Renungan Minggu Paskah Ke-3 : “Di Balik Kegagalan Ada Berkat”

Bacaan: Kis 5:27b-32. 40b-41; Why 5:11-14; Yoh 21:1-19

by  RD. Fransiskus Emanuel da Santo, PR

Para rasul kembali keseharian hidup mereka sebagai nelayan. Petrus, dkk masuk laut untuk menangkap ikan, namun mereka tidak menangkap apa-apa sepanjang malam itu. Pengalaman gagal malam itu membuat mereka kembali ke darat tanpa hasil. Namun di pantai itu telah berdiri Yesus yang bangkit yang tidak lagi mereka kenal. Hati dan mata mereka tak mampu melihat Yesus karena selain gagal mendapat ikan, juga tentu kembali menjadi nelayan yang selama ini mereka tinggalkan karena mengikuti Yesus yang berkeliling mengajar dan berbuat baik. Yesus telah menunggu dan menyapa mereka. Yesus minta mereka untuk tebarkan jala di sebelah kanan perahu, dengan pesan “maka kamu akan peroleh”. Tanpa banyak komentar, mereka melakukan,  Hasil yang diperoleh menyadarkan mereka bahwa ternyata yang menyuruh itu adalah Yesus sendiri. Suruhan itu telah membawa hasil yang luar biasa. “Mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan itu”. “Itu Tuhan” yang dikenal oleh murid yang dikasihi.

Rupanya pengalaman pahit dan menyedihkan kehilangan Yesus dan gagal menangkap ikan semalaman itu, telah menutup kesadaran mereka bahwa Yesus hadir, menunggu dan meminta mereka menebarkan jala kembali. Penampakkan Tuhan di pagi yang indah itu, telah membawa semangat hidup baru. Gairah hidup baru bersemi lagi dalam keseharian tugas mereka sebagai nelayan; juga ketika mereka gagal memperoleh apa yang telah mereka usahakan dan perjuangkan sepanjang malam itu. Tidak berhenti di sini saja. Yesus mengajak mereka untuk bersyukur atas apa yang telah mereka peroleh. Sebagaimana selalu Yesus tunjukkan dan buat, yaitu mengambil roti dan ikan itu, mengucap doa syukur dan menikmati hidangan pagi itu. Itu berarti, hidup ini, entah berhasil atau gagal, patut selalu disyukuri. Syukur atas kehadiran Tuhan yang selalu ada dalam berbagai situasi hidup kita, entah gagal, entah berhasil yang kita peroleh.

Yesus yang sama kini juga ada, hadir selalu dalam keluarga dan dalam keseharian hidup kita, dalam tugas dan pelayanan kita, juga ketika kita gagal dan tidak memperoleh hasil apa-apa dari setiap pekerjaan dan perjuangan hidup kita. Ia hadir dan memberi semangat baru, juga ketika kita tidak lagi mengenal Dia yang selalu hadir di pinggir pantai hati dan hidup kita. Dia hadir dan menguatkan kita. Tidak saja meneguhkan, tetapi hadir-Nya memberikan kepada kita semangat hidup baru dalam iman yang memungkinkan kita memperoleh hasil berlimpah, berkat yang luar biasa; juga melalui orang-orang lain yang tidak kenal; yang dengan caranya sendiri, entah langsung maupun tak langsung, dengan doa, dukungan dan kehadirannya telah membuat kita berhasil, menjadi lebih baik. Karena itu kita patut bersyukur atas cinta-Nya seperti fajar yang tak pernah berhenti bersinar dan seperti sungai yang mengalir dan terus mengalir.

Kita berdoa, Ya Tuhan semoga kami selalu berusaha untuk bangkit dari kegagalan dan keterpurukan kami karena kami tau Engkau selalu hadir dan memberkati kami. Bahwa di balik kegagalan, ada berkat. Amin.

*******

RD. Fransiskus Emanuel da Santo, PR adalah imam asal Keuskupan Larantuka, kini berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif, Komkat KWI, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *