Strategi, Pendekatan, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran, Apa Bedanya?? (Daniel B. Kotan)

primary-school-teacher-and-children-1080x675.jpg

Tahun ajar 2017/2018 segera berakhir. Siswa kelas akhir seperti SMA dan SMK dan sejenisnya telah memperoleh hasil ujian akhir nasional, sementara SMP dan SD segera menyusul sesuai rencana yang sudah ditetapkan kemendikbud. Sekarang siswa-siswi kelas di bawahnya mulai bersiap untuk ujian kenaikan kelas. Pasca pengumumam kenaikan kelas, guru kembali disibukan dengan persiapan untuk rencana kerja pada tahun ajaran baru 2018/2019. Hal ini merupakan sebuah kewajiban dari seorang guru, termasuk guru mapel Pendidikan Agama Katolik atau Katekis.

Berkaitan dengan tugas administratif penting ini, para guru mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti Silabus, Prota (program tahunan), Promes (Program semester), Menganalisis KI dan KD, membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Kaldik (Kalender Pendidikan), menghitung minggu dan hari efektif, Rancangan penilaian, Program remidial dan Program Pengayaan, dan lain sebagainya. Dalam membuat perangkat pembelajaran seperti yang tersebut di atas, pemahaman akan istilah-istilah menjadi cukup penting sebagai landasan berpijak dalam mengaplikasikannya.

Satu hal yang ingin disoroti disini adalah rancunya penyebutan antara strategi pembelajaran, pendekatan pembelajaran, metode, teknik, dan model pembelajaran di dalam RPP yang dibuat oleh para guru. Kadang di lapangan, kita menemukan kasus dimana guru tidak bisa membedakan antara istilah strategi pembelajaran, pendekatan, metode, teknik, dan model pembelajaran

Untuk itu pada kesempatan ini dijelaskan secara singkat dan padat pengertian-pengertian dari strategi pembelajaran, pendekatan, metode, teknik, dan model pembelajaran agar dalam pembuatan RPP tidak salah kaprah dalam menggunakan istilah tersebut. Dengan kata lain, menggunakan istilah-istilah itu sesuai makna dan tujuannya.

STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi Pembelajaran adalah suatu pola umum pembelajaran siswa yang tersusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan, psikologi, didaktik, dan komunikasi dengan mengintegrasikan struktur (urutan langkah pembelajaran) pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga, pengelolaan kelas, evaluasi, dan waktu yang diperlukan agar siswa dapat mencapai tujuan-tujuan pemeblajaran secara efektif dan efisien. Strategi terkait dengan kebijaksanaan guru dalam memilih pendekatan, metode, teknik pembelajaran, dan model pembelajaran

MODEL PEMBELAJARAN
Model adalah suatu bentuk tiruan (replika) dari suatu benda yang sesungguhnya
Suatu contoh konseptual atau prosedural dari suatu program,sistem, atau proses yang dapat dijadikan acuan atau pedoman dalam mencapai tujuan.
Model Pembelajaran adalah contoh pola atau struktur pembelajaran siswa yang didesain, diterapkan, dan dievaluasi secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pengertian lain Model Pembelajaran adalah suatu contoh bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas.
Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran

PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pendekatan adalah suatu rangkaian tindakan yang terpola atau terorganisir berdasarkan prinsip-prinsip tertentu (filosofis, psikologis, didaktis dan ekologis) yang terarah secara sistematis pada tujuan-tujuan yang hendak dicapai

Pendekatan pembelajaran adalah suatu rangkaian tindakan pembelajaran yang dilandasi oleh prinsip dasar tertentu (filosofis, psikologis, didaktis dan ekologis) yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran tertentu.

METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Metode adalah jabaran dari pendekatan. Satu pendekakatan bisa dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan prosedur pembelajaran yang difokuskan pada pencapaian tujuan pembelajaran

TEKNIK PEMBELAJARAN
Teknik Pembelajaran adalah cara-cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik pembelajaran meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran

Contoh Penerapan
Pendekatan : Contextual Teaching and Learning
Metode : Cooperative Learning
Teknik : Diskusi Kelompok, Inquiry Kepustakaan, Tanya Jawab
Model : Jigsaw

Pendekatan : PAKEM
Metode : Tanya Jawab
Teknik : Siswa membuat dan menjawab pertanyaan sendiri
Model : Snowball Throwing

Kurikulum 2013 menerapkan pendekatan saintifik sebagai salah satu ciri khasnya. Secara Istilah pengertian dari pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

Langkah-langkah pada Proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintik sering dikenal dengan pendekatan 5M terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:
a. mengamati;
b. menanya;
c. mengumpulkan informasi;
d. mengasosiasi; dan
e. mengkomunikasikan.

Kegiatan belajar dalam mengamati antara lain : Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat).

Kegiatan belajar dalam menanya antara lain : Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)

Kegiatan belajar dalam mengumpulkan informasi antara lain: melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/ aktivitas, dan wawancara dengan nara sumber.

Kegiatan belajar dalam mengasosiasi antara lain : mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.

Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan antar fakta, fakta dengan konsep, konsep dengan konsep.

Kegiatan belajar dalam menyimpulkan antara lain: Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.

Sekali lagi diingatkan bahwa pendekatan saintifik merupakan salah satu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya dalam Pendidikan Agama Katolik, selain pendekatan saintifik, guru bisa menggunakan pendekatan pergumulan (Pola PAK), pendekatan kateketis, pendekatan pedagogi dan reflektif, dan lain-lain.
Demikainlah beberapa catatan tentang istilah-istilah yang biasa digunakanguru dalam penyusunan rencana pembelajaran di kelas, termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti.

Daniel B. Kotan
Sumber : Dokumen Pengembangan Kurikulum 2013 dan dari berbagai sumber
Gambar: Google.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *