Katekese Paus Fransiskus tentang Keluarga

paus fransiskus makan bersama.jpg

Katekese mingguan yang disampaikan dalam audensi umum dengan ribuan peziarah dan pengunjung di lapangan basilika St.Petrus (Rabu 11/11/15), Paus Fransiskus memberikan refleksi tentang perlunya kita mengembalikan keindahan kehidupan keluarga, terutama di meja makan. Dia mengatakan bahwa keluarga harus mulai dengan mematikan televisi mereka dan menyimpan ponsel mereka. Hanya dengan demikian, ia menambahkan, anggota keluarga akan benar-benar berinteraksi dan memperkuat ikatan keluarga mereka.

Berikut adalah rangkuman katekse Paus Fransiskus yang disampaikan pada audensi umum diwartakan oleh romereports.com, diterjemahkan oleh Daniel Boli Kotan.

Dalam katekese tentang keluarga, Paus melihat betapa pentingnya kebersamaan. Paus menandaskan bahwa duduk bersama di meja makan untuk makan malam keluarga, berbagi makanan dan saling berbagi pengalaman kita seharian, adalah gambaran dasar kebersamaan dan solidaritas. Karena Yesus memberi kita Ekaristi sebagai makanan, dan hal ini ada hubungan erat antara keluarga dan Misa.

Kebersamaan yang kita alami dalam keluarga, artinya juga dengan kebersamaan dalam keluarga Gereja, dan lebih luas lagi merupakan tanda kasih Allah yang universal. Dengan cara ini Ekaristi menjadi sekolah inklusi, di mana kita belajar untuk memberikan perhatian pada kebutuhan semua orang. Sayangnya, bahwa makan keluarga sebagai simbol besar kebersamaan, telah menghilang di beberapa masyarakat. Makanan itu sendiri, merupakan tanda saling berbagi dengan sesama lainnya, namun karena kecerobohan, banyak makanan yang terbuang di beberapa tempat lain, sementara saudara-saudara kita di tempat lain banyak yang kelaparan

Ekaristi mengingatkan kita bahwa roti dimaksudkan untuk dibagikan kepada semua. Semoga keluarga kita, dan seluruh Gereja, menjadi tanda kebersamaan dan solidaritas untuk kebaikan seluruh keluarga manusia, terutama selama tahun jubelium ini.

Saya menyapa para peziarah dan pengunjung berbahasa Inggris yang mengambil bagian dalam audensi ini, termasuk yang dari Inggris, Denmark, Belanda, Ghana, Jepang, Korea dan Amerika Serikat. Semoga Anda serta keluarga dianugerahi rahmat suka cita dan damai sejahtera. Tuhan memberkati kalian semua! (Daniel Boli Kotan)

Sumber http://www.romereports.com/2015/11/11/
Foto: Paus makan bersama dengan para jesuit di biara Ignatius Loyola, 31 Juli 2014. sumber http://www.catholicnewsagency.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *