Renungan Hari Minggu Biasa II:  “Apakah  Yang Kamu Cari”

Bacaan: 1 Sam. 3:3b-10.19; 1Kor 6: 13c-15a. 17-20; Yoh. 1:35-42.

Panggilan para murid pertama dihadapkan dengan pertanyaan penting dan mendasar ini: Apakah yang kamu cari! Pertanyaan ini akan terus menggema dalam setiap peristiwa hidup bersama Yesus; yang juga akan terus menantang para pengikut atau para murid Yesus dalam memurnikan motivasi, maksud dan tujuan menjadi murid dan pengikut Yesus yang sejati. Bukan asal ramai, bukan asal terkejut, bukan asal-asal, bukan cuma nama, bukan karna hidup saya aman dan beres saja, tapi apakah yang kamu cari?

Kedua murid dalam Injil, menjawab pertanyaan Yesus dengan bertanya tentang tempat tinggal Yesus. Mereka mencari Yesus, bergaul dengan Dia, hidup bersama Dia di tempat Dia tinggal. Dan Yesus mengundang mereka datang dan lihat, sesudah itu mereka tinggal bersama Yesus. Ajakan Yesus itu penting. “Marilah dan lihatlah”. Yesus tidak mengundang mereka untuk suatu pembicaraan singkat, datar dan biasa-biasa saja; tetapi Yesus mengundang mereka untuk tinggal, ada bersama Dia agar mereka lebih mengenal secara dekat dan mengenal lebih baik cara hidup-Nya, agar cara hidup-Nya menjadi cara hidup mereka. Dan sesudah mereka tinggal dan bergaul bersama Yesus, mereka menjadi yakin dan percaya bahwa mereka telah menemukan Almasih dalam diri Yesus. Dan dari pengalaman ada bersama Yesus itu diwartakan kepada orang lain, sehingga orang lain pun dapat ikut serta mengalami pribadi Yesus itu.

Kita dipanggil untuk mengikuti Dia, untuk mengenal Dia lebih dekat. “Marilah dan lihatlah”. Untuk mengenal lebih dalam, lebih baik yakni ada dan tinggal bersama Dia; untuk tau apa yang Ia mau dan mau apa yang Ia minta. Ia mengundang kita untuk ada bersama-Nya dan mengalami kebaikan-Nya, mengerti tuntutan-Nya, kepedulian-Nya, kasih dan kebaikan-Nya dan seluruh perjuangan hidup-Nya. Kita pun jangan ketinggalan mengajak orang lain di sekitar ita, anggota keluarga kita, rekan-rekan kerja kita, siapa saja untuk datang dan menemukan Dia, untuk datang dan mengalami belaskasih-Nya, untuk mengalami keselamatan yang dicari dan didambakan setiap manusia.

Inilah pencaharian kita yang terus menerus. Semoga kita tidak salah cari atau mencari di tempat yang salah. Dan semoga kita pun dapat bertemu dengan Dia yang kita cari dan tinggal bersama-Nya. Yesus hanya dapat ditemukan kalau orang bersedia untuk mencari dan melihat, untuk tinggal dan ada bersama-Nya, untuk masuk dan mengalami-Nya dan bersatu dengan-Nya, dengan seluruh perjuangan-Nya. Jalan Yesus adalah jalan pengabdian, penyerahan dan pelayanan. Bersama Yesus kita  harus memberanikan diri kita utuk menyerahkan tenaga kita, bersama Yesus kita harus mencari orang yang tersesat dan yang hidup dalam dosa; bersama Yesus kita mau membela orang yang tertindas, dan bersama Yesus kita tidak akan mundur walau kita dihina, diejek demi kejujuran kita dalam menempuh jalan Yesus itu. Semuanya itu menunjukkan bahwa kita sungguh mengenal dan mencitai-Nya.

Menjadi murid Yesus berarti tinggal bersama Yesus dan selanjutnya siap diutus untuk mewartakan kabar baik bagi semua orang. Semoga pencarian kita dalam hidup ini dihantar sampai kepada perjumpaan yang membahagiakan, membawa berkat dan sukacita karena dalam Dia, segala pencarian kita terjawab. Marilah pergi, kita diutus. ***

 

Ditulis oleh Rm. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr; Sekretaris Komkat KWI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *