Sebagai tindak lanjut dari pembentukan Komunitas Pewarta Keuskupan Maumere pada 22 Maret 2025, para pengurus komunitas menggelar rekoleksi bertema “Katekis: Teladan Iman di Era Digital” pada 1 November 2025. Rekoleksi ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali identitas pewarta Gereja di tengah perubahan budaya dan teknologi yang cepat.
Dalam rekoleksi yang dipandu oleh RD. Yanuarius Hilarius Role. Dalam refleksinya, beliau menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital bukan ancaman bagi Gereja, melainkan ruang baru bagi kesaksian iman yang kreatif dan kontekstual.
“Katekis mesti hadir bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang digital—menjadi saksi Kristus yang bijaksana, rendah hati, dan solider,” ungkap RD. Yanuarius dalam renungannya yang menggugah.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan dan pembaruan semangat pelayanan. Melalui sesi diskusi kelompok, para peserta berbagi pengalaman menghadapi generasi milenial yang hidup dalam arus cepat budaya digital, serta mencari cara menjaga kedalaman iman di tengah derasnya informasi. Mereka juga merumuskan langkah konkret pastoral digital di paroki masing-masing — bentuk nyata pewartaan yang menjangkau umat di mana pun berada.
Dalam dinamika kelompok, para pengurus Komunitas Pewarta menyampaikan harapan agar ke depan diselenggarakan pelatihan konten kreator, pembuatan flayer, serta pemanfaatan platform seperti TikTok sebagai sarana pewartaan iman secara online. Inisiatif ini mencerminkan semangat baru Gereja lokal yang berani memasuki ruang digital dengan semangat evangelisasi yang kreatif, komunikatif, dan tetap berakar pada Sabda Allah.
Menutup kegiatan, RD. Yulius Heribertus, Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Maumere, menyampaikan pesan penuh makna: “Komunitas Pewarta adalah titik api Gereja. Nyala kecil ini harus dijaga dan diperkuat agar terang Sabda Allah tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah.”
Rekoleksi kemudian ditutup dengan Perayaan Ekaristi Perutusan yang dipimpin oleh RD. Karel Pehe, sebagai ungkapan syukur dan pengutusan baru bagi seluruh peserta. Dalam suasana syukur dan tekad baru ini, RD. Yulius Heribertus juga menginformasikan bahwa para pengurus Komunitas Pewarta akan dilantik secara resmi pada Pesta Kristus Raja oleh Bapa Uskup Maumere.
Wadah Sinergi Pewarta Gereja
(Rekoleksi Komunitas Pewarta Keuskupan Maumere: Meneguhkan Panggilan Pewartaan di Era Baru)
Komunitas Pewarta Keuskupan Maumere dibentuk oleh Komisi Kerasulan Kateketik dan Komisi Kerasulan Kitab Suci, bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Sikka, dan diresmikan dengan kehadiran Bapa Uskup Maumere serta Kepala Kemenag Kabupaten Sikka. Komunitas ini menjadi wadah sinergi antara katekis (penyuluh dan guru agama Katolik) serta pelayan pastoral, yang terpanggil untuk mewartakan Sabda Allah secara kontekstual, reflektif, dan transformatif.
Dengan berlandaskan visi Keuskupan Maumere beriman, sejahtera, solider, dan membebaskan, Komunitas Pewarta hadir untuk menumbuhkan iman yang hidup, membangun solidaritas pelayanan, dan menghadirkan kesejahteraan batin umat dalam terang Sabda Allah.
Melalui rekoleksi ini, semangat pewartaan Gereja lokal diteguhkan: Gereja tidak boleh diam di tengah perubahan zaman, tetapi harus bersuara — dengan kasih, dengan iman, dan dengan kreativitas.
Dunia digital mungkin bising, tetapi pewarta sejati tahu bagaimana membuat Injil terdengar di tengah kebisingan itu.

