Renungan Hari Raya Kenaikan Tuhan: “Beritakanlah Injil Kepada Segala Makhluk”

Bacaan : Kis.1: 1-11; Ef. 4: 1-7, 11-13; Mrk. 16: 15-20.

Yesus kembali kepada Bapa, Ia naik ke surga. Ia kembali kepada Bapa yang telah mengutus-Nya, namun Ia tetap hadir dan menyertai umat-Nya dalam Roh-Nya. Dalam Roh-Nya Ia hadir untuk melanjutkan karya-Nya. Karya-Nya kini dilanjutkan oleh para murid-Nya sebagaimana Ia mengutus mereka. “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum”. Dan Yesus tidak membiarkan para murid sebagai yatim piatu, tapi Ia tetap selalu menjadi jaminan. “Aku akan menyertai kami sampai akhir dunia”.

Pengalaman hidup bersama dengan Yesus, mendengarkan ajaran dan tuntutan-Nya, ketika Ia berkeliling sambil berbuat baik, pengalaman sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, semuanya itu harus diwartakan, memberikan kesaksian atas karya keselamatan Allah yang dikerjakan melalui Yesus. Inilah kabar baik, kabar keselamatan.

Ketika para Rasul yang tetap menengadah ke langit, rupanya membuat mereka kagum dan bahkan lupa untuk terus memulai menjalankan perutusan mereka, mereka diingatkan, “Mengapa kamu berdiri dan melihat Yesus ke langit?” Yesus memang telah pergi kepada Bapa tapi Ia selalu hadir di tengah mereka, menyertai mereka, bersama mereka, dalam Roh-Nya melanjutkan apa yang telah dibuat Yesus, mewartakan kabar baik, bahkan mereka menjadi Injil yang hidup bagi semua orang di seluruh dunia. Lenaikan Yesus ke surga dalam kemuliaan, tidak membuat kita lupa diri untuk menjalankan perutusan kita. “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah khabar baik kepada semua orang.”

Seluruh dunia adalah medan perutusan kita. Dunia keluarga, dunia tempat kerja kita, dunia pergaulan kita, dunia masyarakat dan di mana saja, di sanalah kita mewartakan kabar baik, kabar keselamatan, melalui kesaksian hidup kita, melalui tutur kata dan perilaku hidup, melalui dialog iman dan dialog kehidupan, menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah, membawa damai sejahtera, pengampunan, kasih dan sukacita.

Merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan mengajak kita untuk membaharui kembali tugas perutusan kita masing-masing, untuk memberikan dan mewartakan tentang  sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, tentang karya keselamatan Allah bagi manusia dan mengajak semua orang untuk mengalami kasih Allah yang menyelamatkan. Ada banyak tantangan dan kesulitan selalu menghadang; tetapi kiranya kita semakin teguh percaya bahwa Yesus tetap jadi jaminan. Semoga kita tidak hanya memandang ke langit, tetapi marilah kita menjalani perutusan kita, memberitakan Injil kepada segala makhluk. Ia selalu menyertai kita sampai akhir dunia.***

 

Ditulis oleh Rm. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr; Sekretaris Komkat KWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *