RD. Fransiskus Emanuel Da Santo
Tahun Yubileum ini adalah momen perjumpaan pribadi yang sejati dengan Tuhan Yesus, “pintu” (lih. Yoh 10:7.9) keselamatan kita, yang selalu diwartakan oleh Gereja, di mana saja dan kepada semua orang sebagai “pengharapan kita” (1 Tim 1:1). Semua orang tahu apa artinya berharap. Dalam hati setiap orang, harapan bersemayam sebagai keinginan dan harapan akan hal-hal baik yang akan datang, meskipun kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Meski demikian, ketidakpastian mengenai masa depan kadang-kadang dapat menimbulkan perasaan yang saling bertentangan, mulai dari rasa percaya diri hingga kekhawatiran, dari ketenangan hingga kecemasan, dari keyakinan yang kuat hingga kebimbangan dan keraguan. Sering kali kita menjumpai orang-orang yang putus asa, pesimis dan sinis terhadap masa depan, seolah-olah tidak ada yang bisa membawa kebahagiaan bagi mereka. Bagi kita semua, semoga tahun Yobel ini menjadi kesempatan untuk memperbarui harapan. Firman Tuhan membantu kita menemukan alasan atas harapan tersebut.
Arti dan Tema
Tahun Yubelium adalah tahun Rahmat Tuhan; “Yobel” (tanduk domba Jantan) untuk mengumumkan Hari Penebusan Dosa (Yom Kippur). Hari raya (Yahudi) ini terjadi setiap tahun, tetapi memiliki makna khusus ketika menandai dimulainya tahun Yobel yaitu setiap 50 tahun, karena ini akan menjadi tahun “tambahan”, yang akan terjadi setiap tujuh minggu dari tujuh tahun, yaitu, setiap 49 tahun (lih. Imamat 25:8-13). Inilah waktu untuk membangun kembali hubungan yang benar dengan Tuhan, satu sama lain, dan dengan semua ciptaan, dan melibatkan pengampunan utang, pengembalian tanah yang disalahgunakan, dan masa berat untuk ladang. Temanya adalah: Tahun Rahmat, Pembebasan Dan Belas kasih (Spes Non Confundit. “Pengharapan Tidak Mengecewakan” Rm 5: 5)
Sejarah
Pada tahun 1300, Paus Bonifasius VIII mengadakan Yubelium pertama, yang juga dikenal sebagai “Tahun Suci,” karena pada saat itulah kekudusan Tuhan mengubah kita. Frekuensi Tahun Suci telah berubah dari waktu ke waktu: pada awalnya, tahun-tahun tersebut dirayakan setiap 100 tahun; Tahun 1343 Paus Klemens VI memperpendek jarak antara Yubelium menjadi setiap 50 tahun, 1470 Paus Paulus II menjadikannya setiap 25 tahun. Ada juga Tahun Suci yang “luar biasa”: 1933 Paus Pius XI memilih untuk memperingati ulang tahun ke-1900 Penebusan , 2015 Paus Fransiskus menyatakan Tahun Kerahiman sebagai Yubelium luar biasa.
Cara merayakannya juga telah berubah selama berabad-abad: awalnya Tahun Suci terdiri dari ziarah ke Basilika Roma St. Petrus dan St. Paulus, kemudian ditambahkan tanda-tanda lain, seperti Pintu Suci. Dengan berpartisipasi dalam Tahun Suci, seseorang diberikan indulgensi penuh.
Karakteristik
- ZIARAH: berjalan melintas batas, meninggalkan yang lama menuju yang baru (seperti Abram Kej 12:1; ziarah Yesus dari Galilea ke Yerusalem) mencakup:
- Titik Start: diri sendiri (Keputusan untuk berjalan, persiapan dan kemampuan diri),
- Proses: menentukan rute yang mau ditempuh dan
- Titik tuju: tujuan yang mau dicapai.
- PINTU SUCI: symbol suci, Lorong masuk dalam proses pertobatan dan Lorong menuju hidup baru dalam Persekutuan dengan Allah, sesame dan alam. Awalnya hanya pintu Basilika Yohanes Lateran sebagai Katedral Uskup Roma lalu diperluas ke semua Basilika supaya semakin banyak orang mengalaminya.
- REKONSILIASI: Kembali kepada Allah sumber, kekuatan dan pusat serta tujuan akhir perjuangan hidup kita.
- DOA: membuka diri kepada Allah Tritunggal Maha kudus
- LITURGI: “puncak yang menjadi tujuan kegiatan Gereja; [dan] pada saat yang sama merupakan sumber dari mana semua kekuatannya mengalir.” (Sacrosanctum Concilium, 10).
- PENGAKUAN IMAN: “Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:9-10).
- SAKRAMEN TOBAT: Indulgensi Yubelium merupakan manifestasi konkret dari belas kasihan Allah, yang melampaui dan mengubah batas-batas keadilan manusia.
Pelaksanaan
Mulai 25 Des 2024 – Des 2025 dengan ditandai PEMBUKAAN PINTU SUCI SEBAGAI LAMBANG KERAHIMAN ILAHI YANG TERBUKA LEBAR UNTUK KITA SEMUA
Kemudian, pada tanggal 29 Desember, Paus akan membuka Pintu Suci Basilika Agung Santo Yohanes Lateran, Katedral Roma. Pada hari yang sama, setiap Katedral dan katedral di seluruh dunia akan menyelenggarakan Misa yang dipimpin oleh Uskup setempat untuk menandai pembukaan Yubelium
Pada Hari Raya Maria Bunda Allah, 1 Januari 2025, Paus Fransiskus akan membuka Pintu Suci untuk Basilika Santa Maria Maggiore, sedangkan Pintu Suci untuk Basilika Santo Paulus di Luar Tembok akan dibuka pada hari Minggu, 5 Januari, pada Malam Epifani.
Pada tanggal 28 Desember 2025, Tahun Yubelium akan berakhir di Gereja-gereja khusus di seluruh dunia, dengan Pintu Suci St. Yohanes Lateran, St. Maria Maggiore, dan St. Paulus di Luar Tembok ditutup pada tanggal yang sama.
Akhirnya, Tahun Yubelium akan berakhir di Roma pada Hari Raya Epifani, 6 Januari 2026.
Makna Pintu Suci (Holy Door)
Pintu Suci melambangkan terbukanya gerbang belas kasihan. Itu adalah tanda panggilan Tuhan kepada semua orang untuk bertobat dan menjalani kehidupan baru yang penuh rahmat. Pintu Suci adalah sumber pengharapan bagi semua orang, tidak peduli dosa atau keadaan mereka. Itu adalah seruan untuk pembaharuan dan transformasi. Pengingat akan kasih dan pengampunan Tuhan. Pintu Suci adalah simbol belas kasihan dan pengampunan Tuhan yang kuat dan mengharukan. Itu adalah pengingat bahwa sejauh apa pun kita tersesat, Tuhan selalu menunggu kita dengan tangan terbuka.
Anak dan Remaja: Peziarah Pengharapan
Tahun Yubelium sebagai bentuk peziarahan dimaknai sebagai waktu perenungan mendalam dan harapan baru. Peziarahan dalam konteks ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual dan emosional menuju pembaruan dan kebangkitan iman. Harapan dalam Tahun Yubelium bagi anak-anak dan remaja, adalah bahwa anak-anak dan remaja akan lebih semangat dan bahagia. Anak dan Remaja, Peziarah Pengharapan dapat melakukan tindakan konkrit dalam semangat 2D2K, yakni” DOA. DERMA, KURBAN, KESAKSIAN menjadi semangat utama mengisi tahun penuh rahmat sebagai Peziarah Pengharapan, terus dikobarkan dan ditingkan.** (RD. Festo da Santo)

