Hari biasa Pekan I Adven
Bacaan:
Yesaya 2:1-5
Matius 8:5-11
“Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya”
Iman yang ditunjukan oleh sang Perwira dalam Injil Matius hari ini sungguh mengagumkan. Orang-orang pada saat itu, masih sangat kental dan terikat dengan sebuah bukti fisik. Jika saja mereka tidak melihat sendiri tanda dan mukjizat yang dibuat Yesus, maka bisa dipastikan bahwa mereka tidak akan percaya. Hal berbeda ditunjukan oleh sang perwira. Ia justru sangat yakin bahwa Yesus akan menyembuhkan anaknya tanpa harus ada kontak fisik.
Di sini dapat kita lihat bahwa sang perwira memiliki iman yang sejati. Iman yang sungguh-sungguh pada pribadi Yesus. Iman yang tidak hanya berhenti pada tampilan luar. Mungkin sang perwira berpikir bahwa Iman bisa melipat jarak dan kehadiran, serta menghadirkan sosok Yesus tanpa harus berjumpa langsung. Sang perwira menjadi model bagaimana kita harus beriman pada dewasa ini di mana kita tidak lagi berjumpa secara langsung dengan Yesus. Sang perwira mengajak kita untuk memiliki iman yang sejati kepada Yesus. Iman yang sungguh-sungguh berasal dari kedalaman hati kita. Iman yang membuat kita selalu berjalan di jalan yang terang.
Firman Tuhan kepada Yesaya mengatakan bahwa pada saatnya, Allah akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya di tempat yang tinggi dan dari sana mengalirlah sumber hidup. Pada saat itu tidak ada lagi penderitaan karena adanya kekerasan karena saat Allah meraja, kita semua akan berjalan dalam terang.
Berjalan dalam terang. Berjalan dalam terang tidak bisa diandaikan begitu saja. Untuk bisa berjalan dalam terang, kita dituntut untuk pertama-tama memiliki iman yang teguh kepada Yesus. Iman yang sejati. Iman yang tidak muncul saat kita ada di masa puncak hidup kita atau di saat kita telah menikmati ketentraman dan kenyamanan. Iman yang dimaksudkan adalah rasa percaya yang sungguh pada pemberian diri Allah sejak kita dilahirkan sebagai orang Kristiani melalui pembabtisan sampai kita kembali bersatu dengan-Nya dalam kemuliaan. Sejak menjadi murid Kristus, kita selalu menyandarkan asa dan perjuangan hidup kita, baik dalam penderitaan dan dalam suka, pada Yesus Tuhan kita. Setelah menerima Kristus Yesus dengan iman, kita diperintahkan untuk terus “hidup tetap di dalam Dia” dengan iman melalui naik-turunnya kehidupan.
Dalam hidup kita setiap hari, seringkali kita hanya datang pada Yesus di saat kita sedang dalam keadaan berjaya, atau dalam keadaan terpuruk. Dua momen kehidupan ini membawa kita lebih dekat dengan Yesus. Melalui bacaan hari ini kita diajak untuk menghadirkan Yesus dalam seluruh momen hidup kita. Dalam semua proses kehidupan yang sedang kita jalani. Yesus mencintai kita semua dan selalu hadir dalam perjalanan hidup kita jika kita sungguh percaya pada-Nya dan menghadirkan-Nya dalam seluruh proses hidup kita.
Mari selalu berjalan dalam terang dengan selalu mengahadirkan Yesus dalam seluruh proses hidup kita. Amin
(Ignasius Lede)

