Renungan Hari Minggu, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam : “Sang Raja Bertakhta Dari Salib”

Bacaan: 2Sam 5:1-3; Kol 1: 12-20; Luk 23:35-43

Hari ini adalah hari minggu terakhir dan menjadi puncak dalam tahun liturgi Gereja, yang ditutup dengan perayaan Kristus Raja Semesta Alam. Ia adalah raja hati dan budi kita. Raja yang kerajaan-Nya  melampaui segala sesuatu, melebihi dan mengatasi segala singgasana, segala kerajaan, segala pemerintah dan segala penguasa di dunia ini. Kerajaan-Nya adalah kerajaan universal yang mencakup dan meliputi semua manusia dan semua ciptaan lain di dunia. Ia adalah Raja yang bertakhta dari atas salib. Raja yang menderita,mati dan bangkit bagi semua orang dan dari segala bangsa mana pun.

Di dalam Raja yang satu ini, kita menemukan semua yang kita butuhkan dan perlukan dalam hidup ini. Ia mengajak kita untuk datang kepada-Nya, untuk belajar dari-Nya, untuk menimba air kehidupan dari-Nya. Yang mencari, memandang dan memiliki Dia sebagai raja semesta alam, ia memiliki segala-galanya, namun bila kehilangan Dia akan kehilangan segala-galanya. Cintakasih-Nya kepada manusia selalu lebih besar dan kuat dari pada kejahatan yang dilakukannya.

Yesus sang Raja yang bertakhta dari atas salib, menunjukkan kasih-Nya yang total dan sempurna. Raja yang memerintah dengan kasih dan teladan yang sempurna, agar kita belajar dari salib-Nya, dari penderitaan dan kematian-Nya. Menjadi rakyat dan pengikut-Nya yang ikut ambil bagian dalam derita, pengorbanan, salib dan kematianNya. Salib yang diterima oleh Yesus dengan ketaatan sempurna membuka surga bagi kita. “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar” (Rm 5:19).

Salib telah menjadi kebodohan bagi orang-orang yang menolak Kasih dan pengampunan Tuhan Yesus, dan hal ini kiranya tidak menjadikan seruan kasih dan pengampunan menjadi hal bodoh untuk dilakukan juga, karena jika demikian halnya maka kita adalah bagian dari orang-orang yang mengolok-olok Tuhan Yesus. Jika Allah mau mengorbankan diriNya melalui Yesus Kristus karena keberdosaan manusia, maka terlebih kita yang telah percaya kasih Allah pasti akan berkelimpahan dalam hidup kita. Sehingga melalui perayaan hari ini, memotivasi kita untuk semakin bersemangat menjalani kehidupan ini terlebih lagi semangat memberitakan kasih Allah di tengah-tengah kehidupan kita, belajar dari Sang Raja yang penuh pengorbanan dan kasih.

Kerajaan Yesus Sang Raja semesta alam bukanlah kerajaan yang jauh dari manusia. Dengan kekuasaan yang mengatasi segala sesuatu, Yesus sebagai Raja tidak menjauhkan diri-Nya dari manusia, tetapi Ia masuk dan mengalami kehidupan manusia, merasa senasib dan sepenanggungan, menyatu dengan segala suka-duka manusia. Ia telah menjadi manusia dan tinggal di tengah kita. Malah lebih dari manusia, Ia mengalami penghinaan, disalibkan dan mati demi menyelamatkan manusia. Yesus sama sekali tidak berbuat salah. Sang Raja menanggung semua salah kita. Ia menebus dan menyelamatkan kita rakyat kesayangan-Nya.  “Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, namun orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah” (Luk 23:41).

Kita berdoa, Tuhan Yesus Raja semesta alam, Rajailah hatiku dan jadikanlah hatiku seperti hati-Mu” ***

 

Rm. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr: Sekretaris Komkat KWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *