Renungan Minggu Hari Raya Tritunggal Maha Kudus: “Misteri Tritunggal Kudus adalah Dinamika Hidup Kasih yang Penuh Misteri”

Bacaan: Ams 8:22-31; Rm 5:1-5; Yoh 16:12-15

oleh: RD. Frans Emanuel da Santo, Pr

Setelah kita merayakan hari raya Pentakosta, hari turunnya Roh Kudus atas para Rasul, hari lahirnya Gereja,  hari ini kita merayakan pesta Tritunggal Maha Kudus: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Satu Allah tiga pribadi. Misteri Tritunggal yang merupakan sebuah rumusan keyakinan bukan untuk bahan debat serang menyerang, melainkan untuk direnungkan agar pengalaman akan Allah dan hubungan dinamikanya dengan kehidupan manusia menjadi mendalam. Warta Tritunggal adalah warta gembira tentang Allah yang dalam dinamika yang istimewa mencintai manusia dengan cara dan gaya yang menakjubkan!

Misteri Tritunggal merupakan dinamika kasih yang mengagumkan itu. terkandung seluruh kasih Allah kepada manusia dan terlaksananya kasih itu dengan menakjubkan. Misteri kasih itu bersumber pada Allah yang menyatakan diri sebagai Bapa bagi manusia, dalam AnakNya yang diutus untuk membela kepentingan manusia, dan Roh-Nya yang mendorong dan menggerakkan kasih itu sehingga menyuburkan. Karena hubungan Allah dan manusia adalah hubungan kasih, maka jawaban manusia tidak lain dari penyerahan utuh yaitu iman kepercayaan. Dalam iman inilah manusia mendapatkan kurnia Allah dan kedamaian bagi hidupnya.

Pewartaan atas renungan orang beriman tentang misteri ini terutama dipusatkan pada diri Yesus Kristus, yang tampil sebagai Anak Allah yang disayangi, hidup penuh dengan Roh-Nya, dan menularkan Roh itu juga kepada orang beriman. Dalam diri Yesus Kristus Allah menyatakan diri sebagai pencinta manusia yang mengagumkan. Pengalaman akan Allah yang mengagumkan dalam diri Yesus Kristus inilah yang dirumuskan dengan gambaran Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Pengalaman itu merupakan pengalaman sejarah keselamatan Allah bagi manusia. Pengalaman seluruh sejarah keselamatan ini dinyatakan dalam misteri Allah Tritunggal. Karena itu, pengalaman akan Allah Tritunggal terungkap nyata dalam pengalaman iman, dalam dalam keseharian hidup kita akan Allah Tritunggal. Di sinilah kita dituntut untuk beani memberikan kesaksian hidup atas pengalaman iman ini, bahwa Bapa yang telah memanggil kita penuh cinta, terjelma dalam Putera yang menyertai kita dalam Roh.  Persatuan mesra penuh kasih dengan Allah Tritunggal semakin menggerakkan kita untuk terus membangun persatuan kita satu sama lain dalam semangat Allah Tritunggal, sehingga pada akhirnya kita menemukan dan mengalami kebahagiaan, keberanian dan nilai yang berharga yang bertumpu pada misteri hidup yang menampilkan ciri-ciri ilahi sebagai daya kekuatan perjuangan hidup.

*******

 

Fransiskus Emanuel da Santo, PR adalah imam asal Keuskupan Larantuka, kini berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif, Komkat KWI, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *