Hari Minggu Prapaskah III (23 Maret 2014) Bersama Rm. Yosef Lalu, Pr

Bacaan I : Kol 17:3-17
Bacaan II : Rom 5:1-2, 5-8

Bacaan Injil : Yoh 4:5 – 42)

 

MENGENAL YESUS

Diceriterakan bahwa dalam tentara Aleksander Agung, Raja Macedonia itu, terdapat pula seorang prajurit yang bernama Aleksander. Di mana-mana prajurit itu selalu membanggakan namanya, karena namanya persis sama dengan nama Aleksander Agung. Namun dalam setiap pertempuran ia senantiasa menunjukkan sifatnya yang pengecut, ia selalu mundur kalau pertempuran mulai menjadi sengit. Mendengar itu Aleksander Agung memanggil prajurit itu dan menegurnya dengan keras: “Pilih salah satu, hentikan sikap pengecutmu atau rubah namamu!!”

Nama, terlebih bagi kita orang Timur, sering punya makna. Punya arti. Lalu artinya jantan. Adi artinya hebat, Ayu artinya cantik dan sebagainya. Kalau kita hidup menurut nama itu, kita bisa bangga memperkenalkan diri dan orang yang kepadanya kita memperkenalkan diri, bisa menerimanya dengan hormat, kagum, cinta……dan sebagainya.

Contoh-contoh ini membawa pesan untuk kita, antara lain, bahwa untuk mengenal seseorang kiranya membutuhkan proses. Demikian pula untuk mengenal Yesus. Perlu disadari bahwa tidaklah mungkin dalam waktu yang singkat kita dapat menangkap rahasia pribadi Yesus dan artinya bagi kita. Dalam Injil hari ini Ia menyebut diri-Nya: Air kehidupan yang membawa kesegaran, pelaksana kehendak Bapa, pembawa panen dan Mesias. Tentu saja tidak dapat dengan serta merta kita memahami dan menghayati nama-nama dan gelar-gelar Yesus itu dalam hidup nyata kita sehari-hari. Hanya dalam proses iman yang semakin mendalam sambil melepaskan diri dari motivasi-motivasi yang kurang sesuai, dapat kita mengenal Kristus lebih baik dan melihat artinya untuk kehidupan kita secara konkrit dan efektif.

Namun satu hal harus kita yakini bahwa mengenal pribadi Yesus adalah berbeda dengan kalau kita mengenal nama sesama kita. Mengenal nama Yesus hendaknya mempunyai dampak bagi hidup kita, Hidup kita harus berubah seperti hidup wanita Samaria itu. Mengenal Yesus berarti mengenal dengan perubahan. Kalau tidak, apakah artinya mengenal Yesus. Mengenal Yesus tidak hanya berarti tahu tentang Yesus, tetapi berubah menjadi seperti Yesus.

***

Diceriterakan bahwa seseorang mewawancarai seorang tamannya yang baru saja bertobat dan mengikuti Kristus.

Jadi, kau sudah bertobat mengikuti Kristus?”

Ya!”

Kalau begitu kau tahu banyak tentang Dia, di negeri mana Dia dilahirkan?”

Saya tidak tahu”

Berapa usianya waktu Dia meninggal?”

Saya tidak tahu!”

Berapa sering Dia berkotbah?”

Saya tidak tahu!”

Ah, bagi orang yang telah bertobat dan menjadi pengikut Kristus, ternyata kau mengerti sedikit sekali tentang Dia!”

Kau memang benar, saya malu sekali karena begitu sedikit pengetahuanku tentang Dia. Tetapi sekurang-kurangnya saya tahu hal ini: Tiga tahun yang lalu saya seorang pemabuk. Hutangku banyak. Keluargaku berantakan, Anak istriku selalu takut, setiap kali saya pulang ke rumah!! Tetapi sekarang saya tidak minum lagi. Hutang-hutangku sudah lunas. Keluargaku bahagia. Anak-anak senang menantikan saya pulang ke rumah setiap sore. Ini semua karya Kristus bagiku, Sebanyak inilah yang saya ketahui tentang Kristus!”

Benar-benar mengetahui berarti diubah oleh apa yang diketahui. Wanita Samaria itu telah mengetahui Yesus dan dia telah berubah. Simon telah mengetahui dan mengenal Yesus dan ia telah berubah menjadi Petrus. Dan perubahan itu tidak terjadi serentak. Mungkin Petrus harus memperjuangkannya seumur hidupnya. Maria dari Magdala telah mengenal Yesus dan telah berubah. Dari seorang pelacur menjadi seorang Santa. St. Agustinus telah mengenal Yesus dan ia telah berubah. Dari seorang pemuda bajingan menjadi Uskup dan Santo.

***

Kita mungkin sudah sekian lama mengenal Yesus! Apakah pengenalan akan Yesus sudah membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi diri kita?? Apakah kita sudah semakin menyerupai DIA?? Mungkin dengan rasa malu dan sesal kita harus mengakui: belum apa-apa!!

Leonardus da Vinci ketika ia hendak menggambar Perjamuan Malam Terakhir di Kepala Sixtina di Roma, dikatakan ia memerlukan model-model untuk melukiskan wajah Yesus dan murid-muridNya. Ketika ia mencari seseorang untuk menjadi model bagi Kristus, katanya ia agak kesulitan untuk menemukannya. Namun sesudah ia mencari dan mencari, akhirnya ia bisa menemukan seseorang yang bisa menjadi model bagi Kristus.

Selanjutnya cukuplah gampang bagi Leonardus da Vinci untuk menemukan model bagi Petrus, Yohanes, Yakobus dan murid-murid Yesus yang lainnya. Namun ketika ia hendak melukis Yudas Iskariot, sekali lagi ia menemukan kesulitan untuk menemukan model nya. Ia membutuhkan satu model yang wajah dan sikapnya menunjukkan keserakahan, kebencian, khianat…….dan sebagainya. Sesudah bertahun-tahun mencari, akhirnya ia menemukan model itu di suatu ruang pengadilan. Si terdakwa yang dituduh sebagai pembunuh, penipu dan pengkhianat dapat dijadikan model bagi Yudas. Ketika si penjahat itu di bawa ke Kapela Sixtina dan ketika Leonardus da Vinci sedang melukiskan wajah Yudas, tiba-tiba penjahat yang menjadi model Yudas itu menangis. Dengan terkejut Leonardus da Vinci menanyakan kepadanya mengapa ia menangis, dengan tersedu ia menjawab: “Apakah tuan telah melupakan saya?? Beberapa tahun lalu saya juga pernah duduk di sini untuk menjadi model bagi Kristus.”

Kejahatan dan dosa telah merubahnya, dari model Kristus menjadi model Yudas!!

Sesudah sekian lama mengenal Yesus, banyak hal dan peristiwa telah terjadi dengan diri kita.

Apakah kita sudah bisa menjadi model bagi Kristus?? nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *