Renungan Hari Raya Penampakkan Tuhan : “Hati dan Hidup yang Baik, adalah Persembahan Terindah bagi Tuhan”

Bacaan: Yes. 60:1-6; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12

Hari ini kita merayakan Hari Raya Penampakkan Tuhan, yang juga kita sebut sebagai pesta Tiga Raja, atau pesta Para Sarjana dari Timur. Ke-tiga Raja itu berjumpa dengan Yesus Sang Super Star, bintang dari segala bintang, yang dibimbing oleh bintang. Suatu perjalanan ziarah panjang yang tidak mudah, tapi dengan sebuah keyakinan terus berjalan dan menjumpai sang super star, Yesus Sang bayi natal.

Mereka berhenti sejenak di istana raja, menjumpai Raja Herodes untuk memastikan di mana sang Raja Baru itu lahir, dan mereka siap untuk menyembahnya. Herodes terkejut dan rupanya ia tidak siap bahkan tidak rela kalau ada raja baru. Justru di tempat Herodes ini, bintang penunjuk jalan tidak muncul. Bintang itu tidak ada di istana. Sang super star itu ternyata tempatnya bukan di istana raja. Karena binta itu ternyata menuju sang raja bintang, dan para sarjana itu menjumpai raja baru itu. Dan dengan sukacita mereka mempersembahkan hadiah terindah berupa: emas, kemenyan dan mur. Persembahan-persembahan itu memberi makna yang sangat istimewa dan luar biasa yang pantas diberikan kepada sang bayi natal. Emas adalah lambang kehidupan yang sangat berharga, kemenyan adalah lambang segala kebaikan berupa karya, dan mur lambang kematian. Maka, persembahan itu menjadi sempurna dan terindah yakni hidup dan kematian serta segala karya baik yang diberikan Allah kepada manusia melalui Yesus sang bayi natal. Dialah pemilik kehidupan dan kematian serta segala yang baik berasal daripadaNya.

Suatu perjumpaan yang menjadi berkat sekaligus perutusan yang mulia yang terus dibawa pulang untuk dibagikan. Dan ternyata mereka harus kembali, bukan lagi ke Herodes, tapi lewat jalan lain, yaitu jalan yang ditunjuk oleh Tuhan sendiri, yaitu jalan keselamatan. Mereka tidak kembali ke Herodes, karena Herodes adalah jalan kesesatan, jalan menuju kebinasaan. Karena kelhiran raja baru itu telah membuat Herodes dan orangt-orang Yerusalem menjadi terkejut. Orang yang hidup dalam kegelapan, dalam hati yang tertutup rapat, dalam hati menolak keselamatan, selalu akan terkejut karena kelahiran sang raja baru, Yesus sang super star, bintang segala bintang. Hanya hati yang sederhana seperti para gembala, dan terbuka untuk mencari Tuhan seperti ke tiga sarjana dari timur itu, akan menjumpai Tuhan melalui jalan keselamatan.

Pesan bagi kita pada hari ini adalah, kita pun diajak untuk terus mencariNya, dan bila  menjumpaiNya, patutlah kita persembahkan hati dan hidup kita yang baik sebagai persembahan  terindah bagi Allah.  Hati yang terbuka dan peduli adalah awal karya keselamatan Allah berkarya dalam hati dan hidup kita. Kita pun kiranya terus berusaha untuk mencari dan menemukan Tuhan melalui tanda-tanda dalam peristiwa serta pengalaman hidup kita masing-masing seperti ke tiga sarjana dari Timur itu. Dan kita pun dapat menjadi bintang penunjukkan jalan bagi orang lain untuk datang, berjumpa dan mengalami Tuhan yang lahir dalam hati dan hidupnya. Maka, pantas pula kalau kita pun selalu  berani untuk kembali melalu jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan, yaitu jalan pertobatan, jalan perdamaian, jalan kasih, jalan persaudaraan. Itulah jalan keselamatan bagi kita. Biarlah bintangNya selalu bercahaya, dan kitapun menjadi bintang bagi sesama kita. Tuhan memberkati kita. ***

 

 Rm. Frans Emanuel da Santo, Pr; Sekretaris Komkat KWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *