Renungan Hari Rabu Pekan Biasa XXXIV
Bacaan:
Wahyu 15:1-4
Lukas 21: 12-19
Menjadi murid Kristus berarti siap meneladani Kristus sampai mati. Dalam proses menjadi murid Kristus itu pun, tidak sedikit bahaya yang akan datang. Bahaya, ancaman, dan godaan akan datang dari berbagai sudut dan berbagai pihak. Hal ini sudah dilihat oleh Yesus dan para murid sudah diingatkan jauh hari bahwa menjadi murid Kristus bukan jaminan untuk selalu merasakan kemewahan dan kenikmatan saja. Hal ini juga tidak berarti bahwa Yesus lepas tangan lalu urusan bisa tetap bertahan, ya urusan manusia. Dalam Injil hari ini, kita mendapat jaminan bahwa “tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang”. Yesus selalu menyertai kita dalam segala tindak tanduk kehidupan kita, khususnya juga dalam berbagai bahaya, ancaman, dan kesulitan yang kita peroleh karena mempertahankan status kita sebagai pengikut Kristus.
Kitab wahyu menegaskan bahwa Yesus telah mengalahkan maut dan dosa untuk membebaskan manusia, untuk menyelamatkan manusia. Untuk itu, kita sebagai pengikut Kristus yang tetap setia dalam iman kita, akan berjumpa dengan Kristus sendiri. Pada saatnya, Kristus akan datang untuk menghancurkan segala kejahatan dan mengalahkan semua kekuasaan jahat yang menimpa diri kita. Setelah itu, dia akan berdiri di ujung penghakiman itu, menanti untuk berjumpa dengan anak-anakNya yang setia dan tetap bertekun dalam iman.
Yesus menyelamatkan dunia dengan jalan penderitaan. Yesus pun tidak pernah menjanjikan bahwa mengikuti-Nya akan aman-aman saja, damai senantiasa, dan terus berada dalam suasana surga. Tidak! Yesus tidak pernah mengingkari bahwa akan banyak soal dan cobaan yang dialami oleh pengikut-Nya. Namun, Yesus memberi sebuah kepastian bahwa Ia akan selalu hadir dalam setiap momen hidup kita, dalam berbagai situasi dan kondisi hidup kita. Kita mungkin pernah mempertanyakan kasih dan perlindungan Tuhan saat bantuan dan pertolongan dari Yesus tidak datang pada waktunya. Mungkin saja kita berkata: “ah, terlambat Yesus. Sudah lewat masa sulit itu”. Yesus punya rencana sendiri dalam kehidupan kita. Yesus akan mengabulkan permohonan dan doa kita di saat yang tepat. Mungkin saja tidak di saat kita sangat mengaharapkan, namun bisa jadi di saat yang sungguh kita butuhkan. Kita boleh yakin bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita, Allah tidak pernah menutup mata. Allah selalu memperhatikan dan menyayangi kita dengan cinta yang sungguh besar dan dengan kasih yang istimewa. Allah sedang berjalan bersama kita. Mungkin juga menggendong kita di saat kita lelah dan ingin berhenti berjalan.
Ada banyak hal yang dapat kita buat untuk tetap setia dalam iman kita kepada Yesus. Kita diharapkan untuk tidak pernah lelah berdoa, tidak pernah berhenti berbuat kasih, tidak pernah berhenti memberi bantuan kepada yang membutuhkan, dan tidak sekalipun berhenti untuk mendahulukan cinta di atas segalanya. Apapun yang kita lakukan dalam keseharian kita, jika dilengkapi dengan cinta yang total kepada Allah dan sesama, akan sangat menyenangkan hati Allah dan dengan demikian kita menciptakan kehidupan yang dipenuhi kasih. Kasih Yesus selalu mengalir dalam hidup kita. Yang diminta dari kita adalah jangan pernah lelah untuk berbuat kebaikan dengan cinta yang besar.
Mari tetap setia kepada Allah dan berusaha untuk selalu melakukan kebaikan dan kasih karena kita percaya bahwa Allah selalu ada dalam kehidupan kita serta berjalan bersama kita. Amin
(Ignasius Lede)

