Bertempat di hotel Violand Garden, Samarinda, (tgl.9 – 11/6/ 14) Bimas Katolik, Kantor Wilayah Kementrian Agama, Propinsi Kalimantan Timur mengadakan workhop kurikulum, matapelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti bagi guru-guru SMA/SMK se Kalimantan Timur. Terdapat 35 guru yang hadir, mereka datang dari kabupaten-kabupaten/kota dalam propinsi Kalimantan Tinur.
Fokus workshop kali ini pada kegiatan penyusunan Rancangan Perencanaan Pembelajaran (RPP). Kegiatan diawali dengan materi tentang Desian Kurikulum 2013, mapel Pendidikan Agama Katolik, disampaikan oleh RP. Leo Sugiono, MSC, Sekretaris Komisi Kateketik KWI. Di sini para guru diajak untuk memahami filosofi kurikulum 2013 serta konten dari kurikulum Pendidikan Agama Katolik itu sendiri. Pada sesi selanjutnya, Daniel Boli Kotan menyampaikan materi tentang Sistem Penilaian dalam Kurikulum 2013 serta aplikasinya dalam Pendidikan Agama katolik. Setelah membahas dan mendiskusikan tentang penilaian yang kini dianggap paling merepotkan para guru, peserta workshop diberikan masukan/materi tentang apa dan bagaimana merancang kegiatan pembelajaran atau yang disebut RPP (Rancangan Rencana Pembelajaran), berdasarkan semangat Kurikulum 2013 yang telah dicanangkan pemerintah.
Sebagai tindakkan kongkrit dari segiatan workshop ini, peserta dibagi berdua-dua dalam 16 kelompok untuk menyusun RPP untuk materi ajar kelas X SMA. Pada hari Selasa malam (10/6/14), diadakan pleno dengan menampilkan salah satu contoh RPP yang sudah dikerjakan kelompok kerja. RPP sebagai model diskusi pleno itu kemudian mendapat evaluasi, atau masukan baik dari para narasumber maupun oleh para guru peserta workshop lainnya. Berdasarkan perbaikan bersama atas RPP itu, panitia (panitia kegiatan dari Bimas Katolik kanwil Kaltim), mengarahkan para peserta untuk menyelesaikan RPP yang sedang dikerjakan. Pembimas Katolik Kanwil Kemenag – Kaltim, Bp. Joko berharap bahwa sebelum tahun jaran baru 2014 ini berlangsung, para guru telah memiliki pemahaman yang baik tentang Kurikulum 2013. RPP yang telah mereka susun bersma-sama dapat meringankan tugas administratif mereka, sehingga lebih siap melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.
Sebagai bekal kembali ke sekolah masing-masing, para peserta membawa hasil RPP yang telah dikerjakan bersama-sama tersebut. Baik narasumber maupun panitia berharap agar RPP yang sudah dikerjakan itu perlu terus direvisi baik secara mandiri maupun secara bersama rekan guru terdekat agar hasilnya maksimal (DBK).

