Katekese yang Melayani Pembinaan Iman Lanjut

15590622_1398280250183575_7865135737767493056_n.jpg

Pendidikan Lanjut dalam Iman di Komunitas Kristiani

Katekese awal meletakkan dasar bagi hidup para pengikut Kristus. Untuk menyemangati proses ini, perlulah memiliki sebuah komunitas Kristiani yang menyambut orang-orang yang sudah diterima dalam inisiasi, menopang dan membentuk mereka dalam iman: “ada resiko bahwa katekese menjadi mandul bila tidak ada komunitas beriman dan hidup Kristen tidak menerima katekumen dalam tingkat tertentu dari katekesenya.“ Pendampingan yang diberikan oleh komunitas kepada orang yang sudah diinisiasi mengintegrasikan mereka sepenuhnya ke dalam komunitas itu.

Dalam komunitas Kristen, murid-murid Yesus diberi makanan di sebuah meja dua kali lipat: “meja sabda Allah dan meja Tubuh Kristus”. Injil dan ekaristi adalah makanan tetap dalam perjalanan menuju ke rumah Bapa. Karya Roh bekerja agar “kesatuan” dan tugas “perutusan” diperdalam dan dihayati dengan suatu cara yang lebih dalam. Pembinaan iman lanjut diarahkan bukan saja kepada individu Kristen, melainkan juga komunitas Kristiani sehingga mereka menjadi matang dalam hidup batin dari cinta Allah dan saudara-saudara, serta dalam keterbukaan mereka kepada dunia sebagai komunitas misioner. Kerinduan Yesus dan doa-Nya kepada Bapa adalah seruan tanpa henti: “agar mereka semua menjadi satu, sebagaimana Engkau, Bapa, ada dalam Aku, dan Aku dalam Dikau, agar mereka juga ada dalam kita, supaya dunia percaya bahwa Engkau telah mengutus aku.” Mendekati cita-cita ini, sedeikit demi sedikit, menuntut dari komunitas, kesetiaan yang besar kepada karya roh kudus, menerima makanan tetap Tubuh dan Darah Kristus dan pendidikan iman lanjut, dan sepanjang waktu mendengarkan sabda.

Pada meja sabda Allah, homili menduduki tempat istimewa, karena “homili meneruskan kembali perjalanan iman yang telah dimulai oleh katekese dan membanya kepada pemenuhan kodratinya, dan pada saat yang sama mendorong para murid Tuhan untuk setiap hari membarui perjalanan rohani mereka dalam kebenaran, sembah sujud, dana dalam syukur.

Pelbagai Bentuk Katekese Lanjut

Untuk melanjutkan pendidikan iman, pelayanan sabda menggunakan berbagai bentuk katekese. Di antaranya akan disoroti bentuk –bentuk berikut:
– Studi dan penyelidikan Kitab Suci, dibaca bukan hanya dalam gereja melainkan bersana Gereja dan imannya yang hidup, yang membantunya menemukan kebenaran ilahi, yang dikandungnya sehingga membangun iman. “Lectio divina” adalah suatu bentuk yang bagus dari bentuk ini.
– Membaca peristiwa dan kejadian-kejadian secara Kristiani, yang menuntut suatu panggilan misioner dalam komunitas Kristen.
– Katekese liturgis, menyiapkan sakramen-sakramen dengan memajukan suatu pengertian dan pengalaman liturgi lebih dalam. Memberi penjelasan tentang isi doa-doa, arti tanda-tanda, dan gerak-gerik, mendidik partisipasi aktif, kontemplasi, dan keheningan.
– Katekese berkala, yang berusaha menafsirkan situasi-situasi hidup tertentu, personal, keluarga, atau hidup eklesial dan sosial, dan menolong mereka untuk menghayatinya dalam prospek iman.
– Prakarsa-prakarsa pembinaan rohani yang berusaha menguatkan keyakinan, membuka prospektif-prospektif baru dan memberikan dorongan untuk berkanjang dalam doa, dan dalam tugas kewajiban mengikuti Kristus.
– Pendalaman sistematik pesan-pesan Kristiani melalui pengajaran teologi, untuk mendidik sungguh-sungguh dalam iman, mendorong tumbuhnya pengertian iman, dna menyanggupkan orang Kristen memberi alasan bagi pengharapannya dalam dunia dewasa ini. Dalam arti tertentu pantaslah menyebut katekese demikkian “katekese penyempurna”

Sungguh penting bahwa katekese awal bagi anak-anak, kaum muda, entah yang sudah atau belum dipermandikan serta katekese lanjut, berhubungan erat dengan proyek kateketik dalam komunitas Kristiani, agar Gereja partikular dapat bertumbuh dengan serasi dan kegiatan misionernya muncul dari sumber-sumber yang autentik. “penting juga bahwa katekese untuk anak-anak dan kaum muda, katekese yang terus menerus dan katekese bagi orang dewasa, tidak dikotakkan… penting bahwa sifat saling melengkapi secara sempurna perlu dikembangkan.” (Ignas Lede)

Disadur dari Conggregation For The Clergy, Buku Petunjuk Umum Katekese, diterjemahkan dari General directory for Catechesis oleh Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *