Bacaan: Kis 10:34a, 37-43;Kol 3:1-4; Yoh 20:1-9
by RD. Fransiskus Emanuel da Santo, PR
Selamat Pesta Paskah, Alleluia!
Paskah member kita cahaya harapan sebagai manusia berdosa. Seorang berdosa sering dijauhi oleh dunia sekitarnya. Tuhan yang bangkit member celah harapan, bahwa diri yang berdosa masih punya tempat dan kesempatan untuk menimbah rahmat Ilahi. Yang dituntut dari kita, hanyalah tobat.
Pesta Paskah adalah pesta kemerdekaan Kristus atas dosa dan maut. Pesta kemerdekaan kita. Kemerdekaan yang menjadi dambaan manusia sepanjang jaman. Kemerdekaan sejati adalah janji Allah bagi manusia. Dan kini, kerinduan manusia dan janji-janji Allah bagi manusia terpenuhi dalam diri Yesus yang bangkit mulia. Inilah alasan kita bersyukur dan bergembira serta mengagungkan kebesaran kasih Allah. Hal ini ditandai oleh sebuah makam kosong.
Makam kosong bagi Yesus, adalah sebuah kemenangan, tanda kemerdekaan, tanda kebangkitan. Makam kosong adalah tanda bahwa Allah berkarya melintasi kubur, jauh melampaui peristiwa kematian. Allah menciptakan alam baru bagi Yesus, alam yang bebas merdeka, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, bahkan oleh kuasa mana pun. Allah menghancurkan kuasa kegelapan, kuasa penjajahan dosa dan maut. Yesus bangkit jaya dan mulia.
Makam kosong bagi para pengikut Yesus, adalah menjadi tanda iman dan tanda kemerdekaan. Semula para murid kesayangan Yesus itu panik, bingung melihat kubur kosong. Dikira jenasah Yesus dicuri atau diambi loleh tukang kebun. Mereka itu dipanggil untuk memahami tanda kebangkitan dalam makam kosong. Maria Magdalena perlahan memahami dan mengimani Yesus yang bangkit. Sapaan Yesus yang bangkit itu, menjadikan dia penuh semangat, penuh gairah, penuh kemesraan. Petrus yang pada mulanya kurang percaya itu, kemudian percaya juga. Yohanes, sang murid kesayangan Yesus itu, ia melihat dan percaya. Muncul di sini sikap baru yakni penuh semangat, penuh gairah. Percaya bahwa Yesus sungguh sudah bangkit. Iman akan Yesus yang bangkit membuat mereka kembali bergairah, bersemangat menjadi tidak takut dan gentar, memberikan harapan baru, ada kegembiraan dan sukacita, ada kekuatan baru, hidup baru. Bahwa penderitaan dan kematian sebagai arah baru menuju Allah yang hidup. Ada masa depan. Menjadi manusia baru, memiliki hati yang terbuka, penuh iman, menjadi manusia kebangkitan.
Bagi kita, makam kosong menjadi tanda iman dan tanda kemerdekaan kita. Kita merayakan kemenangan kita atas kuasa dosa dan maut di dunia ini. Kristus yang bangkit membangkitkan iman kita, agar kita percaya kepadaNya sebagai harapan tunggal kita. Membuat kita semakin berani, tidak putus asa ketika pengalaman salib dan penderitaan yang kita alami. Kristus yang bangkit telah membebaskan dan memerdekakan kita, menjadi manusia baru, manusia paskah, manusia kebangkitan yang memberikan harapan dan kepastian bagi mereka yang telah kehilangan iman dan harapan, yang tidak lagi percaya akan Kristus yang bangkit. Kita membiarkan Tuhan bertindak dan melakukan hal yang besar dalam ketidakberdayaan kita. Membiarkan Tuhan menggulingkan batu besar dari hati kita. Batu kesombongan, dosa yang menutup pintu hati kita untuk mengalami Kristus yang bangkit harus digulingkan. Paskah yang menggembirakan, penuh sukacita dalam diri manusia yang bangkit bersama Kristus.
Semoga hati kita pun menjadi sebuah kubur yang kosong dan terbuka agar diisi oleh terang kebangkitan Kristus yang membebaskan, yang memerdekakan, menjadikan kita manusia paskah, manusia kebangkitan, manusia baru. Inilah hari yang diciptakan Tuhan, kita mau bersorak dan bergembira karena Dia, karena hari Tuhan menyelamatkan dan membangkitkan kita. Alleluia, Tuhan sudah bangkit. Selamat pesta paskah, Alleluia..
*******
Fransiskus Emanuel da Santo, PR adalah imam asal Keuskupan Larantuka, kini berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif, Komkat KWI, Jakarta.

