Renungan Hari Minggu Biasa XXXI: “Tuhan Mencari Dan Menyelamatkan”.

Bacaan: Keb 11:22-12:2; 2Tes 1:11-2:2; Luk 19:1-10.

Betapa senangnya hati Zakheus ketika akhirnya dia dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus. Tetapi yang lebih mengejutkan adalah, Tuhan Yesus ternyata berkenan untuk menumpang di rumahnya! Bayangkan, orang-orang sekitarnya saja menjauhinya. Tetapi Tuhan Yesus sendiri, guru agama yang sedang naik daun pada saat itu, justru ingin menumpang di rumahnya. Ternyata, Tuhan Yesus jauh lebih agung dibanding apa yang orang-orang pikirkan. Itulah yang menyebabkan Zakheus rela kehilangan setengah hartanya dan berjanji untuk mengembalikan uang yang pernah dia peras, jika ada, sebanyak empat kali lipat. Peristiwa ini ditutup dengan pernyataan Tuhan Yesus bahwa Zakheus dan seisi rumahnya menerima anugerah keselamatan.

Beberapa poin yang dapat kita catat dalam perikop ini adalah: 1) Yesus menjangkau orang-orang yang tersisih  2) Respons Zakheus (sukacita, kemurahan hati, dan perubahan pola pikir) setelah menerima anugerah Tuhan merupakan teladan bagi orang-orang percaya; 3) Relasi dengan Allah tidak hanya terjadi karena panggilan Yesus, tetapi juga respons orang tersebut (bandingkan antara respons Zakheus dengan respons orang banyak); 4) Yesus melihat hati, bukan apa yang tampak di luar.

Semangat  dan pertobatan Zakheus kiranya juga menjadi semangat dan pertobatan kita. Bahwa Allah terus mencari dan menyelamatkan kita.  Zakheus menebus dosa-dosanya dengan memberikan sebagian dari kekyaannya kepada orang-orang miskin. Dengabn demikian ia menemukan kembali dirinya. Dia menemukan kebaikan, kemurnian hati, dan cinta yang di dalam dirinya. Zakheus kehilangan kekayaannya tetapi menemukan kembali kehormatan. Dia kehilangan hartanya tetapi memperoleh kebahagiaan. Ia kehilangan kenikmatan hidup tetapi mendapatkan kembali martabat sebagai anak Allah.

Dan kita, mungkin karena kelemahan, salah dan dosa kita yang membuat kita semakin jauh dari Allah. Mungki juga karena sikap kita telah membuat sesama kita pun dirugikan. Dan kita merasa tersisihkan. Relasi kita baik dengan Tuhan dan dengan sesama terasa sulit. Yesus melihat hati dan hidup kita. Ia sungguh peduli. Ia mengundang kita untuk bersama-Nya. Ia datang kepada kita agar kita mengalami belaskasih dan kemurahan-Nya. Maka bila saat ini kita pun disapa seperti Zakheus dan diundang oleh-Nya, maka patutlah kita bersyukur dan bergembira. Ia menumpang di rumah hati kita, di dalam hidup kita, karena Ia mencintai kita. Kita mengalami sukacita dan berkat yang luar biasa, “Karena hari ini pun terjadi keselamatan bagi kita”. Maka bukti pertobatan kita pun harus nyata. ***

Rm. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr: Sekretaris Komkat KWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *