Kardinal Giuseppe Versaldi desak para pendidik dan teolog memberikan kesaksian

kardinal giuseppe.jpg

Seorang pejabat tinggi Vatikan menantang para pendidik Katolik dan teolog di Filipina untuk mempraktekkan apa yang mereka wartakan dan menjadi “saksi yang kredibel” tentang ajaran Gereja. “Kita perlu memberikan kesaksian,” kata Kardinal Giuseppe Versaldi, Prefek Kongregasi Pendidikan Katolik Vatikan, dalam sebuah simposium di Universitas Ateneo de Manila, 10 Maret.

Dia mengatakan empat suster dari Kongregasi Misionaris Cinta Kasih (MC) yang ditembak mati oleh teroris di Yaman pekan lalu adalah “saksi … demi iman mereka.”

Berbicara sebelum pertemuan para pendidik Katolik, teolog, superior religius, dan seminaris, Kardinal Versaldi mengatakan bahwa “kesucian adalah sesuatu yang lebih meyakinkan” guna menarik orang ke Gereja.

Kardinal Versaldi berada di Manila untuk menyampaikan pidato pada simposium teologi internasional dua hari yang disponsori oleh Sekolah Tinggi Teologi Loyola yang dikelola Yesuit.
“Untuk mempraktekkan dan bersaksi tentang iman kita adalah sesuatu yang sangat praktis,” katanya, seraya menambahkan bahwa penting “menjadi saksi” Injil.

Dia mengatakan kepada para peserta bahwa dengan memberikan “kesaksian akan keterbukaan terhadap realitas dan situasi historis” masyarakat tanpa mengabaikan pemahaman akan “spiritualitas teologi.”

“Sangat penting memiliki kapasitas menghubungkan praktis dengan cita-cita tinggi amal dan mencari Tuhan,” katanya.
Dia mengatakan Paus Fransiskus telah berulang kali menekankan “perlunya pembebasan … yang melampaui ideologi dunia ini.”
“Bagi kita …adalah keselamatan,” kata Kardinal Versaldi.

Dia mengatakan pada zaman Yesus ada banyak orang miskin secara material dan “Yesus sangat sensitif terhadap orang miskin.”
Kardinal itu mendesak para teolog untuk “membantu orang melihat akar dari ketidakadilan dan kelemahan di jantung manusia untuk dapat meningkatkan konsep pembebasan dengan konsep keselamatan.”

“Kita harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai (dan) menempatkan ke dalam keselamatan sejarah,” kata Kardinal Versaldi.
Dia menekankan perlunya orang Gereja memiliki “rasional, moral, dan konversi” agar dapat menuntun orang “menemukan Allah.”
Sumber: ucanews.com/http://indonesia.ucanews.com/2016/03/14

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *