Hampir empat juta peziarah mengunjungi dan melihat relikwi Santo Fransiskus Xaverius selama pameran 45 hari di Goa, India, yang telah ditutup pada Minggu (4/1).
Pameran relikwi misionaris abad ke-16 itu bertajuk “Pameran Relikwi Santo Fransiskus Xaverius”. Relikwi itu biasanya dipamerkan hanya sekali dalam satu dekade.
Pada hari terakhir pameran itu, sekitar 10.000 orang mengantre selama berjam-jam untuk mengambil bagian dalam prosesi untuk memindahkan relikwi itu ke Basilika Bom Jesu (Yesus yang Baik), dimana relikwi itu disimpan dalam peti perak berpanel kaca. Selama pameran, relikwi itu disimpan di Katedral Se, dekat Basilika itu.
Pastor Savio Barretto, ketua dan penjaga relikwi itu di Basilka Bom Jesu, mengungkapkan bahwa alasan pameran itu diadakan sepanjang sepuluh tahun ke depan hingga tahun 2024 untuk menandai 400 tahun kanonisasi santo itu. Santo itu dikanonisasi pada 1622.
“Tanggapan terhadap pameran itu luar biasa. Orang-orang dari seluruh dunia didorong untuk melihat relikwi itu karena mereka merasa bahwa ia masih hidup dan tidak mati,” kata Pastor Barretto kepada ucanews.com.
Imam itu mengatakan bahwa pameran itu telah menjadi titik pertemuan bagi semua agama karena “sejumlah besar orang dari agama-agama lain mengunjungi pameran itu untuk menghormati Santo Xaverius”.
Selama pameran itu, para peziarah, termasuk anak-anak, orang sakit dan lansia di tengah panas terik dan berdiri dalam antrean selama berjam-jam untuk melihat sekilas relikwi itu.
Smita Velkar, seorang ibu rumah tangga beragama Hindu dari Goa, mengatakan bahwa dia beruntung memiliki kesempatan untuk menghormati orang kudus itu.
“Saya telah mendengar banyak tentang Santo Xaverius dan selalu ingin datang ke sini. Tidak peduli agama saya. Ia juga adalah wujud lain dari Tuhan dan saya percaya padanya,” tambahnya.
Tukaram Pawar, yang merupakan pendeta Hindu di Negara Bagian Maharashtra, barat India, mengatakan ia merasa sangat tenang dan damai setelah melihat relikwi itu.
“Saya duduk di Basilika dan berdoa sejenak. Itu adalah pengalaman yang sangat baik,” tambahnya.
Pameran ini diselenggarakan bekerjasama dengan pemerintah Goa dan Arkeologi India, yang menangani bangunan abad ke-16 di Goa Lama, ibukota Portugis dan basis para misionaris Portugis di Asia.
Pejabat pemerintah pada konferensi pers yang diadakan pada 3 Januari mengatakan pameran itu diselenggarakan dengan biaya sekitar 465 juta rupee (7,3 juta dolar AS).
Santo Fransiksus Xaverius meninggal di Pulau Shangchual dekat Tiongkok tahun 1552. Jenazahnya dimakamkan di pulau itu, namun setahun kemudian Yesuit memindahkannya dan dikuburkan di dalam sebuah gereja di Malaka. Pada Februari 1553, mereka melaporkan jenazahnya “tetap utuh”. Pada Desember tahun yang sama, jenazahnya dipindahkan ke Goa.
Pameran pertama berlangsung selama 23 tahun setelah Yesuit diusir tahun 1759 menyusul penindasan terhadap Ordo itu.
Namun, serangkaian pameran menyusul, tapi kebanyakan dari pameran itu ditandai dengan acara-acara khusus. Sejak tahun 1964, relikwi itu telah dipamerkan selama 40 hari setiap 10 tahun, yang berkaitan dengan
pesta santo itu pada 3 Desember.
Ritu Sharma, Goa, India
Sumber: ucanews.com/ucan-indonesia

