Renungan Hari Rabu Pekan I Adven
Bacaan:
Roma 10:9-18
Matius 4:18-22
Kali ini Yesus berjalan menyusuri Danau Galilea. Pada saat itu dilihatlah, Simon dan Andreas, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala dan Yesus mengajak mereka untuk mengikuti Dia. Empat nelayan ini langsung mengikuti Yesus tanpa pernah bertanya Yesus mau ke mana, apa yang akan mereka lakukan, akan tinggal di mana mereka, bagaimana penghidupan mereka kelak, dan masih banyak hal lain lagi yang butuh penjelasan. Keempat murid Yesus ini tidak peduli dengan itu semua. Mereka hanya mendasarkan diri pada kepercayaan yang penuh bahwa Yesus bisa membawa mereka pada sebuah kehidupan yang lebih baik, pada kehidupan yang bermandikan cahaya. Mereka pun dengan serta merta meninggalkan jalanya dan berjalan mengikuti Yesus.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa kepercayaan yang teguh akan Yesus sebagai Tuhan dan Allah adalah hal yang esensial bagi kemuridan. Paulus menegaskan bahwa jika kepercayaan itu sudah muncul dalam hati umat, maka bisa dipastikan bahwa mereka sudah mencapai keselamatan; mereka telah memperolehnya.
Namun, tidak dapat dipungkiri juga bahwa masih ada orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan. Untuk mereka ini, keselamatan akan menjauh, karena mereka sudah mendengarkan pewartaan para rasul tetapi memilih untuk tidak percaya dan pada akhirnya juga tidak akan diselamatkan. Paulus menegaskan bahwa iman akan Kristus pertama-tama harus ada dalam hati yang meliputi perasaan, akal, dan kehendak. Setelah iman itu sudah tertanam dalam hati maka akan menjadi nyata dalam penyerahan diri yang total, baik dalam kata dan perbuatan. Menjadi murid Kristus kemudian bagi Paulus ialah berani dan mau diutus kemana saja untuk memberitakan Kerajaan Allah yang diwartakan oleh Yesus, agar banyak orang mendengarkan lalu percaya dan pada akhirnya memuji nama Tuhan.
Panggilan Yesus yang diterima dan dijalani oleh keempat murid dalam kisah Injil hari ini mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus selalu mengajak kita untuk mengikuti-Nya. Yesus tidak menuntut banyak hal. Yang diminta dari kita hanyalah hati yang percaya. Hati yang mau terlibat dalam semua karya keselamatan yang sudah diwartakan oleh Yesus. Pilihan untuk mengikuti dan diselamatkan ada di tangan kita. Yesus memberikan kita kebebasan untuk memilih. Mengikuti panggilan-Nya atau tidak.
Mari selalu membuka hati pada panggilan Tuhan.
(Ignasius Lede)

