Katekese Paus Fransiskus: Mukjizat Yang Dilakukan Yesus Menegaskan Penegasan-Nya Bahwa Dia Adalah “Terang Dunia”

Dalam doa Angelus (minggu 22/03/20) Paus Fransikus mengatakan,  Dia (Yesus Kristus) adalah “cahaya yang menerangi kegelapan kita”. Ini berlaku untuk “tingkat fisik dan tingkat spiritual”, lanjut Paus. Orang buta pertama-tama menerima karunia penglihatan fisik, dan kemudian karunia rohani iman kepada Yesus. Keajaiban yang Yesus lakukan bukanlah “gerakan spektakuler” kata Paus Fransikus, mereka menuntun pada iman “melalui perjalanan transformasi batin”.

Terang Iman

“Orang-orang Farisi dan para dokter hukum menolak untuk mengakui mukjizat itu,” lanjut Paus. Mereka menginterogasi pria yang disembuhkan itu. Tetapi dia membingungkan mereka dengan pernyataan fakta sederhana: “Saya buta dan sekarang saya melihat”. Lambat laun, ia menyadari “identitas orang yang membuka matanya”, dan mengakui imannya kepada-Nya. Orang yang disembuhkan mengenali Yesus “sebagai orang yang datang dari Allah”. Dia menyambut Yesus “sebagai Mesias, dan bersujud di hadapan-Nya”.

Melihat Hidup Dalam Cahaya Baru

“Semoga kita juga dapat memiliki pengalaman ini!”, Kata Paus Fransikus. “Dengan cahaya iman, dia yang buta menemukan identitas barunya”. Dia melihat hidupnya dan dunia di sekelilingnya dalam cahaya baru, dan “tidak lagi menjadi budak kebutaan dan prasangka”. Jalan pencerahan orang buta itu “adalah metafora untuk jalan pembebasan dari dosa yang dengannya kita dipanggil”, kata Paus. “Dosa seperti selubung gelap yang menutupi wajah kita dan mencegah kita dari melihat dengan jelas diri kita dan dunia”. Kemurahan Tuhan menghilangkan “bayangan dan kegelapan”, dan memberi kita cahaya baru, tambahnya.

Menjadi Ringan

Orang buta yang disembuhkan sekarang melihat “dengan mata tubuh dan mata jiwa”, kata Paus Fransikus. “Tetapi itu tidak cukup untuk menerima cahaya, seseorang harus menjadi cahaya”, tambah Paus. “Kita masing-masing dipanggil untuk menerima terang ilahi untuk memanifestasikannya dengan seluruh hidup kita”.

“Semoga Maria Yang Mahakudus membantu kita meniru orang buta Injil”, simpul Paus, “sehingga kita dapat dibanjiri dengan cahaya Kristus, dan berangkat bersama-Nya di jalan keselamatan”. (vaticannews.va/terj. Daniel Boli Kotan)

**********

Sumber artikel dan gambar: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2020-03/pope-angelus-christ-light-brightens-darkness.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *