Paus Fransiskus menunjuk Uskup Agung Charles Bo dari Yangon, Myanmar, sebagai kardinal baru pada Minggu, yang pertama dalam sejarah negara itu.
Uskup Agung Bo adalah salah satu dari 20 kardinal baru dari seluruh dunia yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus. Lima belas dari mereka berusia di bawah 80 tahun dan akan memenuhi syarat untuk memilih Paus berikutnya.
Para anggota baru Dewan Kardinal itu secara resmi akan dilantik pada 14 Februari maka akan ada 228 anggota, termasuk 125 kardinal yang bisa memilih dalam konklaf. Gereja Katolik di Myanmar menyambut berita pengangkatan Uskup Agung Bo dengan hangat.
“Saya melihat hubungan keterbukaan baru di antara negara ini dan kami mendapatkan kardinal baru,” kata Pastor Maurice Nyunt Wai, sekretaris eksekutif Konferensi Waligereja Myanmar, Senin.
Dia mengatakan pengangkatan itu bisa membantu membuka jalan untuk hubungan diplomatik di antara Myanmar dan Vatikan.
Pemilihan tersebut juga hadiah untuk Gereja Katolik Myanmar yang tahun lalu menandai ulang tahun ke-500 kedatangan Gereja Katolik di negara itu, katanya.
Pastor Christopher Raj, direktur Karuna, Pelayanan Soslial Myanmar di Lashio, Negara Bagian Shan mengungkapkan harapan bahwa penunjukkan itu bisa membantu upaya perdamaian di negara itu di antara pemerintah dan berbagai kelompok etnis.
Uskup agung itu telah melayani di beberapa keuskupan di Myanmar seperti Lashio, Pathein, Mandalay dan Yangon serta bekerja dengan banyak kelompok etnis dan umat agama lain bisa menjadi signifikan, katanya.
“Saya melihat bahwa Kardinal (terpilih) Bo bisa memainkan peran utama dalam proses perdamaian Myanmar …. Saya berharap bahwa pengalamannya bekerja dengan suku etnis yang berbeda dapat membantu proses perdamaian,” kata Pastor Christopher. Uskup Agung Bo lahir di Monhla, Myanmar, pada 29 Oktober 1948. Ia ditahbiskan menjadi imam pada April 1976 dan diangkat menjadi uskup Lashio pada Desember 1990. Dia juga menjabat sebagai uskup Pathein dan Administrator Apostolik Keuskupan Agung Mandalay sebelum diangkat sebagai Uskup Agung Yangon pada Mei 2003.
Sumber: ucanews.com

