Renungan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus:  “Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku”

Bacaan: Kis. 1:1-11; Ef. 1:17-23; Mat. 28:16-20

Injil pada hari raya Kenaikan Tuhan kita Yesus hari ini berisi tentang perintah untuk memberitakan Injil. Perikop ini menjadi salah satu perikop dasar menjalankan misi atau perutusan setiap murid Kristus. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. Misi perutusan para murid Yesus ialah: pertama, Pergilah, Kedua ialah menjadikan semua bangsa murid-Ku dan ketiga ialah: mengajar mereka melakukan segala yang diperintahkan.

Pertama, Pergilah. Ini adalah perintah. Sebuah tugas perutusan yang harus dijalankan. Pergilah berarti orang harus bergerak, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, menjumpai orang lain. Ia harus keluar dari zona  nyaman diri sendiri, dan menjumpai orang lain di luar lingkungan, wilayah dan daerah. Seorang murid harus selalu sedia untuk pergi membawa kabar gembira, mewartakan Tuhan yang bangkit. Pergi dengan suatu tujuan dan tugas yang diberikan dan dipercayakan oleh Tuhan sendiri. Itulah misi perutusan.

Kedua, adalah Menjadikan semua bangsa murid-Ku. Apa yang dilakukan ketika kita diutus. Misi perutusan seorang murid yaitu menjadikan semua bangsa murid Tuhan. Itu berarti membawa kabar gembira warta keselamatan agar orang percaya dan bertobat. Menjadi murid Tuhan, berarti menjadikan mereka orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Orang yang percaya yang hidupnya menurut apa yang diperintahkan Tuhan. Murid Tuhan yang hidup dalam kasih cinta, persaudaraan dan pengampunan, yang saling mengasihi dan menghargai satu sama lain, yang hidup rukun dan damai. Selain itu, menjadi murid Tuhan juga dengan membaptis. Membaptis dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus. Tugas membaptis jaman ini tentu tidak mudah. Tetapi bila kesaksian hidup yang baik sebagai seorang beriman, yang kemudian menarik orang untuk memberi diri dibaptis itu adalah suatu tugas yang harus terus diupayakan. Bahkan dengan melihat perbuatanmu yang baik, orang memuliakan Bapamu yang di surga.

Ketiga, ialah Mengajar. “….dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. Perintah Yesus adalah kasih. Maka yang harus diajarkan adalah Kasih Allah yang sungguh luar biasa kepada manusia, sehingga Ia menyerahkan Putera tunggal-Nya untuk menebus dan menyelamatkan kita. Ia mengasih kita dan kita pun harus hidup dalam kasih. Berlaku dan bertindak saling mengasihi. Tugas mengajar bukan hanya menjadi kewajiban Gereja. Tetapi setiap kita anggota Gereja menerima tugas yang sama dari Yesus untuk mengajarkan segala perintah-Nya. Perintah kasih kepada Tuhan dan kepada sesama.

Tugas perutusan ini, semakin tidak mudah. Ada banyak tantangan. Tetapi kita tidak perlu takut, cemas dan ragu. Karena Yesus yang mengutus kita untuk menjalankan misi-Nya ini selalu menjadi jaminan. Ia menyertai kita sampai akhir zaman. Kita perlu memiliki iman dan semangat militan untuk mengasihi dan mencintai Yesus, yang terwujud dalam menjalankan perutusan kita. Tentu saja kita perlu memiliki semangat Kristus, sebagai orang-orang yang hidup dalam kebenaran dan kasih secara konsisten dan bukan musiman. Berani dan tidak perlu ragu tetapi konsisten mengekspresikan iman mulai dengan cara-cara yang paling sederhana, juga memberikan waktu secukupnya untuk terus berkomunikasi secara pribadi dengan Yesus yang mengutus kita. Kita berani keluar dari diri sendiri, dari zona nyaman diri sendiri, cari aman dan mau bebas. Tetapi kita dituntut untuk menjadi misionaris-misionaris zaman ini ke tengah dunia. Bahkan bagaikan domba ke tengah serigala. Penuh tantangan, kesulitan, penolakan, penderitaan, tetapi kita harus yakin dan percaya. Jaminan kita satu-satunya adalah Kristus sendiri. Ia menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Merayakan hari raya Kenaikan Tuhan ini menyadarkan kita untuk lebih berani mewartakan dan memberikan kesaksian tentang Kerajaan Allah di dalam hidup kita di mana saja dan kapan saja. Yesus mengutus kita untuk melanjutkan karya-karya-Nya membangun Kerajaan Allah, supaya semua orang, terlebih mereka yang miskin dan tertindas dapat mengalami kesejahteraan lahir batin.

Yesus membutuhkan tangan-tangan kita, kaki kita, suara kita, pikiran kita, hati dan hidup kita untuk melanjutkan karya-Nya supaya dapat membangun Kerajaan Allah di dunia ini, agar kita semakin sejahtera, semakin adil, semakin damai, semakin manusiawi. Kita adalah duta-duta kasih-Nya.

 

*****

Ditulis oleh Rm. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr; Sekretaris Komkat KWI

 

0 thoughts on “Renungan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus:  “Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *