Bangunlah dan Pulanglah ke Rumahmu!

lal278518.jpg

Hari senin Pekan II Adven

Bacaan:
Yesaya 35:1-10
Lukas 5:17-26

Mukjizat dan tanda yang dibuat oleh Yesus menimbulkan decak kagum dan juga keraguan di antara orang-orang yang menyaksikannya. Mereka yang kagum dengan karya yang dibuat Yesus, kemudian menjadi percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Iman mereka timbul dari penglihatan, kemudian masuk ke dalam hati, percaya kepada Yesus, dan akhirnya menjadi saksi yang mau mewartakan apa yang sudah dibuat oleh Yesus. Mereka, yang sudah melihat dan tidak merasakan apa-apa, dalam hal ini orang-orang dari kelompok farisi, berusaha untuk terus mempertanyakan dan mencari jawab yang logis dari semua tindakan Yesus.

Pandangan kelompok Farisi jelas: mari ikuti Taurat, di sana tertulis bahwa hanya Allah yang bisa mengatakan bahwa dosa seseorang diampuni; Hanya Allah yang bisa mengampuni dosa manusia; selain Allah adalah penghujat. Yesus pun mengetahui pikiran mereka dan menanggapi dengan bijak bahwa Dia sebagai Allah yang menjadi manusia, mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa. Hal ini tampak dalam penyembuhan orang lumpuh yang harus dibawa kepada Yesus melalui atap rumah. Orang lumpuh dan orang yang mengantarnya percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan penyakitnya. Kepercayaannya itu menuntun dia untuk sampai kepada Yesus. Yesus yang melihat iman seperti itu tergugah hatinya dan menyembuhkannya. Bagi Yesus, iman yang seperti itu dapat menyembuhkan dan mengatasi banyak persoalan. Benar saja, orang lumpuh itu pun sembuh dan pergi sambil memuliakan Allah.

Dalam kitab Yesaya ditegaskan kembali bahwa pada saatnya, Allah akan datang kembali ke dunia dan mengalahkan yang jahat serta menolong orang yang percaya kepada-Nya. Masa itu akan datang, oleh karena itu semua orang yang percaya kepada-Nya diminta untuk mempersiapkan diri dan tidak boleh takut dengan apapun juga. Mempersiapkan diri dapat diartikan sebagai bentuk pertobatan, karena dosa telah menyebabkan “penyakit”, maka pertobatan adalah sarana untuk bisa kembali kepada Allah, Sumber Kekudusan. Yesus saat menyembuhkan orang lumpuh mengatakan bahwa “dosamu telah diampuni”. Hal ini menunjukkan bahwa sumber penyakit yang menjadikannya lumpuh adalah “dosa”. Jika ditafsirkan secara luas, Yesus mau mengajak semua mereka yang mendengar dan menyaksikan mukjizat-Nya untuk bertobat dari hati yang beku, dari hati yang menolak sapaan Allah, dan dari hati yang mengingkari serta menjauh dari Allah.

Dalam hidup kita sehari-hari, kita sering terduduk dan tidak bisa lagi bangun. Kita menjadi lumpuh karena dosa mengekang pergerakan kita menuju Allah. Allah kali ini mengajak kita untuk kembali sadar, bertobat, dan bangkit dari kelumpuhan kita. Dia sudah mengatakan bahwa jika kita bertobat dan percaya sungguh kepada-Nya maka dosa kita sudah diampuni. Dengan demikian, kita menjadi sembuh dan bisa kembali berjalan bersama Allah.

Mari tegakkan badan dan berjalan bersama Allah!

(Ignasius Lede)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *