Foto: Para Guru dan Pengawas peserta Bimtek Kurikulum 2013, KA. Ende berlatih menyusun RPP dan Penilaian Hasil Belajar
*********
Komisi Kateketik Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkat KWI) bekerjasama dengan Komisi Kateketik Keuskupan Agung Ende menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Kurikulum 2013 bagi guru/pengawas Pendidikan Agama Katolik se Keuskupan Agung Ende bertempat di Pondok Bina Olangari Ende dan berlangsung dari tgl 1 Juli s.d. 3 Juli 2018.
Bapa Hermanus Tambuk, Ketua Komkat KAE dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini terselenggara atas dukungan Komkat KWI yang bertujuan untuk menjawabi kebutuhan guru agama Katolik saat ini terkait dengan implementasi Kurikulum 2013. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah para guru dan pengawas memiliki keterampilan melaksanakan apa saja yang menjadi tuntutan Kurikulum 2013. Guru-guru dan para Pengawas selain memiliki kompetensi pedagogik, juga harus terampil menyiapkan, mengelolah perangkat pembelajaran seperti RPP dan Penilaian hasil belajar. Pada kesempatan ini, demikian Herman Tambuk, mantan dosen STIPAR Atma Reksa Ende, kita (Komkat KAE) menghadirkan langsung pakar Kurikulum Pendidikan Agama Katolik yang terlibat dalam proses penyusunan kurikulum dan penulisan buku teks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti juga terlibat sebagai Narasumber dan Instruktur Nasional di Kemendikbud – RI.
Komisi Kateketik KWI yang diwakili Daniel Boli Kotan dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Komkat KWI, dalam hal ini Ketua Komkat KWI, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM dan Sekretaris Eksekutif, P. Leo Sugiyono sangat mengapresiasi para katekis yang berkarya di sekolah maupun di paroki-paroki serta tempat karya lainnya. Para katekis lapangan adalah ujung tombak Gereja dalam karya pewartaan Injil. Daniel mengajak para guru agama Katolik dan pengawas pendidikan agama katolik untuk terus memperbarui diri seiring arus perkembangan zaman. Kita tidak boleh ketinggalan dalam perkembangan jaman. Misalnya soal perkembangan teknologi informasi digital saat ini, guru dan pengawas hendaknya mengikuti dan menggunkan alat teknologi itu untuk kegiatan pembelajaran bagi generasi milinea. Kita, meski dari segi usia termasuk generasi jaman old, tetapi kita harus memiliki semangat untuk berubah sesuai tuntutan zaman. Paus Fransiskus, demikian Daniel Kotan mengingatkan, pernah menyatakan bahwa kita (Gereja) harus berani keluar dari zona nyaman untuk mengikuti gerakan perubahan zaman. Kalau diintepretasikan bagi para guru dan pengawas bertipe jaman old seperti kita ini, maka kita harus membuka diri terhadap perubahan yaitu mau memanfaatkan teknologi informasi digital untuk pembelajaran dan bukan sebaliknya bersikap pasif dan cenderung bersikap mempertahankan status quo sebagai generasi jaman old. Kita tidak boleh merasa diri paling senior, paling berpengalaman sebagai guru sehingga tidak mau menerima perubahan zaman, termasuk perubahan metodelogi pembelajaran dan sebagainya.
Narasumber dan pemateri dari tim kerja Komkat KWI yang juga adalah penyusun buku pelajaran PAK K 13 yaitu Bp. Daniel Boli Kotan dan Bp. Yohanes Sulis Dwiyanta. Materi pelatihan yang disampaikan yaitu pengantar umum dan desain Kurikulum 2013, Rencana Pembelajaran, Penilaian Hasil Belajar, Literasi Sekolah dan Teknik penyusunan soal untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Setelah mendapat teori, peserta diajak masuk dalam kelompok-kelompok untuk latihan membuat penilain dan penyusunan rencana pembelajaran.
Pada sesi hari terakhir peserta menyampaikan evaluasi atas kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan. Menurut para peserra, baru kali ini mereka mengalami pelatihan yang paling lengkap dan sangat memenuhi kebutuhan mereka di lapangan. Ada beberapa peserta yang bersaksi bahwa mereka telah beberapa kali mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh instansi lain namun kurang maximal karena narasumbernya berbicara tentang hal yang sangat umum karena mereka bukan ahli kurikulum Pendidikan Agama Katolik itu sendiri. Para peserta berharap agar kedepan Komkat KWI dan Komkat Keuskupan terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas (SDM) guru agama Katolik dan pengawas lewat kegiatan pelatihan yang efektif dan efisien seperti yang dilaksnakan saat ini.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari penuh ini dihadiri para guru dan pengawas agama katolik tingkat dasar dan menengah dari 3 Kabupaten yaitu Ende, Ngada dan Nagekeo . sebanyak 70 orang. (Praedicamus crew)

