Renungan Hari Raya Sabtu Santo/Malam Paskah: Dalam Diri Yesus Sang Cahaya Sejati, Selalu ada Harapan

Bacaan: Luk 24:1-12

by Fransiskus Emanuel da Santo, PR

Cahaya matahari yang paling cerah ialah yang muncul sesudah badai berlalu. Udara yang paling segar dirasakan ialah sesudah hujan deras mengguyur bumi. Makan yang terenak ialah yang dimakan ketika sangat lapar. Cinta yang paling dalam sering muncul sebagai buah pertobatan. Demikianlah sisi hidup manusia yang gelap sering membawa buah yang sangat berarti karena kita belajar bangun dari keruntuhan.

Kebangkitan Yesus adalah peristiwa bangun dari keruntuhan martabat manusia karena perbudakan dosa. Karena dosa, pribadi manusia Yesus dibuat tak berarti dan dicampakkan dari dunia, Kejatuhan itu telah membawa kegoncangan di kalangan para murid. Namun dari kejatuhan ini, muncul keagungan yang menyelamatkan. Yesus bangkit dari alam maut, Alleluia! Demikian kita berseru dan bersorak! Namun seruan itu akan semakin bermakna kalau seruan itu merupakan buah dari pertobatan sejati. Dari gelap, terbitlah terang, dari kemtian lahirlah kehidupan, dari derita lahirlah kebahagiaan!

Cahaya sekecil apa pun membawa terang dan sangat berarti dalam kegelapan. Terang sejati kebangkitan Kristus mala mini, tidak hanya menerangi ruang sekitar kita, tidak hanya menghalau kegelapan dunia ini, namun cahaya Kristus yang bangkit mampu menembus batas-batas tembok dosa dan kegelapan hati yang beku dan keras, menerangi dan menerobos hati yang gulita karena dosa. Cahaya Kristus adalah cahaya kebangkitan yang memampukan orang untuk bangkit dari kejatuhan, dari kematian, dari ketertutupan, dari ketidak-berdayaan, karena Dia sungguh hidup. Hanya hati yang terbuka membiarkan cahaya itu menembus relung yang paling dalam dan memberikan harapan.

“Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati?” Tanya malaikat kepada para wanita. Pertanyaan itu pun terlontar untuk kita saat ini. Mengapa kita terbenam dalam kedukaan rasa kasihan diri karena dosa? Mengapa kita masih hidup dalam kegelapan dosa kita? Mengapa kit ingin menikmati kegelapan hidup tanpa ada jalan keluar? Lihatlah, Kristus bangkit. Kita berhak menikmati kegembiraan Paskah. Menjadi pencinta terang sejati, yang suka hidup dalam terang: kejujuran, keadilan, kasih dan pengampunan, yang bangkit dari kejatuhan, yang mengusahakan damai sejahtera, yang membiarkan diri diterangi oleh cahaya sejati, menjadi manusia baru, manusia cahaya, yang tidak ada kepalsuan. Dalam diri Yesus sang cahaya sejati, selalu ada harapan. Harapan yang meneguhkan, harapan yang menjanjikan, harapan yang menyelamatkan, harapan yang menggembirakan.

Kebangkitan  Yesus hanya berarti bagi orang yang tekun mencariNya, yang setia mengikutiNya, yang percaya teguh kepadaNya, yang percaya tanpa ragu dan bimbang. Kebangkitan Yesus hanya berarti bagi orang-orang yang dekat denganNya, yang beriman kepadaNya. Yang mencintai terang, datang kepada terang, dan hidup dalam terang kebangkitanNya. Mari, wartakanlah Yesus yang hidup di antara orang-orang yang hdiup. Maka hidup kita menjadi sunggu hidup. Alleluia.

 

*********

Fransiskus Emanuel da Santo, PR adalah imam asal Keuskupan Larantuka, kini berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif, Komkat KWI, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *