan secara nyata dan pribadi dalam diri Kristus, dan meminta jawaban yang begitu nyata dan pribadi. Perintah ini disampaikan Yesus sesaat Yudas pergi dari komunitas para Rasul untuk mengkhianati Yesus. Yesus melihat dan menyadari bahwa saat pengkhianatan Yudas, saat penderitaanNya adalah saat Ia dipermuliakan, dan Allah dipermuliakan dalam diriNya.

Peristiwa pengkhianatan yang menyakitkan itu, menjadi titik kemuliaan Yesus. Ketika harus menerima kenyataan, bahwa pengkhianatan itu membuat Ia harus menderita, disalibkan dan wafat, Yesus justru memberi makna yang sangat istimewa, “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.”. Saat seperti inilah Yesus memberikan perintah baru untuk saling mengasihi. Saling mengasihi ketika harus menerima pengkhianatan. Ketika cinta dan kebaikan dibalas dengan pengkhianatan. “supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikia pula kamu harus saling mengasihi”.

Dalam mengasihi itu, jangan ada pengkhianatan, jangan ada dusta. Mengasihi dengan ikhlas dan jujur. Mengasihi adalah ciri khas murid-murid Yesus.Juga mengasihi ketika kita dikhianati. Kasih cinta kita itu tidak boleh luntur. Itulah yang ditunjukan atau dicontohkan oleh Yesus sendiri.Kasih Yesus dipenuhi tanggungjawab. Ia selalu mencintai sampai tuntas; tidak berubah dalam perjalanan waktu. Sementara kasih kita selalu punya maksud dan pilihan, sering juga membeda-bedakan, bahkan orang merasa bosa, tak bergairah, lelah dalam mengasihi. Mengasihi harus dengan rasa tanggungjawab; kasih yang memberi diri, kasih yang tuntas, tanpa batas ruang dan waktu, bukan soal suka dan tidak suka, mau atau tidak mau, tapi kasih yang hanya tau memberi.

Perintah yang diberikan Yesus ini selalu relevan dengan situasi hidup kita zaman ini. Saling mengasihi adalah tuntutan hidup, dan bahkan tuntutan sebagai murid Yesus. Mengasihi tidak sebatas kata-kata indah, juga  tidak sebatas perbuatan baik kita dibalas dengan kebaikan, tetapi sebaliknya, lewat tindakan konkrit; terlebih ketika kita disakiti, dikhianati, dibohongi, dll Bahkan segala yang kita kerjakan, kiranya menjadi kesempatan Allah dipermuliakan. Ketika kita bekerja dengan sungguh, ketika kita berkorban untuk kepentingan banyak orang, ketika kita bisa menolong orang lain, apapun yang kita kerjakan, sesederhana apa pun kiranya semata demi kemuliaan Allah. Allah dipermuliakan dan kita dipermuliakan dalam Allah.Yesus telah memberikan teladan bagi kita.

Sejauhmana sikap dan cara hidup kita selama ini, entah di dalam keluarga, dalam tugas dan pelayanan kita, apakah sudah sesuai harapan dan teladan yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri? Tidak mudah, tetapi menjadi tuntutan bagi seorang murid Yesus yang sejati. Hidup ini bukannya sandiwara. Mengasihi dengan tulus dan jujur satu sama lain, juga terlebih mengasihi yang mengkhianati dan yang menyakiti kita. Pesan Yesus, “Supaya kamu saling mengasihi”

Karena itu, semoga tidak ada dusta di antara kita.

********

Fransiskus Emanuel da Santo, PR adalah imam asal Keuskupan Larantuka, kini berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif, Komkat KWI, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *