Renungan Bersama Rm. Yosef Lalu, Pr
Bacaan I : Kis 10:34a.37-43
Bacaan II : Kol 3:1-4
Bacaan Injil : Yoh 20: 1-9
KEBANGKITAN
Mary (nama lengkapnya Maria Magdalena Sunur, ibunya memanggilnya Magda saja) sebenarnya ia seorang gadis yang baik dan saleh. Tetapi karena merasa tertekan oleh keadaan yang miskin, ia nekad meninggalkan rumah dan kedua orang tuanya di desa dan hijrah ke kota untuk mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga, tetapi tidak lama kemudian ia di-PHK-kan.
Otaknya bekerja cepat. Mary sebenarnya gadis yang pandai dan cantik. Ia mengerti dengan cepat bahwa di sebuah kota besar gadis cantik seperti dia dapat memperoleh uang banyak dengan tidak susah-susah bekerja.
Ia berhasil memikat hati laki-laki yang berdompet tebal. Terus berganti-ganti “kekasih”. Ia berhasil mengumpulkan banyak uang, mobil dan rumah……….
Di dalam kehidupan yang penuh kemewahan dan kenikmatan, ia jadi lupa sama sekali dengan kedua orang tuanya, petani miskin di desa itu. Ia pernah mendapat surat dari mereka, yang menyesalkan jalan hidupnya, tetapi sama sekali tidak dihiraukannya.
Pada suatu saat secara kebetulan ia melihat sebuah gereja, yang mengingatkan dia pada gereja didesanya. (Waktu kecil ia sangat rajin ke gereja, mengikuti kebiasaan kedua orang tuanya). Ada semacam kerinduan yang sulit dia pahami mendorongnya untuk memasuki gereja itu. Ketika ia memasuki gereja itu, ia agak tersentak, sebab hiasan dalam gereja itu mengingatkan dia akan suasana pesta Paskah. Masa dan hari-hari kebangkitan Tuhan! Sudah sekian banyak tahun ia tidak merayakan dan mengalami Paskah lagi! Tiba-tiba Mary merasa sangat terguncang hatinya. Air matanya deras mengalir………
Hari itu juga ia mengambil keputusan: Pulang! Tiba-tiba ia teringat gereja parokinya. Teman-temannya semasa kecil. Rumahnya, ladang, jalan setapak di atas pematang…..semuanya. Terlebih ia teringat akan kedua orang tuanya.
Ia naik kereta api ke desanya dan tiba larut malam.
Waktu ia mendekati pintu halaman rumah, tiba-tiba hatinya menjadi kecut dan ragu. Apakah orang tuanya masih mau menerima dia, yang telah begitu tega mencemarkan nama baik keluarga??
Ia heran bahwa pada larut malam seperti itu pintu pagar dan pintu rumah masih tetap terbuka. Biasanya selalu terkunci rapat. Ia berjalan melewati halaman dan melihat bahwa kamar kedua orang tuanya masih terang. Lampunya masih menyala. Ketika ia tiba diambang pintu, gemersik langkah kakinya memecah kesunyian. Terdengar suara ibunya dari dalam: “Magda, kaukah itu?”
“Ya, ibu. Tetapi mengapa pintu masih terbuka lebar padahal malam sudah larut?”
“Anakku, sejak kau pergi, selama sepuluh tahun pintu depan tak pernah di kunci….Kami tahu pada suatu hari pasti kau pulang…..”
***
Pesta Paskah adalah pesta kembalinya si anak hilang! Paskah adalah pesta kebangkitan dari hidup lama ke hidup baru. Bangkit dari kubur dosa untuk menatap terang.
Dalam Injil hari Paskah ini kita mendengar tentang seorang wanita lain. Maria Magdalena! Mungkin sedikit dirasa aneh bahwa dalam ceritera kebangkitan Tuhan, Maria Magdalena, bekas pelacur itu dilibatkan secara menyolok oleh penginjil Yohanes. Baris-baris pertama dari Injil hari yang sangat berbahagia ini nama Maria Magdalena disebut-sebut. Bahkan dialah yang pertama-tama diutus Tuhan untuk mewartakan tentang kebangkitan-Nya kepada saudara-saudaraNya yang lain.
Mengapa Maria Magdalena begitu ditokohkan dalam peristiwa kebangkitan Tuhan ini? Mengapa ia seolah-olah begitu dicintai oleh Tuhan sendiri, sehingga Maria-lah yang pertama-tama boleh melihat Dia yang telah bangkit dan boleh mewartakan tentang kebangkitan-Nya?
Maria pernah jatuh sekali dalam dosanya. Tetapi sesudah bertemu dengan Yesus, ia mencoba bangkit dari kejatuhannya. Dan ia berhasil. Ia bangkit menjadi wanita yang lain sama sekali. Dan Yesus menjadi saksinya. Mungkin karena itu Yesus tak pernah melupakannya lagi, sejak ia membasahi kaki Yesus dengan air mata penyesalannya dan mengeringkannya kembali dengan rambutnya. Maria sungguh-sungguh telah bangkit. Ketika Kristus bangkit, Ia sungguh-sungguh telah bangkit. Ia telah merayakan Paskah yang pertama itu secara tepat. Paskah Kristus menjadi Paskah Maria juga. Oleh sebab itu layak melihat Kristus yang telah bangkit dan dipercayakan pula untuk mewartakannya.
***
Pesta PASKAH, pesta kebangkitan Yesus kiranya memberikan beberapa pesan untuk kita:
Pertama: PASKAH Kristus mengajak supaya kita pun berbangkit pula, seperti Maria dari Magdalena. Kita harus bangkit dari dosa-dosa kita, dari kelemahan-kelemahan kita. Semua itu adalah kubur-kubur yang menguburkan kita. Kita hendaknya bangkit dari kubur sistem dan struktur tidak adil yang kita ciptakan. Kita hendaknya bangkit dari kubur egoisme kita. Dari kubur semangat konsumerisme, kubur semangat hedonisme, kubur keserakahan, kubur ketidakadilan, kemesuman, kebencian dan kecemburuan dan iri hati dan sebagainya.
Kita harus bangkit menjadi manusia PASKAH. Perayaan PASKAH secara liturgis di gereja ini yang dimeriahkan dengan koor dan tata upacara liturgi yang meriah memang penting, tetapi semuanya itu kehilangan artinya, kalau kita sendiri tidak bangkit. Pertama-tama kita harus merayakan PASKAH dalam diri kita, baru di gereja.
Kedua: Kita yang telah mengalami PASKAH Kristus, diberi tugas oleh Kristus untuk mewartakan dan memberi kesaksian tentang kebangkitan-Nya kepada orang lain. Pengalaman PASKAH yang membahagiakan tidak boleh disimpan sendiri, tetapi harus dibagi kepada orang lain. Kita harus menularkan kebangkitan itu kepada orang lain. Kita terlibat dalam karya kebangkitan. Kita harus membuka kubur-kubur yang melemaskan manusia di bumi ini.
• Kalau kita membantu kaum miskin, kaum tergusur, kaum tergilas, kita membuka sebuah kubur……..
• Kalau kita membantu seseorang untuk keluar dari kebodohan, keterbelakangan dari kesepian dan putus asa, kita membuka sebuah kubur……..
• Kalau kita menarik teman dari korupsi, dari kesewenang-wenangan, dari keserakahan, kita membuka sebuah kubur………
Kita hendaknya terlibat dalam aksi PASKAH ini. nn

