Seorang imam muda hendak berkhotbah dalam suatu Perayaan Paskah bersama di Lembaga Pemasyarakatan (penjara). Sudah berhari-hari dia mencoba menemukan ide, cara dan tema yang bisa menyentuh hati. Ketika dia memasuki ruangan, dia mulai hilang keberaniannya setelah melihat tatapan mata wajah-wajah yang tampak mengeras oleh berbagai kejahatan. Dia bedoa perlahan untuk mendapatkan bimbingan Tuhan ketika dia menaiki tangga menuju ke mimbar. Tiba-tiba dia tersandung ketika hendak menginjak anak tangga yang kedua dan jatuh tertelungkup di lantai. Para hadirin tertawa keras dan mengejeknya. Untuk beberapa saat imam muda itu merasa lumpuh oleh karena kesakitan dan rasa malu yang luar biasa.
Kemudian, dia mendapat suatu gagasan. Dia berdiri, menaiki dua anak tangga sekaligus dan tertawa ke arah hadirin yang terpakau sambil berkata, “Saudara-saudara, justru itulah tadi alasan kedatangan saya ke sini hari ini: “saya ingin memperlihatkan kepada anda sekalian di tempat ini, bahwa kita harus bangkit lagi setelah kita jatuh”.
Ide menarik dan mengena seringkali tidak muncul dalam konsep-konsep, tetapi justru dalam peristiwa spontanitas.

