Paus Fransiskus telah mengadakan perjalanan pastoral sekaligus kenegaraan selama sepuluh hari (19 s.d. 28 Sept 2015) ke Kuba dan Amerika Serikat, dua negara yang baru saja mengakhiri permusuhan sejak era Perang Dingin selama beberapa dekade berkat bimbingan Paus yang fenomenal ini. Umat Katolik dan rakyat pada umumnya dikedua negara itu berbondong-bondong untuk bertemu atau sekedar melihat Bapa Fransiskus, Paus pertama dari bumi Amerika Latin, Argentina. Selama dalam acara-acara perjumpaan dengan umat di kedua negara tersebut, Sri Paus banyak berbicara tentang isyu keluarga. Berikut adalah kutipan-kutipan penting tentang keluarga dari Paus yang dihimpun dan disiarkan oleh romereports.com (translated by Daniel B. Kotan).
Tujuan akhir perjalanan Paus Fransiskus ke Kuba dan Amerika Serikat adalah menghadiri Pertemuan Keluarga se-Dunia di Philadelphia, AS. Sebelum berangkat menuju kedua negara itu, Paus Fransiskus sudah menjadikan tema keluarga sebagai salah satu pesan penting pada awal masa kepausannya ini.
Selama pertemuan dengan keluarga di Kuba, ia menjelaskan bahwa keluarga adalah tempat orang belajar menjadi tanpa pamrih.
1. Solidaritas
“Ketika seseorang tidak hidup sebagai sebuah keluarga, yang selalu mengatakan: Aku, aku, saya, dengan saya, untuk saya. Benar-benar berpusat pada satu, maka ia tidak pernah akan tahu tentang solidaritas atau persaudaraan..”
Sementara di Kuba, ia juga memberkati ibu-ibu hamil dan bayi mereka.
2. Kelembutan
“Semua perempuan sentuhlah perut Anda dan saya memberikan berkat dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Saya berharap semua bayi yang akan lahir dalam keadaan sehat, semuanya tumbuh dengan baik. Para perempuan, jagalah bayi-bayi kalian agar mereka terus bertumbuh dan berkembang dengan baik. Selalulah membelai perut anda, karena anda membawa harapan.”
Ribuan keluarga dari seluruh dunia berkumpul di Philadelphia untuk Pertemuan Keluarga sedunia ke 8. Saat Paus memimpin vigili, ia mengingatkan mereka yang hadir bahwa keluarga merupakan “pabrik harapan.”
3. Harapan
“Keluarga adalah, maafkan saya, itu adalah pabrik harapan, hidup, kebangkitan. Allah-lah yang membuka jalan itu.”
Dia bercanda bahwa kadang-kadang kehidupan keluarga ada pahitnya. Tetapi pada saat-saat sulit itu juga dilengkapi kebahagiaan besar.
4. Salib dan Kebangkitan
“Dalam keluarga, anak-anak membawa sakit kepala. Saya tidak akan berbicara tentang ibu dalam hukum. Tapi dalam keluarga, selalu ada salib. Karena kasih Allah, Anak Allah membuka jalan itu. Tapi juga dalam keluarga, ada salib ada kebangkitan.”
Sebagai puncak dari Pertemuan Keluarga se-dunia , Paus Francis merayakan Misa dengan umat yang hadir hampir satu juta orang. Dia menceritakan kepada keluarga pentingnya gerakan sehari-hari.
5. Gestures
“Seperti makan malam yang hangat, kami berharap, makan siang merupakan awal untuk menunggu seseorang yang bangun pagi untuk pergi bekerja. Hal ini merupak suatu gerakan bersahaja. Seperti memberi berkat sebelum kita pergi tidur, atau pelukan setelah kita kembali dari kerja keras seharian.”
Ia juga memuji kemurahan hati yang tak terbatas, bahwa orang tua memiliki anak-anak mereka. Dia meminta keluarga dan setiap individu untuk membuka diri untuk cinta murni.
6. Keterbukaan
“Kita memperbaharui iman kita dengan firman Tuhan yang mengajak keluarga setia akan keterbukaan. Firman Tuhan ini mengundang semua orang yang ingin berbagi nubuat tentang perjanjian pria dan wanita, yang menghasilkan kehidupan dan mengungkapkan kehadiran Allah!”
Dan ia memberi mereka nasihat ini: berpikir kritis tentang bagaimana mereka berbicara satu sama lain ketika mereka berada di rumah.
7. Kesabaran
“Saya meninggalkan Anda dengan pertanyaan ini, untuk masing-masing dari Anda untuk menanggapi. Di rumah saya, kita berteriak, atau kita berbicara dengan cinta dan kelembutan? Ini adalah cara yang baik untuk mengenali cinta kita.”
Pada akhir acara, diumumkan bahwa Pertemuan Keluarga se-Dunia berikutnya akan berlangsung di Dublin, Irlandia pada tahun 2018. Ini merupakan pertemuan keluarga yang kesembilan, yang dirayakan sejak tahun 1994, ketika Paus Yohanes Paulus II meluncurkan acara pertama kali di Roma.
Sumber: http://www.romereports.com/2015/09/28/

