Waspadalah!

jerusalem.jpg

Renungan Hari Selasa Pekan Biasa XXXIV
Bacaan:
Wahyu 14:14-20
Lukas 21:5-11

Pada hari ini Yesus berbicara mengenai kehancuran Bait Allah di Yerusalem dan perihal kedatangan-Nya yang kedua. Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya untuk tidak mudah percaya pada Nabi-nabi palsu yang akan datang dengan mengatasnamakan diri-Nya. Yesus juga menasihati mereka supaya terus berjaga dan selalu bersiap dalam iman yang teguh. Banyak ahli tafsir mengatakan bahwa dua hal ini, kehancuran bait Allah dan kedatangan-Nya yang kedua merupakan sebuah kesatuan. Saat lambang kejayaan Yerusalem itu hancur, di saat itu Yesus akan datang lagi ke dunia.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa pada zaman Eskatologis, menurut bacaan dari Kitab Wahyu yang kita dengar hari ini adalah bahwa pada saat itu, anak manusia (biasanya diidentikkan dengan Yesus) akan mengadili manusia dengan seadil-adilnya. Mereka yang tidak siap dan tidak pantas dalam Kerajaan Allah, akan dimusnahkan oleh murka Allah, sedangkan mereka yang pantas dan selalu berjaga akan diselamatkan.

Dalam kenyataan harian kita, banyak kali terjadi ada penipuan di mana-mana dengan mengatasnamakan Yesus. Ada juga orang yang mengaku sebagai Mesias zaman ini dan memanggil para pengikutnya lalu menciptakan semacam aliran baru dalam Kristianitas. Ada juga orang yang menyamar menjadi kaum biarawan/I hanya untuk mendapatkan uang dari kolekte umat. Masing-masing orang ini dengan segala hal dan kelebihannya, mencoba untuk mencari keuntungan dengan menyampaikan ajaran-ajaran Kristus yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja kita.

Berhadapan dengan persoalan seperti ini, kita diajak untuk selalu memperkaya pengetahuan dan pengalaman kita akan Allah. Kita diajak untuk semakin mendekatkan diri pada Allah melalui doa-doa lingkungan, kegiatan organisasi Gereja, dan terlebih lewat doa pribadi yang mendalam serta terus menerus. Iman yang kuat, iman yang tahan terhadap segala cobaan dan godaan adalah iman yang terbentuk dalam sebuah proses yang panjang. Bukan sekali jadi. Untuk itu, kita diajak untuk mencintai proses beriman kita dan terlibat aktif di dalamnya.

Mari kita mempersiapkan diri kita supaya bisa bertahan dalam segala godaan dan cobaan yang datang serta menjadi pantas di hadapan Allah. Amin.

(Ignasius Lede)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *