Hari Selasa Pekan II Adven
Bacaan:
Yesaya 40:1-11
Matius 18:12-14
“Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”
Mencari milik kita yang hilang merupakan sikap alamiah manusia. Ketika kita memperoleh hal/barang yang hilang itu, maka ada suka cita yang melingkupi kita. Kita akan bersyukur karena menemukan kembali barang/hal itu, mungkin juga akan membagikan suka cita itu dengan orang lain. Dalam kisah injil hari ini, Yesus menggambarkan sebuah perumpaan tentang domba yang hilang. Sang Gembala akan meninggalkan ke-99 dombanya untuk mencari satu yang hilang tersebut sampai menemukannya dan kemudian bersyukur untuk itu.
Perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus ini, sederhananya adalah sebuah gambaran akan kasih dan penyertaan Allah dalam hidup manusia; sebuah gambaran akan Cinta Allah yang sungguh tidak terbatas dalam hidup manusia. Allah, pada dasarnya selalu mengundang manusia untuk datang kepada-Nya. Undangan ini diberikan kepada semua orang, namun tidak semua menanggapi undangan Allah ini. Mereka yang sudah menanggapi undangan Allah, sering juga jatuh dan terpisah dari kelompok yang sudah mendapat label “Kristus”. Mereka kemudian berjalan sendiri tanpa arah, tanpa tujuan, dan tanpa bimbingan. Allah, karena kasih-Nya kemudian mencari dan mengajak agar kita kembali lagi menuju kehidupan bersama-Nya.
Penggembalaan sang Gembala menuntut agar kita juga mempersiapkan diri dan mau memberikan diri pada bimbingan sang Gembala. Tentang hal ini, dalam kitab Yesaya disebutkan bahwa untuk sampai pada saat itu, kita diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik. Mempersiapkan diri dapat diartikan dengan mengikuti semua ajaran Kristus dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sederhananya menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Untuk menjadi saluran berkat maka kita juga harus memperoleh berkat dari sumber berkat itu sendiri. Kita tidak bisa memberikan dari apa yang tidak kita miliki. Untuk itu kita diminta untuk selalu berada dalam relasi yang mesra dengan Allah sumber kasih dan damai.
Menjadi penyalur kasih dalam dunia dewasa ini gampang-gampang susah. Kadang kita tergoda untuk meninggalkan hidup kristiani dan menjauh dari Allah. Saat kita berada jauh dari jangkauan Allah , Allah sedang mencari dan mengajak kita untuk kembali. Mungkin saja, melalui orang-orang di sekitar kita yang mengingatkan kita untuk kembali rajin ke gereja, mengajak ikut misa lingkungan, ikut kegiatan gereja, ikut pengakuan dosa dan masih banyak lagi contoh sederhana di mana Tuhan sedang mencari dan mengajak kita untuk kembali kepada-Nya. Kita hanya diminta untuk memiliki hati yang mau kembali dan berubah karena sebesar apapun dosa yang kita miliki, Allah sang sumber kasih dan pengampun akan mengampuni dosa-dosa kita.
Mari menguatkan hati kita sebagai orang Kristiani yang berkualitas dan berusaha untuk selalu berada dalam kawanan Allah; berusaha untuk membuka hati saat sudah melangkah jauh dari jangkauan Allah dan mensyukuri semua anugerah Allah dalam hidup kita. Amin
(Ignasius Lede)

