Renungan Bersama Rm. Yosef Lalu, Pr
Bacaan I : Kel 14:15-15:1
Bacaan II : Rm 6:3-11
Bacaan Injil ; Mat 28: 1-10
DIBENARKAN ALLAH
Malam ini kita merayakan Paskah, kebangkitan Tuhan, tetapi kalau kita membaca Injil dengan baik, akan segera nampak bahwa sebenarnya Injil tidak menceriterakan apa-apa tentang kebangkitan Tuhan. Ia hanya menceriterakan tentang kubur kosong dan tentang penampakan-penampakan. Tentang kebangkitan itu sendiri tidak ada satu kata pun.
Tentang penampakan-penampakan ceritera-ceriteranya sangat terbatas. Yesus tidak menampakkan diri-Nya kepada semua orang, kepada para pemimpin dan musuh-musuh yang membunuh-Nya. Ia juga tidak muncul di tempat-tempat yang penting, supaya kebangkitan-Nya menjadi berita. Yerusalem sepi dari penampakan Yesus. Menurut penginjil Matius dan Markus, Yesus malah berpesan supaya murid-muridNya mendahului-Nya ke Galilea. Di sana mereka akan melihat dan bertemu dengan-Nya. Galilea adalah kampung halaman Yesus dan murid-muridNya. Galilea adalah lambang kesederhanaan dan keseharian. Di sana mereka telah menjalani keseharian mereka. Di sana pula mereka akan melihat dan bertemu dengan-Nya. Yesus hanya menampakkan diri-Nya kepada orang-orangNya yang sederhana dan pada kesempatan-kesempatan yang sederhana pula.
Rupanya ada dua hal yang menarik berhubungan dengan peristiwa Paskah yang pertama itu.
Pertama : Paskah merupakan peristiwa keseharian
Kedua : Paskah, penampakkan Tuhan, terutama ditujukan bagi orang-orang yang sederhana. Orang-orang kecil.
Mari kita renungkan satu persatu:
1. Paskah itu merupakan peristiwa keseharian. Peristiwa dalam kehidupan manusia sehari-hari!!
Tiap tahun kita merayakan pesta Paskah. Ia sungguh merupakan hari pesta. Dalam penanggalan, hari Paskah punya tanggal bewarna merah. Sebagai tanda hari besar, hari libur. Dan kita memang merayakan hari Paskah dengan pakaian-pakaian indah, liturgi yang meriah, hidangan dan telur Paskah yang istimewa. Tetapi pada hari-hari berikutnya terasa pesta Paskah telah selesai. Kita kembali kepada rutinitas. Kepada keseharian, kita pulang kepada pekerjaan dan tugas-tugas kita yang itu-itu juga, yang membosankan. Pesta Paskah memang selesailah sudah.
Tetapi kalau kita membaca Injil baik-baik, Kebangkitan Kristus tidak nampak sebagai pesta. Bahkan tentang kebangkitan Yesus tidak diceriterakan apa-apa . Penginjil hanya menceriterakan tentang kubur yang kosong. Tentang penampakan-penampakan Yesus yang telah bangkit kepada orang-orang kesayangan-Nya. Dan penampakan-penampakan ini tidak terjadi di Kenisah, tidak terjadi di rumah-rumah sembahyang, tidak terjadi pada waktu para rasul dan pengikut-pengikutNya berdoa, tidak terjadi secara meriah, tetapi terjadi dalam keseharian yang sangat biasa. Dalam rutinitas mereka, ketika mereka mulai bekerja, mulai menempuh perjalanan, mulai mengobrol, mulai makan dan sebagainya!! Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena, ketika Ia pulang dari pekuburan itu. Yesus menampakkan diri-Nya kepada dua murid dari Emaus itu ketika mereka sedang dalam perjalanan ke desanya. Kemudian Yesus menampakkan diri-Nya kepada para rasul-Nya ketika mereka sedang menjala di tepi danau Tiberias, ketika mereka sedang bekerja, sedang makan dan sebagainya.
Dari kisah ini seharusnya menjadi nyata bagi kita bahwa Paskah sangat menyangkut keseharian kita sehari-hari.
Paskah tidak selesai dengan perayaan liturgi di gereja!! Tidak selesai dengan dimulainya hari-hari kerja. Justru di sana Paskah baru mulai. Ketika kita mulai bekerja, mulai bertugas, mulai bertarung, Yesus pasti bangkit dan menampakkan diri-Nya (dalam iman kita) kepada kita untuk meneguhkan kita, untuk memberi semangat kepada kita,……seperti Ia meneguhkan dua murid dari Emaus itu dalam perjalanan mereka ke desa mereka…………
2. Paskah, Kebangkitan Yesus secara khusus diperuntukkan bagi yang lemah, yang berbeban, yang menderita. Bagi kaum kecil…..
Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada Maria Magdalena, pendosa itu, yang dikucilkan dari agama dan masyarakatnya. Yesus yang telah bangkit menampakkan diri-Nya kepada para rasul yang ketakutan, dibenci dan dikejar-kejar oleh para penanggungjawab keagamaan pada waktu itu. Yesus yang telah bangkit menampakkan diri-Nya kepada dua murid dari Emaus itu, yang sedih bingung dan putus asa karena kehilangan guru-Nya.
Yesus yang telah bangkit tidak tinggal di Gereja ini saja, tetapi Ia akan menyusuri jalan-jalan di kota-kota dan desa kita, memasuki rumah-rumah kita, untuk meneguhkan yang putus asa, untuk menyembuhkan yang sakit lahir bathin , untuk mencintai yang merasa ditinggalkan dan kehilangan, …….. dsbnya.
Jauh di sebelah utara negeri Rusia terdapat sebuah pulau kecil, yang biasa disebut orang “pulau Setan”. Ke pulau itulah biasanya pemerintah komunis Rusia pada masa jayanya membuang segala orang yang dianggapnya berbahaya untuk pemerintahan komunis pada waktu itu. Di sana terdapat banyak orang Kristen yang masih setia pada agamanya, Mereka harus bekerja keras sepanjang hari di hutan-hutan untuk menebang kayu atau dalam pertambangan-pertambangan. Keadaan para tawanan sungguh menyedihkan. Di tempat yang menyeramkan itu sepanjang hari sering terdengar doa ini: Gospod in pomiliuj: Tuhan kasihanilah kami. Tetapi setiap kali pesta Paskah tiba, para tawanan saling berbisik satu sama lain dengan muka berseri-seri: CHRESTOS WOSKRES: Kristus telah bangkit. Pada saat-saat itu mereka merasa bahwa mereka bukan di pembuangan lagi. Mereka seolah-olah bangkit mengatasi ruangan dan waktu. Di luar jangkauan bumi buangan yang penuh penderitaan.nn

