Berlipat Ganda!

kemuridan-mrk-1-petrus-dipanggil.jpg

Hari Rabu Pekan II Adven

Bacaan:
Yesaya 40:23-31
Matius 18:28-30

Apakah mudah menjadi murid Yesus? Mungkin banyak yang akan mengatakan ” iya mudah saja, kan setelah dibabtis kita adalah murid Yesus.” Memang benar setelah dibabtis, kita adalah murid-murid Kristus. Pembabtisan menjadi pintu masuk ke dalam kehidupan Kristiani dan dengan demikian kita mengenakan Kristus serta memberi tempat untuk kehadiran Kristus dalam hidup kita. Akan tetapi, untuk menjadi murid yang sejati kita dituntut untuk meninggalkan segala hal dan mengikuti Yesus. Sampai pada titik ini, kita pasti akan menanggapi: “kan sudah ada tuh para pastor rohaniwan/i. Kita tinggal ikut saja.” Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengajak kita melihat kemuridan kita sebagai seorang Kristiani.

Para murid Yesus, yang diwakili oleh Petrus, mempertanyakan keuntungan dari kemuridan yang mereka hidupi. “Apa yang kami peroleh” merupakan pertanyaan eksistensial yang menyentuh dasar kemuridan. Mereka mempertanyakan tujuan dari kemuridan, keuntungan, dan jaminan yang pasti di masa yang akan datang. Yesus pun tidak bisa memberikan kepada mereka sebuah bukti fisik bahwa hidup mereka akan terjamin. Yesus tidak pernah menjanjikan sebuah kehidupan yang bergelimang kekayaan dan hidup tenang dalam kenyamanan saat mengikuti Dia. Yesus dalam keseluruhan karya-Nya justru selalu mengingatkan para murid untuk waspada pada bahaya di masa yang akan dan selalu mempersiapkan diri. Segala sesuatu yang perlu bagi pelayanan dan pewartaan Injil sudah disediakan oleh Bapa di surga. Para murid tidak akan diberikan emas/berlian. Mereka tidak akan memperoleh apa-apa. Yesus meneguhkan mereka bahwa bagi mereka yang sudah bersama dengan-Nya dalam pelayanan bagi banyak orang, akan memperoleh dua kali lipat. Murid Kristus akan memperoleh double.

Menjadi murid Kristus dengan meninggalkan banyak hal bisa digolongkan super sulit pada zaman ini. Banyak orang sudah terlalu terikat dengan harta kekayaannya. Contoh sederhana dapat kita lihat saat anak muda kemana-mana tidak lepas dari.Hp (handphone). Handphone seperti sudah menjadi makanan sehari-hari. Kalau tidak pegang HP, hidup pun terasa hampa dan kosong. Menjadi rohaniwan/i atau biarawan/i yang belum boleh (dikecualikan beberapa konggregasi/ordo/tarekat yang sudah memperbolehkan) menggunakan barang elektronik selama masa pembinaan sudah pasti tidak menarik. Belum lagi, pelayanan dalam Gereja tidak membawa keuntungan pribadi yang bisa meningkatkan taraf hidup. Kita malah memberi atau mengeluarkan banyak. Untuk hal ini dan masih banyak hal nyata lainnya yang terjadi di sekitar kita, Yesus mau mengatakan bahwa jangan kuatir, semua itu akan digandakan kepada kita saat masih di dunia ini dan di dunia nanti. Kita akan mendapatkan double dibandingkan yang sudah kita berikan. Semua itu akan ditambahkan dengan sendirinya dalam hidup kita saat kita sedang asyik dalam perjalanan yang tulus kepada Tuhan, sesama, dan alam semesta.

Mari selalu mempraktikkan cinta kasih dan memberikan pelayanan yang tulus kepada semua orang tanpa mengaharapkan keuntungan karena semua sudah disediakan oleh Bapa di Surga, bahkan kita diberi berlipat ganda. Amin
(Ignasius Lede)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *