Kota Vatikan, 15 April 2020 / 08:05 (CNA) .- Paus Fransiskus berdoa untuk para lansia yang takut mati sendirian pada misa pagi hari Rabu.
“Mari kita berdoa hari ini untuk para lansia, terutama bagi mereka yang terisolasi atau di panti jompo. Mereka takut, takut mati sendirian, ”kata Paus Fransiskus sebelum Misa tanggal 15 April.
Paus mengatakan bahwa orang tua adalah “akar kita, kisah kita, sejarah kita,” dan meminta Tuhan untuk dekat dengan mereka ketika dunia menghadapi pandemi coronavirus.
Karena COVID-19 telah menyebabkan kematian lebih dari 125.000 orang di seluruh dunia, keuskupan telah mencari solusi kreatif untuk membawa sakramen kepada orang tua dan orang yang sekarat. Di Chicago, sebuah tim yang terdiri dari 24 relawan imam – semuanya di bawah usia 60 – mengelola pengurapan sakramental orang sakit kepada umat Katolik yang terkena sakit coronavirus.
Dalam kotbahnya, Paus Fransiskus berkata bahwa Tuhan setia pada janjinya. “Kesetiaan kita tidak lain adalah respons terhadap kesetiaan Tuhan,” katanya.
“Tuhan kita adalah Tuhan yang bekerja lembur,” kata paus. “Seperti gembala itu yang, ketika dia kembali ke rumah, menyadari bahwa dia kehilangan seekor domba dan pergi, kembali untuk mencari domba yang telah hilang di sana.”
“Kesetiaan Tuhan selalu mendahului kita, dan kesetiaan kita selalu merupakan jawaban bagi kesetiaan yang mendahului kita,” katanya.
Berbicara dari kapel tempat tinggalnya di Vatikan, Casa Santa Marta, Paus mengatakan bahwa Tuhan bersabar dengan umatnya, karena ia bersama kedua murid berjalan di jalan menuju Emaus dalam Injil Yohanes.
“Kesetiaan Tuhan adalah kesetiaan yang sabar: dia memiliki kesabaran terhadap umatnya, mendengarkan mereka, membimbing mereka,” kata paus.
Pada akhir Misa, Paus Fransiskus mendedikasikan momen doa kepada Maria ketika antiphon Maria “Regina Coeli” untuk musim Paskah didaraskan dalam bahasa Latin:
“Ratu surga, bersukacitalah, alleluya.
Karena dia yang sudi kau kandung, alleluya.
Telah bangkit, seperti yang disabdakan-Nya, alleluya.
Doakan kami pada Allah, alleluya.
Bersukacitalah dan bergembiralah, hai Perawan Maria, alleluya.
Karena Tuhan sungguh-sungguh telah bangkit, alleluya. ”
*********
(Courtney Mares/catholicnewsagency.com/terj. Daniel Boli Kotan)
https://www.catholicnewsagency.com/news/pope-Fransiskus-prays-for-the-elderly-afraid-of-dying-alone-amid-pandemic-67078?fbclid=IwAR2GDOsBlY-ySlIRvLoR9WosYXxcnDxAjA

