Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama propinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Workshop Kurikulum 2013 bagi guru-guru Tingkat Sekolah Dasar Angkatan II se-Kalimantan Tengah. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 20 s.d. 23 April 2016 ini dihadiri 52 peserta guru utusan dari seluruh kabupaten kota di Kalimantan Tengah. Kepala Bimas Katolik Propinsi Kalimantan Tengah, Bp. Wilhelmus Ndoa dalam sambutan dan pengarahannya menjelaskan bahwa tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan kualitas guru agama Katolik yang terampil, kreatif dan inovatif sesuai semangat dan cita-cita kurikulum baru (2013). Peningkatan kualitas SDM (guru) merupakan tanggungjawab semua pihak termasuk pemerintah. Untuk itu Bimas Katolik, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah secara bertahap mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi para guru agama katolik SD, SMP, SMA di propinsi Kalteng.
Workshop diawali dengan suguhan materi tentang spiritualitas katekis yang disampaikan oleh Rm. Frans Janu, Ketua Komkat Keuskupan Palangkaraya sekaligus ketua STIPAS Keuskupan Palangkaraya. Para peserta yang sebagian besar lulusan sekolah tinggi ini mendapat peneguhan kembali dari Rm. Frans yang merupakan mantan ketua dan dosen dari STIPAS dimana dulu mereka menimba ilmu di sana.
Workshop K13 yang dipandu narasumber dari Komkat KWI, P. Leo Sugiyono, MSC dan Bp. Daniel Boli Kotan yang membawakan materi tentang perkembangan terbaru kurikulum 2013 (proses dan hasil revisi 2015), desain kurikulum 2013, analisis keterkaitan standar Kompetensi Lulusan, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, penilaian hasil belajar silabus, dan perencanaan pembelajaran. Setelah mendalami materi-materi tersebut, peserta workshop dalam kelompok-kelompok kerja, berlatih membuat penilaian hasil belajar dan menyusun rancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan dan perbaikan oleh peserta dan para narasumber.
Bp. Dominikus Fernandez, dalam kesan dan pesannya di akhir workshop mewakili peserta mengatakan bahwa materi-materi yang disampaikan para narasumber sangat berguna bagi para guru di lapangan, apalagi pada workshop ini ada beberapa guru yang baru pertama kali mengikuti workshop Kurikulum 2013. Sebagian peserta workshop ini juga adalah guru senior bahkan ada yang menjelang pensiun, namun semangat belajarnya tidak bisa diragukan. Kita semua, demikian Fernadez, harus terus belajar mengikuti perkembangan jaman agar tidak ketinggalan.
Kepala Bimas Katolik propinsi Kalteng, Bp. Wilhelmus Ndoa acara penutupan workshop menyampaikan terima kasih atas kerja sama Bimas Katolik Kalteng dengan Komkat KWI. Semoga para guru setelah mengikuti workshop ini terus belajar untuk meningkatkan kompetensinya sebagai guru agama Katolik yang profesional dan berdedikasi bagi Gereja dan bangsa. Kegiatan workshop ini, demikian pak Wilem tidak hanya untuk guru-guru negeri (PNS), tetapi juga guru-guru swasta, bahkan akan pula menjangkau guru-guru honorer yang jumlahnya cukup banyak di Kalteng. (DBK).

