Renungan Hari Minggu ke-V Prapaskah:  Memulai Hidup Baru…

Bacaan: Yes.43:16-21; Flp 3:8-14; Yoh. 8:1 – 11

oleh RD. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr

Bacaan-bacaan hari ini adalah tentang pengampunan dan hidup baru dalam roh. Nabi Yesaya mengatakan bahwa “Tuhan hendak membuat sesuatu yang baru” (bdk Yes.43:19a); Paulus ingin hidup secara baru dalam Kristus (bdk Flp.3: 8-14) dan Yesus menasehati wanita yang berdosa supaya hidup secara baru dan jangan berbuat dosa lagi!

Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan hati si wanita berdosa itu ketika dihadapkan kepada Yesus. Dalam situasi yang tak berdaya, tentunya ia tahu apa yang akan terjadi atas dirinya, selain siap dirajam, siap mati dalam ketakutan dan kehilangan harapan untuk hidup. Sikap Yesus menjadi penentu hidup selanjutnya. Masa lalu penuh kegelapan, dan rasanya juga tidak lagi punya harapan akan masa depan. Ia hanya punya masa sekarang bersama Yesus. Suatu sukacita yang sangat luar biasa ketika ia tau bahwa ternyata Yesus yang ada di hadapannya tidak menghukumnya. Yesus tidak seperti orang-orang yang menggiringnya dan menuntut kematian atas perbuatannya itu. Rasanya, ia tidak punya pilihan lain, ia juga tidak punya harapan akan masa depan, selain Yesus. Kata-kata Yesus itu sungguh menyadarkan dia akan segala kesalahan dan dosa yang telah ia lakukan. Sukacita yang sungguh luar biasa ketika Yesus berkata, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”. Mulai dari sekarang adalah saat rahmat dan sukacita. Ia pergi dengan semangat baru. Ia menjadi manusia baru, karena Yesus tidak menghukumnya. Yesus mengampuni.

Manusia (kita) tidak luput dari kesalahan dan dosa. Kita adalah orang-orang berdosa. Maka adalah tidak pantas kalau kita bersikap sangat keras dan tidak manusiawi terhadap sesama yang jatuh dalam dosa, seolah kita-lah yang lebih baik, lebih suci. Sikap Yesus ketika berhadapan dengan orang berdosa adalah bahwa Ia membenci dosa, tapi si pendosa, manusianya Ia terima. Pendosanya dibebaskan, dikasihi dan diterima kembali. Yesus tau membedakan orang dan perbuatannya. Yang dikecam Yesus adalah perbuatan yang melanggar hukum, tapi pelakunya tak pernah Yesus menjatuhkan hukuman. Ia mengasihi dan mengampuni. “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah…” Yesus membiarkan orang berdoa (kita) untuk pergi dalam kebebasan, dalam damai dan kegembiraan. Pergi untuk memulai hidup baru. Hidup secara baru dalam Kristus dan tidak berbuat dosa lagi, adalah semangat baru ketika orang merasakan dan mengalami sapaan dan belaskasih serta pengampunan Allah.

*************

RD. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr; imam asal Keuskupan Larantuka, kini sebagai Sekretaris Eksekutif Komkat KWI di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *